This is my world…

[FF] Love U More (1/2)

[FF] Love U More (1/2)

 

Author      : Regina aka Han Hyemi

Genre        : Continue,  Romance

Cast :

– Lee Donghae

– Han Hyemi

– Lee Hyukjae

– Lee Hanjae

-Hyemi’s POV-

Annyeong! Han Hyemi imnida. Beberapa minggu yang lalu aku telah menamatkan pendidikanku di SMP. Yap, sekarang aku sudah menjadi anak SMA!! Saat-saat yang sudah kuimpikan sejak dulu, menjadi anak SMA. Hahaha..   Hari ini adalah hari pertamaku masuk SMA. Ada rasa senangnya, tapi juga ada takutnya. Takut dikejai kakak kelas. Tau sendiri kan, anak baru biasanya sering dikerjai kakak kelas. Selain itu, aku juga penasaran. Ada cowok keren gak ya? *plakk*. Setelah menata rambutku, akupun berangkat ke sekolah baruku.

—————————————————————————————————————–

– Seoul International High School-

“Huah… akhirnya sampai juga di sekolah. Besar sekali sekolahnya,” gumamku. Gedung sekolah yang akan menjadi sekolahku ini besar dan luas, memiliki 4 lantai dan lapangannya sangat luas. Taman yang berada di sekitar sekolah menambah keindahan sekolah ini.

“Hyemi-ah!!” teriak seseorang dari belakangku.

“Oh, Hanjae-ah!!” panggilku sambil berlari ke arahnya.

“Ya! ngapain kamu bengong di depan gerbang sekolah? Kayak orang ilang aja,” tanyanya sambil tertawa.

“Hah? Gak papa. gak nyangka aja bisa masuk ke sekolah yang sudah kuimpikan sejak dulu. Hehe..” jawabku sambil tersenyum.

“Ya udah, ayo masuk! Nanti telat lho,” ajak Hanjae. Oh iya, sampe lupa ngenalin. Lee Hanjae adalah sahabatku. Kami sudah berteman sejak SD. Dia adalah sahabat terbaikku yang perbah kumiliki.

Bel tanda masuk sekolah berbunyi. Seluruh siswa kelas X berkumpul di aula sekolah. Aku dan Hanjae duduk di deretan paling sepan. Kami sengaja memilih tempat di depan agar bisa mendengarkan penjelasan dari kepala sekolah dengan jelas, sehingga tidak ada kesalahan fatal yang kami perbuat selama bersekolah di sini. Males juga sih duduk di belakang.

“Hyemi-ah, lihat namja-namja di sampingmu itu! Ganteng sekali,” bisik Hanjae sambil menunjuk-nunjuk namja-namja yang dimaksud. Akupun menoleh ke arah namja-namja yang dimaksud Hanjae tadi.Ada 2 namja yang sedang bercanda di sampingku. Ya, mereka keren sih, tapi aku tak tertarik sama sekali dengan mereka.

“Hmm.. biasa saja,” jawabku datar.

“Ya ampun Hyemi! Matamu ke mana saja? Lihatlah mereka, keren banget!! Apalagi Hyukjae. Gummy smilenya itu lho, bikin meleleh!!” ujarnya dengan penuh semangat. “Mereka itu sudah menjadi idola di kalangan yeoja di sekolah ini sejak mereka menapakkan kaki di sekolah ini. Lihatlah yeoja-yeoja di belakangmu,” lanjutnya. Aku menoleh ke belakang. Dan ternyata…. Gila banget reaksi yeoja-yeoja itu!! Hebohnya nyaingi Super Junior ajah. Heran aku, apa kerennya sih namja-namja itu?

Kuperhatikan lagi 2 namja itu. “Hmm.. biasa saja,” gumamku. Tapi.. kenapa dia manis sekali? Bukan Hyukjae, tapi temannya. Siapa namanya? “Apa sih yang kupikirkan?” batinku sambil mengacak rambutku.

—————————————————————————————————————–

– Donghae’s POV –

“Donghae-ah, ayo kita duduk di belakang!” ajak Hyukjae.

“Gak ah, aku lagi males ngurusi yeoja-yeoja itu. Sangat mengganggu,” gerutuku. Memang, sejak awal memasuki sekolah ini, kami sudah dikerubungi oleh yeoja-yeoja yang gak jelas. Teriak-teriaklah, ngrekam lah, ambil foto lah, kayak artis ngetop aja. Sepertinya nyawaku terancam selama sekolah di sini.

“Baiklah, kita duduk di dana saja,” ujarnya sambil menunjukkan deretan tempat duduk yang berada di depan. Hmmm… mungkin di situ aku bisa tenang.

“Hyemi-ah, lihat namja-namja di sampingmu itu!! Ganteng sekali,” kata seseorang di sebelah kananku. Aku tau dia hanya berbisik, tapi aku bisa mendengarnya.

“Hmmm… biasa saja.” Aku terkejut mendengar respon yeoja itu. Baru pertama kalinya ada yeoja yang tidak tertarik dengan pesonaku *PD sekali dirimu bang ikan*. “Menarik juga yeoja ini,”batinku.

—————————————————————————————————————–

– Hyemi’s POV –

“Hanjae-ah, kita sekelas!!” ujarku sambil memeluk sahabatku itu. Yap, aku dan Hanjae berada di kelas yang sama, kelas X-C. Tapi….. aku juga sekelas dengan 2 namja yang menjadi ‘idola’ itu. Sepertinya hidupku di kelas ini tidak damai. Huft..–”

– Donghae’s POV –

Bosen banget sekolah di sini. Gak di aula, di kelas, yang kulihat cuma yeoja-yeoja gak jelas yang selalu mengikutiku dan Hyukjae.

“Donghae-ah, kita sekelas!” ujar Hyukjae sambil menepuk pundakku.

“Oh..” jawabku datar. Hari ini aku gak punya semangat. Rasanya pengin cepat-cepat pulang ke rumah!

“Hanjae-ah, kita sekelas!!” teriak seseorang di depanku. Tungu!! Itu kan yeoja yang tidak tertarik denganku*PD akut*. Jadi, aku sekelas dengannya? Hmm… sepertinya hari-hariku di sekolah ini tidak akan membosankan.

—————————————————————————————————————–

– Author’s POV –

Keadaan kelas X-C sedang ramai, karena banyaknya yeoja-yeoja dari kelas lain yang masuk ke kelas X-C hanya untuk melihat 2 namja yang menjadi idola itu, Lee Hyukjae dan Lee Donghae.

Bel tanda istirahat selesai berbunyi. Satu per satu yeoja-yeoja yang mengerubungi Donghae dan Hyukjae kembali ke kelas mereka masing-masing. Kim seongsaengnim selaku wali kelas X-C memasuki kelas.

“Selamat pagi semua! Hari ini kita akan menentukan siapa saja yang akan menjadi pengurus kelas. Saat ini di tangan saya adalah catatan dari wali kelas SMP kalian. Saya akan memilih pengurus kelas berdasarkan catatan ini. Untuk ketua kelas, saya minta Lee Donghae untuk mengisi jabatan ini. Sedangkan untuk wakil ketua kelas, saya menunjuk Han Hyemi,” jelas Kim seongsaengnim.

– Hyemi’s POV –

“Untuk ketua kelas, saya minta Lee Donghae untuk mengisi jabatan ini. Sedangkan untuk wakil ketua kelas, saya menunjuk Han Hyemi.” DEG!! Gak salah denger nih?? Aku yang urakan dan ceroboh ini jadi wakil ketua kelas??!! Terus… Lee Donghae? Siapa dia?

“Hanjae-ah, siapa Lee Donghae?” bisikku pada Hanjae yang duduk di sampingku.

“MWO?? KAU TIDAK TAU DONGHAE???!!! Astaga… ke mana aja loe?? Masa kamu gak tau cowok seganteng dan sekeren Donghae yang jadi idola di sekolah ini??” jawabnya menggebu-gebu. Aigoo… lebay amat temenku yang satu ini. –” Tunggu sebentar! Jadi, aku dan cowok sok keren itu jadi pengurus kelas??!! Entah ada angin apa yang menyambarku, tiba-tiba saja aku mengacungkan tanganku.

“Ehmm… Kim seongsaengnim.. Boleh tau kenapa anda memilih kami sebagai pengurus kelas?” tanyaku ragu. Aish, apa sih yang kutanyakan? Babo! >.<”

– Donghae’s POV –

Hah, lagi-lagi jadi ketua kelas. Kenapa selalu saja aku menjadi ketua kelas? Tak bisakah aku menjadi siswa biasa yang tidak memiliki tanggung jawab sebagai pengurus kelas? Tapi, siapa Han Hyemi?

“Ehmm… Kim seongsaengnim.. Boleh tau kenapa anda memilih kami sebagai pengurus kelas?” tanya seseorang tepat di belakangku. Tunggu… Kami?? Jadi dia Han Hyemi, wakil ketua kelas?

“Saya juga mau tau, Kim seongsaengnim,” sahutku. Aku juga penasaran kenapa Kim seongsaeng memilih Hyemi-sshi sebagai wakil ketua kelas, sekalian juga ingin tau seperti apa kepribadian Hyemi. Hahahaha..

“Baiklah, ini alasan saya kenapa memilih mereka berdua menjadi pengurus kelas. Saya memilih Han Hyemi karena menurut catatan wali kelasnya dulu, ia tegas, berani, dan percaya diri. Sedangkan untuk Lee Donghae ia memiliki kepribadian sebagai pemimpin yang baik, tegas, dan bertanggung jawab,” jelas Kim seongsaengnim panjang lebar. Hmmm… jadi, seperti itu sifatnya. “Sepertinya aku mulai tertarik dengannya,” batinku sambil tersenyum kecil.

—————————————————————————————————————–

– Canteen –

Aku mengikutinya ke kantin. Aku ingin menarik perhatiannya. Tapi, gimana caranya ya? Apakah aku harus mengeluarkan jurus playboyku untuk menarik perhatiannya?? *#plaakkk* Haha.. Aku kan sudah terkenal sebagai playboy *playboy cap ikan*. Mungkin ini satu-satunya cara agar mendapat perhatiannya.

– Hyemi’s POV –

“Woah, uri Hyemi jadi wakil ketua!! Chukhae!!” teriak Hanjae padaku.

“Haish! Apaan sih? Lagi males denger kata WAKIL KETUA KELAS !! Lagian, ngapain sih aku harus dipasangkan dengan dia??!!!” ujarku kesal.

“Dia? Donghae maksudmu? Ya ampun Hyemi ! Harusnya kamu bangga dong bisa kerjasama dengan dia. Secara, idola sekolah gitu lhooo,” kata Hanjae dengan nada lebaynya. Paling males deh kalo dah denger Hanjae ngomong dengan nada kaya gitu.

“Apa? Bangga? Bisa-bisa aku mati di tangan fansnya!” jawabku ketus sambil membuang muka. Eh, Donghae? Ngapain dia jalan ke arah sini?

– Donghae’s POV –

Akupun menghampirinya. Sepertinya dia menyadari kedatanganku. haha..

“Annyeong, Hyemi-sshi!” sapaku, tentu saja dengan memasang tampangku yang innocent.

“Mmm… annyeong!”jawabnya datar tanpa menatap wajahku. Aish, napa gak mempan sih ini jurus? Biasany juga semua yeoja sudah meleleh setelah melihat ketampananku ini *bang ikan kePDan –“* Hmm.. mungkin aku harus mengeluarkan jurusku yang lain. Aku berlutut dihadapannya. Tampak terlihat jelas wajahnya yang sedang kebingungan.

“Mohon kerjasamanya, agasshi,” ucapku sambil mencium tangannya. Kulihat wajahnya yang terlihat terkejut. “Sepertinya aku berhasil menaklukannya,” batinku sambil tersenyum kemenangan. Tapi beberapa saat kemudian…. PLETAKKKK!!!! *gak enak banget soundnya* Sebuah jitakan mendarat di kepalaku.

“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN TADI??!!!” teriaknya. Kulihat semua orang di kantin melihat ke arah kami.

“Dasar namja gila!!” Ucapnya seraya meninggalkanku yang masih berlutut sambil memegang kepalaku yang diikuti oleh temannya. Aish, mau ditaruh kemana muka yang tampan ini?? Hancur sudah reputasiku!!

“Wah, habis ditolak nih?” goda Hyukjae yang tiba-tiba muncul di belakangku.

“Ngomong apa kau?” tanyaku malas seraya mencoba untuk berdiri.

“Hehehe.. just kid, Hae. Ngomong-ngomong, temannya manis juga,”ujarnya sambil menyikutiku.

“Hah, kau ini..” Aku meninggalkannya yang masih senyum-senyum gak jelas. Males kalo si cassanova itu udah celoteh tentang cewek. Rasanya dunia mau hancur kalo denger celotehannya itu –“.

—————————————————————————————————————–

– Hyemi’s POV –

“Dasar namja gila!!” teriakku setelah memasuki kelas. Baru pertama kali aku bertemu dengan namja segila itu. Main nyosor aja (?) .

“Yah! Hyemi-ah! Kenapa sih kamu asal main jitak sama namja sekeren dia?” kata Hanjae

“Namja aneh maksudmu? Please deh, chinguku yang cantik, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung, sadar dari mimpimu! Dia itu gila! Tiba-tiba saja melakukan hal segila itu. Hah, eneg aku kalo inget kejadian itu lagi!” ujarku kesal.

“Mmm… Apa ini?” gumamku sambil mengambil memo kecil berwarna biru yang berada di atas mejaku.

Hadiri rapat pengurus OSIS bersama Lee Donghae sepulang sekolah nanti.

                                                    

                                                                                Kim seongsaengnim

 

             “Ya!! Ige mwoya??!!” ujarku kesal seraya membuang memo itu di atas meja.

“Apaan sih?” tanya Hanjae seraya mengambil memo itu. “Wah, beruntung sekali dirimu. Sering sekali bersama Donghae. Lihatlah yeoja-yeoja di kelas ini,” ujarnya seraya menunjuk yeoja-yeoja yang dimaksud. Bisa kulihat mereka sedang menatapku tajam. Sungguh mengerikan!

“Apanya yang beruntung? Nyawaku terancam tauk! Ah, gak tau ah, males aku bicarain hal ini lagi.”

—————————————————————————————————————–

– Author’s POV –

Bel tanda pelajaran berakhir berbunyi. Satu persatu siswa kelas X-C keluar meninggalkan ruang kelasnya. Hanya tersisa Hyemi dan Donghae saja di dalam kelas.

– Hyemi’s POV –

“Hyemi-ah, kajja!” ajak Donghae tiba-tiba sambil memeluk lenganku manja.

“Ya! Mau kemana?” tanyaku kesal.

“Lho, kau tidak dapat memo dari Kim seongsaeng?” Aish, aku lupa dengan memo itu.

“Ehm..ehm..”

“Kenapa?” tanyanya sok polos. Iuh, menjijikan😛.

“Bisa kau lepaskan tanganmu dari lenganku?” tanyaku datar sambil melirik tangannya.

“Shireo! Kajja!” ajaknya seraya menarik lenganku. “Dasar namja gila!” batinku.

—————————————————————————————————————–

– OSIS’s Meeting Room –

Hoahmm.. Sungguh membosankan rapat ini! Paling males deh ngikutin rapat kayak gini. Sekilas kulirik Donghae yang sedang duduk di sampingku. Sepertinya dia serius sekali. Beda banget deh sama Donghae yang biasa kujumpai. Kenapa aku jadi deg-degan begini ya? “Ah, kenapa aku jadi begini sih?” batinku seraya mengacak rambutku.

—————————————————————————————————————–

– Class X-C –

– Donghae’s POV –

Jarum jam dinding kelas telah menunjukkan pukul 8. Kenapa Hyemi belum datang ya?

“Sedang nunggu Hyemi?” tanya Hyukjae tiba-tiba.

“Apaan sih?”elakku malas.

“Benar kan? Tuh, yeojamu,” ujarnya sambil menunjuk ke arah pintu. Akupun menengok ke arah pintu masuk. Lega rasanya melihatnya masuk.

“Donghae-ah, berhubung kau dan Hyemi dekat, aku boleh minta tolong gak?” tanyanya.

“Dekat apanya? Jelas-jelas dia selalu menjauh dariku,”             jawabku lemas.

“Setidaknya kalian kan pengurus kelas. Ayolah..”

“Hmm.. baiklah. Apa?”

“Dekatkan aku dengan teman Hyemi, Hanjae.”

“Mwo? michyeoseo?”

“Aniyo. Setidaknya nanti kau juga bisa akrab dengan Hyemi.”

“Hmm.. Arasseo.”

“Gomawo nae chingu!” ucapnya sambil memelukku erat.

“Ya! Bisakah kau melepaskan pelukanmu? Aku gak bisa bernafas!”bentakku.

“Oh.. mianhae,” ujarnya sambil nyengir. Benar-benar polos temanku ini. Polos atau babo ya? Ah, molla.

– Hyemi’s POV –

“Hyemi-ah! Tumben kau terlambat,” tanya Hanjae padaku.

“Mian, tadi kesiangan. hehe..” jawabku sambil nyengir.

“Ehm.. Hyemi, boleh minta tolong gak?”

“Apa?”

“Berhubung kau dan Donghae pengurus kelas, bisa gak kau dekatkan aku dengan Hyukjae?”

“Ya! Neo michyeo?”sontak aku terkejut dengan apa yang dia katakan tadi. Gak salah denger nih?

“Ayolah, Hyemi.. Jebal..” pintanya dengan mengeluarkan jurus puppy eyesnya. Paling gak kuat deh kalo liat dia kayak gini.

“Ne.. Ne.. arasseo… arasseo..” jawabku gak tega.

“Woah…. gomawo Hyemi-ah!! Kau memang sahabat terbaikku!!” ujarnya seraya memelukku erat.

“Uhuekk… nee… neee.. lepas dong!” jawabku malas seraya mencoba untuk melepas pelukannya.

—————————————————————————————————————–

– Author’s POV –

Bel pulang berbunyi. Hyemi yang sedang melamun di depan kelas tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Donghae.

“Hyemi-ah!” sapa Donghae sambil menepuk pundak Hyemi.

“Waeyo?” jawab Hyemi ketus.

“Ngapain di sini? Nungguin aku ya?” tanya Donghae percaya diri.

“Ih, ge er banget loe. Heran aku, kenapa bisa ada namja yang segila, seaneh, dan sePD kamu. Ckck,” ujar Hyemi.

“Hahaha.. siapa dulu, Lee Donghae gitu. Ngomong-ngomong, Hyukjae minta tolong padaku agar dia bisa dekat dengan Hanjae,” kata Donghae.

“Ah, jinjja? Oh iya, ini surat dari Hanjae untuk Hyukjae. Awas kalo surat ini gak nyampai ke tangan Hyuk. Siapkan dirimu untuk bertemu dengan maut!” ancam Hyemi.

“Wow, ternyata seorang Han Hyemi mengerikan juga ya,” goda Donghae yang menghasilkan jitakan dari Hyemi di kepalanya.

“Ya! Hobimu itu selalu saja menjitak kepala namja yang tanpa dosa ini,” ujar Donghae memelas.

“Tanpa dosa katamu? Bagiku kau itu namja yang penuh dosa!” kata Hyemi ketus.

“Donghae-sshi? Hyemi-sshi?” panggil seseorang.

“Park seongsaengnim? sapa Donghae dan Hyemi serempak.

– Hyemi’s POV –

“Park seongsaengnim?” sapaku dan Donghae serempak.

“Berhubung hanya kalian pengurus OSIS yang masih di sini, bisakah kalian membantuku menyelesaikan data-data ini?” pinta Park seongsaeng seraya menunjukkan data-data yang dimaksud. Ya ampun, banyak banget! Mana aku sudah capek lagi.

“Tentu saja. Kami akan menyelesaikan data-data tersebut,” jawab Donghae mantap. Waw, semangat banget ini orang. Beda banget sama biasanya.

“Baiklah kalau begitu, kalau bisa hari ini data-data tersebut sudah selesai. Saya tinggal dulu,” kata Park seongsaengnim.

“Ne,” jawab Donghae singkat.

—————————————————————————————————————–

– Class X-C –

“Ya! apa maksudmu tadi? kami? seenaknya saja kau!” kataku meledak-ledak.

“Ini sudah tanggung jawab kita sebagai pengurus OSIS. Sebaiknya cepat selesaikan data-data ini kalau kau mau cepat pulang!” ujarnya datar tanpa menatapku. Cih, serius amat. Mungkin ini alasan kenapa dia menjadi ketua kelas, terlalu bertanggung jawab, sangat bertolak belakang dengan sifat biasanya. Dasar!

Akupun duduk di bangku yang berada di sampingnya dan ikut menyelesaikan data-data tersebut. “Hoahhmm..” aku menguap berkali-kali. Mataku sudah tak bisa diajak kerjasama.

—————————————————————————————————————–

– Donghae’s POV –

“Ugh… akhirnya selesai juga!” ujarku seraya meregangkan otot-otot badanku yang sedari tadi kaku. Kulihat jam di dinding, sudah pukul 9 malam. Sekilas kulihat Hyemi. Dia tertidur. Rupanya dia lelah sekali. Akupun melihat wajahnya lebih dalam. Wajahnya terlihat damai sekali saat tidur. Tanpa kusadari, jari-jari tanganku menyentuh wajahnya yang damai itu. Tiba-tiba saja  dia terbangun. Mungkin karena gerakan yang kulakukan sehingga dia terbangun.

“Uhmm.. ngapain kau?” tanyanya seraya meregangkan otot-otot badannya.

“Mmm… gak ngapa-ngapain,” jawabku salah tingkah.

“Jam berapa sekarang?” tanyanya sambil mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul sepenuhnya.

“…… jam 9…” jawabku.

“…. MWO?? Jam 9?? Kenapa kau tidak membangunkanku dari tadi? tanyanya panik.

“Gimana mau bangunin? Aku saja baru selesai. Kau itu, dah gak kerja, tidur lagi,” sindirku.

“Haish.. salah sendiri menyuruhku mengerjakan ini!” bentaknya. Emang bener sih, tapi mau gimana lagi? Memang seperti inilah aku, kalo dah kerja bakal lupa keadaan sekitar. Tapi gak papa sih, bisa berdua dengannya di sini. Hehehe…

“Ya sudahlah, aku mau pulang!” ujarnya seraya bangkit dari duduknya.

“Mau kuantar?” tawarku.

“Aniyo, gomawo,” ucapnya tanpa menoleh ke arahku.

“Ya! Hyemi-ah!” cegahku seraya menahan lengannya.

“Apa lagi?” tanyanya malas sambil menepis tanganku.

“Berani sekali kau pulang sendiri malam-malam begini. Ingat, kau ini yeoja. Jam segini banyak ajjeosshi yang berkeliaran di pinggir jalan. Kalau kau diapa-apain sama ajjeosshi-ajjeosshi itu, siapa yang akan menolongmu?” godaku padanya. Sepertinya dia mulai ketakutan.

“Ehmmm… Baiklah. TAPI… kalau kau macem-macem sama aku, lihat ganjarannya nanti,” ancamnya seraya mengepalkan tangannya di depan wajahku.

“Ne..ne.. arasseo. Kajja!” ajakku sambil menggandengnya.

—————————————————————————————————————–

– School’s Parking Place –

“Rumahmu di mana?” tanyaku pada Hyemi.

“Hongdae,” jawabnya singkat.

“Baiklah. Kalau mau selamat, pegang pinggangku erat-erat.”

“Ih, apaan sih ka… KYAA!!!” belum sempat ia menyelesaikan celotehannya, aku sudah melajukan motorku dengan kencang. GREBB!! Dia memegangku! Sepertinya aku harus melajukan motorku lebih cepat. Hahaha.. #licik

– Hyemi’s POV –

“Baiklah. Kalau mau selamat, pegang pinggangku erat-erat,” kata Donghae tiba-tiba. Apa lagi nih? Gila bener deh ini namja.

“Ih, apaan sih ka… KYAA!!!” belum selesai aku bicara, dia sudah melajukan motornya dengan tiba-tiba. Sontak akupun memegang pinggangnya, lebih tepatnya memeluk. Haish, dasar namja ini, selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan!

“Ya! Bisa gak sih kalo mau jalan bilang-bilang dulu?” bentakku dengan suara keras.

“Kan aku dah bilang tadi. Lebih baik kau pegangan lebih erat, kalau kau masih sayang dengan nyawamu,” jawabnya santai. Tiba-tiba saja motor yang kutumpangi ini melaju dengan sangat kencang. Karena masih ingin hidup dan gak mau mati di tangan namja gila ini, mau gak mau aku memeluknya lebih erat lagi. Entah karena aku sedang kedinginan atau sedang gila, aku menyandarkan kepalaku ke punggungnya. Rasanya nyaman sekali.

“Di mana rumahmu?” tanya Donghae tiba-tiba. Ya ampun, aku sampai lupa kalo sudah hampir sampai.

“Oh, di sana,” jawabku sambil menunjuk tempat yang kumaksud. Setelah sampai di depan rumahku, akupun turun dari motornya.

“Gomawo atas tumpangannya,” ucapku sambil membungkukkan badanku.

“Aigoo.. formal sekali kau. Biasa aja kalee. Ya sudah, aku pulang dulu. Pasti eomma sudah mencemaskanku di rumah. Annyeong!” kata Donghae.

“Wah, ternyata kau tipe anak yang patuh sama orangtua ya. Hehe..” candaku.

“Ani, bukannya begitu. Tapi karena hanya eommalah yang kumiliki saat ini. Mmm.. Annyeong!” ujarnya seraya menjalankan motornya.

“Ah.. ne.. hati-hati di jalan,” teriakku keras. “Apa maksud perkataannya tadi?” gumamku.

—————————————————————————————————————–

– Class X-C –

– Donghae’s POV –

“Hyukjae-ah, ini,” panggilku seraya menyerahkan amplop yang diberikan Hyemi kemarin.

“Apa ini?” tanyanya bingung.

“Kimchi! Ya surat lah..” jawabku malas.

“Dari?” tanyanya lagi.

“Hanjae,” jawabku singkat.

“Ah, jinjja??” tanyanya tidak percaya. Dengan gummy smilenya, Hyukjae membuka amplop biru tersebut dengan segera. Melihat mukanya saat ini, seperti anak kecil kelaparan yang baru dikasih makan. Aku iba melihatnya (?)

“Donghae-ah, bisakah kau membantuku?” tanyanya sambil tersenyum bahagia.

“Mmm… apa lagi?” tanyaku malas.

“Aku ingin mengajaknya kencan. Tolong kau atur segalanya, kau kan pakarnya hal-hal begituan. Sekalian kau atur bagaimana caranya agar Hanjae mau datang,” ungkapnya.

“Hah? Tapi gimana caranya biar Hanjae datang?” tanyaku bingung.

“Mmm.. kaukan bisa minta tolong Hyemi. Mau ya? Ayolah, jebal..”pintanya dengan tampang memelas. Haish, kalo dah liat dia kayak gini, gak tega deh aku nolaknya.

“Hmm.. Ne.. Ne..” jawabku malas. Benar- benar menyusahkan bocah ini.

—————————————————————————————————————–

– Hyemi’s POV –

Aku menyandarkan kepalaku di pintu kelas. Bosan sekali rasanya hari ini. Hanjae pergi entah kemana. Hhmm… Donghae..  kemana ya?

“Hyemi-ah!” teriak seseorang mengagetkanku.

“Apaan si….. Donghae?” panjang umur, aru aja kupikirkan. Tunggu! kenapa aku jadi memikirkan Donghae? Kenapa aku jadi begini sih?

“Kenapa? Kangen sama aku? Hehe,” candanya.

“A..a..a-paan sih? G-ge er banget,” jawabku gugup. Aduh, kenapa aku jadi gugup begini sih?

“Trus ngapain bengong di sini?” tanyanya.

“Ehmm… cuma bosen aja,” jawabku bingung.

“Hanjae mana?” tanyanya lagi. Hobby banget sih ni anak nanya?

“Gak tau,” jawabku singkat tanpa menoleh ke arahnya.

“Baguslah kalau begitu. Kajja!” tiba-tiba saja dia menarikku pergi.

“Hei.. mau kemana?” tanyaku bingung. Dia masih menarik tanganku.

“Gak tau. Ikut aja,” jawabnya sambil tersenyum ke arahku. DEG! Kenapa jantungku berdetak kencang sekali?

—————————————————————————————————————–

– Back School’s Garden –

“Ya! Ngapain ke sini?” tanyaku bingung.

“Duduk dulu,” suruhnya sambil menunjuk bangku panjang yang berada di bawah pohon. Akupun duduk tepat di sampingnya. Sejuk sekali udara di sini.

“Sejuk kan?” tanya Donghae tiba-tiba.

“Eng… Iya.. Di sini rasanya damai,” jawabku sambil merasakan angin yang berdatangan ke arah kami.

“Kalau aku sedang ada masalah, biasanya aku datang ke sini,” ujarnya. Kami sama-sama diam, merasakan angin yang menyapa kami.

“Mmm.. ngapain kau membawaku ke sini?” tanyaku memecah keheningan.

“Oh iya, sampe lupa. Begini, tadi Hyukjae bilang kalo dia mau ngedate sama Hanjae. Nah, aku minta tolong sama kamu. Bantu aku biar dia mau datang, tapi jangan bilang kalo mau ngedate sama Hyukjae. Hanjae juga suka sama Hyukjae kan?” jelas Donghae panjang lebar.

“Jadi.. Hyukjae suka sama Hanjae? tanyaku tidak percaya.

“Ya iyalah. Kalo enggak ngapain ngajak Hanjae kencan? Kau mau bantu,kan?” tanya Donghae memastikan.

“Mmm.. kalo mereka sama-sama suka sih gampang ngurusnya. Oke deh, kubantu. Kapan?” tanyaku.

“Besok malam jam 7. Nanti kujemput deh,” jawab Donghae.

“Mmmm… Baiklah,” kataku mantap.

—————————————————————————————————————–

“Duh, besok aku pake baju apa ya?” gumamku sambil mengacak-acak isi lemari bajuku. Hanya baju sehari-hari saja yang ada di dalam lemariku. Bagaimana ini? Tapi…. sebenarnya yang kencan siapa sih? Kenapa aku yang panik?

Aku mengambil ponselku dan mengirimkan sms untuk Hanjae.

To          : Hanjae

Aku sedang ada masalah. Aku mau curhat sama kamu.

Kutunggu kau besok jam 7 di cafe seberang sekolah.

—————————————————————————————————————–

– Donghae’s POV –

Setelah memasuki kamarku, aku membaringkan tubuhku di atas kasur. Kuambil ponselku dari saku celanaku dan mengirim sms untuk Hyukjae.

To          : Hyukjae

Sudah kubicarakan dengan Hyemi. Dia mamu membantumu.

Sudah kuatur semuanya. Kutunggu kau besok jam 7 di cafe seberang   sekolah.

Sent–>

Setelah terkirim, kutaruh ponselku di kasur. Kutatap langit-langit kamarku. “Meskipun kita hanya membantu mereka kencan, tapi bagiku ini adalah kencan pertama kita,” gumamku.

-TBC-

Ditunggu ya komennya..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s