This is my world…

FF|HARU-HARU|One Shoot|

HARU-HARU

Title       : haru-haru

Author  : Ai_ELF

Rated    : PG-15

CAST  :

Lee Hyukjae

Lee Donghae

Lee Eunjae

Min Junghee

GENRE: Drama

LENGTH: One shoot

Ff kali ini terinspirasi dari lagu dan MV haru-haru Big Bang.

Check it out^__________^

 

“Junghee~” Teriakan Donghae yang panik memecah keheningan di asrama trainee hari itu.

“Ada apa?” Eunhyuk menghampiri Donghae.

“Junghee!! Dia pingsan lagi hyung! Cepat tolong aku hyung…”

“Ne, tunggu sebentar..”

Beberapa saat kemudian Donghae dan Eunhyuk membawa Junghee ke rumah sakit. Di sana Junghee langsung dirawat di ruang ICU. Donghae dan Eunhyuk hanya menanti dengan penuh rasa cemas di luar ruangan.

Donghae’s POV

Junghee.. dia kekasihku, kami adalah trainee SME. Sudah tiga tahun aku berpacaran dengannya. Aku mencintainya.. sungguh mencintainya .. mencintai dirinya apa adanya. Sejak satu tahun yang lalu dia menderita sirosis hati. Namun, apa pun yang terjadi aku akan tetap mencintainya.

Seorang dokter keluar dari ruang tempat Junghee dirawat.

“Dokter, bagaimana keadaan Junghee?” Tanyaku khawatir.

“Tuan, kondisi Junghee-ssi semakin memburuk.”

“Mwo? Lalu.. Apakah ada cara untuk menyembuhkannya?”

“Dalam kondisi seperti ini hanya ada satu cara.”

“Apa dok? Cepat katakan.. saya mohon.. apa pun akan saya lakukan asal Junghee bisa pulih kembali.”

“Hanya dengan cangkok hati.”

“Cangkok hati?”

“Ya.. dan itu paling lambat dilakukan satu minggu lagi.”

“…….”

“Kami akan mencarikan hati yang cocok, baru bisa melaksanakan operasi itu.”

“Dokter saya mohon agar operasinya bisa dilaksanakan secepat mungkin.”

“Ne, kami akan mengusahakannya.”

Tiga hari berlalu namun dokter belum bisa mendapat pendonor yang cocok untuk Junghee. Oh ya Tuhan … bagaimana ini .. aku tidak mau kehilangan Junghee… aku sangat menyayanginya…

>>>>><<<<<

Hari ini aku bersama Eunhyuk hyung kembali datang untuk menjenguk Junghee. Namun, aku dan hyuk hyung tidak menemukan Junghee di kamarnya . kami bertanya pada dokter dan suster namun tidak ada yang mengetahui ke mana perginya Junghee. Akhirnya kami berkeliling rumah sakit untuk mencari Junghee.

>>>>><<<<<

Junghee’s POV

‘bosan’ kataku dalam hati.

Aku memutuskan untuk jalan- jalan di taman rumah sakit. Aku duduk di kursi taman di bawah pohon ginko. Kemudian kurapatkan jaketku. Angin menerpa wajahku dengan lembut, daun-daun ginko berguguran di taman ini. Musim gugur yang dingin…

Aku melamun cukup lama … aku masih meikirkan perkataan dokter 3 hari yang lalu. Dan mulai bermunculan pikiran negatif . aku takut… aku takut jika Tuhan akan segera memanggilku. Empat hari lagi… aku sudah berpikir itu adalah hari terakhir untukku. Hari terakhirku tinggal di dunia ini.

“tinggal menunggu  waktu…” gumamku pelan.

“menunggu waktu apa?”

Seorang yeoja menepuk pundakku pelan. Senyuman yang ramah menghiasi wajahnya yang putih pucat.

“ani” jawabku singkat.

“kau pasien di sini kan?” tanyanya sembari duduk di sampingku.

“ne. kamu juga?”

“ne, kenalkan , aku Lee Eunjae. Panggil saja Eunjae. Kamu?”

“Min Junghee, panggil saja Junghee”

“kau sakit apa?”

“ehmm.. sirosis hati. Kau?”

“aku hanya sering demam tinggi dan pingsan. Daya tahan tubuhku memang lemah. Akhirnya aku dirawat . tapi, tidak ada penyakit yang serius”

“Ya.. kalau begitu bagus…”

“berjuang bersama ya!! HARUS SEMBUH!!”

“NE!!!”

“lalu kita sama-sama sehat dan keluar dari rumah sakit ini!!!”

“PASTI”

Aku terus mengobrol bersama Eunjae. Dia gadis yang sangat menyenangkan. Aku pun bisa cepat akrab dengannya. Betapa senang diriku mendapatkan teman sepertinya. Aku merasa semangat hidupku bangkit lagi karena Eunjae memberikan dukungan padaku. Dia memberi motivasi untuk tetap berjuang melaean penyakit yang kuderita. Dia juga membuatku menjadi tegar menghadapi segalanya.

“Junghee!! Ternyata kau di sini”

“eh.. Donghae..”

“eh dia siapa?”

“dia temanku. Kenalkan namanya lee Eunjae”

“salam kenal. Panggil saja aku Eunjae”

“lee Donghae imnida”

“lee hyuhjae imnida”

“aku kembali dulu ya Junghee..”

“kenapa buru-buru?”

“tidak apa-apa” jawabnya singkat lalu pergi.

>>>>><<<<<

Hyukjae’s POV

Hari ini Donghae kembali mengajakku menjenguk Junghee. Namun, tiba-tiba aku merasa bosan dan memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Lagi pula aku tidak ingin menjadi pengganggu.  Aku pun menuju taman rumah sakit.

“Eunjae..?” gumamku pelan.

Aku melihatnya lagi, dia sedang duduk di bangku taman . di tempat yang kemarin. Aku pun memutuskan untuk menemuinya. Aku mendekatinya dan kudengar dia sedang bernyanyi.

(back sound: haru-haru by big bang)

“suaramu merdu sekali..” kataku setelah dia berhenti bernyanyi.

“ah.. hyukjae-ssi .. mengagetkan saja”

“hehe.. panggil hyuk saja”

“ne..”

“ngomong-ngomong suaramu indah..”

“gomawo..”

“haru-haru.. kamu suka lagu itu ya?”

“ya.. lagu favoritku”

“iya .. lagunya bagus tapi menyedihkan di MV-nya”

“sedikit”

“suaramu bagus..” kataku masih terpesona

“gomawo.. kau sudah bilang tadi..^^”

“kau harus sering bernyanyi untukku ya!!”

“eh?”

“setiap hari kalau perlu!!”

“ehmm.. baiklah..”

“oh ya.. sedang apa kamu di sini?”

“aku Cuma mencari udara segar. Aku suka duduk di sini”

“ya, tempatnya memang enak”

“ya..”

“oh ya.. kalau boleh tau.. kau sakit apa?”

“aku hanya sering demam dan pingsan. Jadi aku dirawat karena daya tahan tubuhku lemah”

“sungguh? Hanya itu?”

“iya..^^”

“hmm.. sudah berapa lama dirawat?”

“dua tahun”

“dua tahun?? Lama sekali”

“…..”

Tak ada jawaban darinya, dia hanya tersenyum sambil menatap daun ginko yang berguguran.

“aku masu dulu ya…”

“aku ikut!!”

>>>>><<<<<

Eunjae’s POV

Baru beberapa langkah aku berjalan kakiku gemetar dan sangat sakit rasanya.

“kau tak apa?” Tanya hyukjae yang mungkin melihat kakiku yang gemetar.

“akh…” tiba-tiba saja aku terjatuh

“Eunjae!!!” suara hyukjae memanggilku dan sejenak kemudian dia telah berada di sampingku dan membantuku berdiri.

“gwaenchanha??” tanyanya

“n..ne..”

“ayo kubantu berjalan”

“gomawo…”

>>>>><<<<<

 

“ini kamarmu kan?”

“ne. gomawo telah mengantarku”

“tapi.. kenapa kakimu tadi?”

“tak apa. memang sering begitu”

“sungguh?”

“iya.. tidak usah khawatir”

“kalau begitu aku pulang ya.. sudah sore. Mungkin Donghae juga telah mencariku”

“ne.. terimakasih sudah menemaniku hari ini”

“ne.. chounmaneyo^^”

>>>>><<<<<

Seorang dokter menemuiku beberapa saat setelah hyukjae pergi.

“lee Eunjae-ssi.. anda harus segera melakukan operasi paling lambat dua hari lagi. Namun, presentasi keberhasilannya kecil”

Aku pun terdiam sejenak. Kemudian, kuputuskan untuk melakukan operasi itu.

“anda yakin?”

“ne. saya yakin!”

>>>>><<<<<

Besok…

Aku akan menjalankan operasi besok. Dan aku harap semua bisa berjalan dengan baik.

“Eunjae..” seseorang memanggilku.

“nuguseyo?”

“hyukjae..”

“oh.. masuklah..”

“waeyo?”

“tidak.. aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan. Kau mau?”

“ne. ke taman saja ya..”

“ne..ayo..”

Kami berdua pun menuju taman rumah sakit. Cukup lama kami berbincang-bincang di sana.

“aku mau kea tap” kataku

“hah?? Atap??”

“iya.. atap rumah sakit”

“untuk apa?”

“di sana nyaman sekali?”

“oh ya? Baiklah”

 

Sampai di atap gedung rumah sakit aku langsung merebahkan diriku di atap gedung.

“haaaaaaaahhh..sejuk..” kataku saat angina berhembus menerpa wajahku.

“kenapa ke tempat ini?”

“aku suka tempat ini..”

“kenapa?”

“entah.. aku ingin terbang dari sini..” kataku sembari berdiri di pinggir atap gedung.

“eh eh! Kau mau apa? Berbahaya di situ!!”

“hmmm..ah.. jadi saja. Tadinya aku ingin terbang dari sini. Tapi aku takut mati.

“hmmm..”

“…”

“Eunjae..”

“wae?”

“boleh aku mengatakan sesuatu?”

“tentu. Apa?”

“hmmm…aku tahu mungkin ini terdengar konyol. Mungkin kau juga tidak percaya pada cinta pada pandangan pertama. Namun, itulah yang kurasakan padamu..”

“….”

“Eunjae.. saranghae..”

“…”

“tolong jangan hanya diam…aku butuh jawabanmu..”

“maaf.. aku tidak bisa”

“apa kau tidak mencintaiku?”

“aku..aku sungguh tidak bisa”

“kenapa?”

“jangan bertanya lagi” kataku sembari pergi.

>>>>><<<<<

Author’s POV

Eunjae meninggalkan Eunhyuk sendiri. Eunhyuk menatapnya heran lalu menyusulnya. Saat menuju kamar Eunjae tiba-tiba Eunjae terjatuh.

“Eunjae kau taka pa?” hyukjae langsung menolongnya.

“aku tak apa”

“kau kenapa?”

“tidak apa. Sudah malam. Pulanglah”

“bagaimana denganmu?”

“aku taka pa. percayalah”

>>>>><<<<<

Eunhyuk’s POV

Aku pun kembali ke kamar Junghee. Ternyata di sana ada seorang dokter.

“Junghee-ssi, Donghae-ssi.. kami sudah mendapatkan pendonor” kata dokter itu.

“benarkah?” Tanya Donghae .

“ya, tentu saja. Jadi, besok bisa dilaksanakan operasi”

“ah.. syukurlah” kata Donghae

“siapa pendonornya?” Tanya Junghee

“dia tidak ingin anda tahu sekarang. Besok saja”

“baiklah. Terimakasih dok..”

“”ya”

>>>>><<<<<

Eunjae’s POV

Waktu serasa bergulir begitu cepat. Tak terasa pagi sudah kembali menggantikan malam yang sunyi.

Aku memasuki ruang operasi. Aku menghela napas panjang. Ruangan ini menjadi begitu terang ketika lampu operasi di atas wakjahku menyala. Aku pun memejamkan mataku…

…. Senyumannya…

…kata-katanya yang lembut…

…kebaikannya..

…semua tentang hyukjae tergambar jelas..

..sangat jelas dalam bayanganku..

…semua kenangan bersamanya..

..kenangan yang singkat itu..

…aku akan menyimpan kenangan itu selamanya..

Tak terasa air mataku menetes mengingat itu semua.

Aku menengok, di sampingku ada seorang gadis . gadis yang cantik.. temanku…

Aku menggenggam tangannya yang dingin dan pucat sebelum para dokter menjauhkan ranjang kami . aku melepas tangan gadis itu perlahan-lahan.. dan seketika semuanya menjadi redup.

>>>>><<<<<

Hyukjae’s POV

Hari ini Junghee akan menjalankan operasi, aku pun menyusul Donghae ke rumah sakit. Sekaligus memberitahukan kabar ini pada Eunjae.

Sesampainy di rumah sakit aku menuju kamar Junghee. Domghae sudah di sana tentu saja.

“hyung, kau sudah datang ^^”

“ne..”

“aku lega sekali. Operasi Junghee berjalan lancer”

“ya, syukurlah.. aku akan memberitahukan Eunjae tentang kabar baik ini” kataku sembari beranjak menuju kamar Eunjae.

“kami ikut!” kata Junghee.

“ayo..” kata Donghae sembari mendorong kursi roda Junghee.

Sesampainya di kamar Eunjae aku langsung masuk karena pintunya tidak dikunci, diikuti Donghae dan Junghee. Namun sepi, taka da siapapun di sana. Mataku menyapu seluruh sudut kamar. Lalu pandanganku tertuju pada meja di kamar Eunjae. Di sana ada sebuah tape recorder. Aku langsung mengambilnya dan menekan tombol play.

“apa itu hyung?”

“ssssttttt… dengarlah…”

Kami bertiga pun bersama-sama mendengarkan rekaman itu.

“annyeong…” terdengar suara lembut Eunjae.

“Eunjae..” bisikku pelan.

“hyukjae.. Junghee.. Donghae… bagaimana kabar kalian? Baik kan?syukurlah kalau iya. Hhh.. uhuk… ehm… aku…. Aku mau meminta maaf… aku sudah membohongi kalian selama ini. Sebanarnya aku dirawat selama dua tahun karena mengidap kanker otak. Sekali lagi aku minta maaf… hhhh… tadinya… aku ingin menulis surat untuk kalian. Namun, kondisiku tidak memungkinkan lagi. Syaraf-syaraf dalam tubuhku sudah tidak bisa berfungsi dengan baik dan akibatnya aku pun sering pingsan, gemetar saat berjalan, dan juga tidak bisa menulis lagi… seharusnya besok aku menjalankan operasi untuk menyembuhkan penyakit yang kuderita namun aku memutuskan untuk tidak melaksanakannya. Lagi pula presentasi keberhasilannya kecil. Jadi, aku putskan untuk melakukan hal lain. Hmm.. Junghee.. semoga keputusanku tepat. Hhh.. apakah hatiku cocok untukmu? Apa kau sudah sembuh sekarang? Aku harap iya…”

“hati.. Eunjae…kamu..” kata Junghee pelan disusul tangisnya yang sudah tidak tertahan lagi. Sedangkan aku, semenjak terdengar suara Eunjae aku sudah menangis.

“ehem.. hyukjae.. sejujurnya .. aku juga mencintaimu.. jeongmal saranghae… namun, aku tidak bisa menerimamu. Aku tahu ini tak mungkin, kisah ini Cuma akan menyakitimu. Karena aku tahu aku akan segera pergi meninggalkanmu untuk selamanya. Aku sungguh minta maaf… aku.. aku sangat senang bisa bertemu denganmu walaupun ini adalah pertemuan yang sangat singkat. Jangan lupakan aku ya… Junghee.. Donghae.. hyukjae.. jangan lupakan aku… dan yang terakhir … untuk menepati janjiku pada hyukjae untuk menyanyi setiap hari untuknya…”

I love you..

I need you…

Naneun hanbeodo ibyeol hanjeogi eomneunde

Wae naega apayo

Wae naega seulpeoyo

Amuireobseotdeon botongnarinde

Saranghae..

Saranghae..

Geudaeape ireoke oechigo inneunde

Ibyeoreun anijyo ibyeori anijyo

Geu reotan daedap wae anhaejunayo…

>>>>><<<<<

                Aku menggenggam tape recorder itu dengan erat. Aku berlari keluar ruangan untuk mencari Eunjae.

(back sound: haru-haru by big bang)

                Aku berlari menuju ruang operasi diikuti Donghae dan Junghee. Aku berlari dari lantai dasar rumah sakit menuju lantai dua rumah sakit.

                Sunyi.. hanya terdengar suara langkah kakiku dan Donghae di belakang. Juga suara kursi roda Junghee.

“hhh… “ aku sampai di depan pintu ruang operasi. Masih dengan napas yang tak beraturan.

                 beberapa saat kemudian pintu ruang operasi terbuka.

“Eunjae!!!!” tangisku seketika pecah . aku langsung menghampirinya dan memeluk tubuhnya yang sudah kaku dan dingin…

oh girl.. i cry cry…

you’re my all….

say goodbye ….

oh girl….

don’t lie lie….

you’re my heart…

say goodbye….

end!!!

don’t forget to coment^^

gamsahamnida😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s