This is my world…

TROYA [Love And War] One Shoot

Title: Troya [love and war]

Author: Ai_ELF

Rated: PG-15

Genre: Action, Thriller

CAST:

LEE HYUKJAE

LEE HANJAE

LEE EUNJAE

YAKUZA

_______________________________________________________________

_PROLOG_

Kau tahu bagaimana rasanya merenggut segalanya dari seseorang?

Kau tahu bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat kau cintai?

Kau tahu bagaimana rasanya hidup dengan dihantui penyesalan?

Kau tahu bagaimana rasanya melindungi seseorang dengan bertaruh nyawa?

Aku… TAHU…

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Aku Lee Hyuk Jae yang biasa dipanggil eunhyuk, aku seorang pemuda berumur 24 tahun. Aku hidup layaknya pemuda seumuranku yang biasanya. Namun, itu hanyalah kehidupan yang kutunjukkan pada orang lain di sekitarku.

Apa kau tahu yakuza?

Aku, bagian dari mereka.

Aku masih ingat ketika pertama kali melihat semua orang dalam kelompok yakuza ini.

Tengah malam yang sunyi , 17 tahun yang lalu. Malam yang tenang sampai ada seseorang mendobrak pintu rumah kami. Ayahku langsung bangun dan melihat apa yang terjadi. Dan ketika ayahku membuka pintu kamar.

‘SRATT’

Sebilah pedang menyayat tubuh ayahku yang membuatnya ambruk seketika. Darah segar mengalir dari  tubuh ayahku , menghiasi ujung pedang yang dipakai orang asing itu.

Ternyata bukan Cuma seorang saja, namun ada  5 orang. Ibuku memelukku, hanya diam dalam ketakutannya. Masih tergambar jelas dalam memori ingatanku ketika ibuku memohon agar aku dibiarkan hidup, sedangkan aku hanya bisa menangis memohon ampun. Tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tak tahu apa salah keluargaku. Aku hanya bisa terus menangis…

Suasana menjadi sangat mengerikan bagiku. Udara seakan menghilang dari ruangan inil, darah dalam tubuhku serasa berhenti mengalir. Napasku tercekat, tubuhku lemas dan dingin. Aku tak berdaya lagi melihat puluhan butir peluru menembus tubuh ibuku tanpa ampun. Membuat luka di setiap inci tubuhnya. Mengoyak tubuh ibuku tanpa tersisa sedikitpun rasa kasihan padanya. Aku kemudian ditarik keluar oleh seseorang, seorang lain menyuruh agar tidak membunuhku. Di luar ternyata ini beum berakhir begitu saja. Mereka membumi hanguskan rumahku. Dan aku hanya bisa terpaku melihat semua ini.

Malam itu… aku kehilangan segalanya…. Rumah…. Keluarga….. bahkan perasaan dan hati nuraniku juga hilang. Yang ada hanya dendam.

Setelah kejadian malam itu aku dibawa ke tempat bos dari orang-orang itu. Aku akhirnya dirawat di sini , tinggal bersama orang-orang ini. Alas an orang-orang ini tidak membunuhku karena mau aku menjadi seperti mereka. Membantu pekerjaan mereka menyelundupkan senjata illegal karena aku masih aman dan belum terlibat kejahatan dan masih aman bagiku membantu penyelundupan senjata illegal ini. Kejahatan mereka ternyata telah tersebar di mana-mana. Mereka, para yakuza yang melakukan perdagangan senjata ini berpusat di Jepang.

Aku memutuskan akan melakukan apa saja agar tidak dibunuh. Alasan sebenarnya aku ingin mempelajari bagaimana mereka, mempelajari cara menjadi yakuza yang hebat dari mereka. Dan akhirnya mendapat waktu yang tepat untuk menghabisi mereka nyawa mereka semua.

Belakangan ini baru aku tahu alas an orang-orang ini membunuh keluargaku. Karena ayahku yang ternyata seorang FBI telah berhasil melacak markas mereka. Dan sebelum ayahku melaporkan pada anggota FBI lain, mereka membunuhnya.

Kini…

17 tahun telah berlalu. Tak sia-sia, sekarang aku telah menjadi bagian dari mereka dan belajar segalanya dari mereka. Tinggal menunggu waktu saja. Aku akan balas dendam.

Rasa dendamku semakin memuncak ketika terjadi suatu hal yang sangat tidak kuinginkan. Kejadian 8 tahun yang lalu. Aku mempunyai seorang kekasih bernama lee eunjae. Pada suatu malam aku mendapatkan tugas untuk membantu orang-orang itu membunuh seseorang. Ini sekaligus untuk melatih dan menguji kemampuanku. Aku dan beberapa orang berangkat menuju rumah seseorang. Entah karena hal apa pikiranku sangat kacau malam itu. Aku juga merasa sangat khawatir.

Dan aku baru tahu bahwa tujuan kami adalah kediaman keluarga eunjae. Aku melihat satu persatu anggota keluarga eunjae dibunuh. Dan terakhir, mereka menarik eunjae dari kamarnya. Seorang dari mereka menggenggamkan pistol di tanganku. Aku tahu maksudnya… membunuh kekasihku ini. Dengan perasaan yang kacau aku mendekati eunjae. Mendekatkan wajahku ke wajahnya. Saat itu aku merasa sungguh lemah dan tak tega. Aku ingin melawan mereka semua tapi aku tahu aku pasti akan mati dengan mudah karena aku masih belum cukup kuat. Aku sungguh tidak tega melihat wajah eunjae yang pucat dan ketakutan,tak tega melihat air matanya. Sungguh aku tak tahu aku harus bagaimana. Sementara orang-orang di sapinku ini terus mendesakku untuk membunuh eunjae.

Aku menarik napas panjang, kukecup bibirnya lembut dan berbisik padanya “eunjae…jeongmal saranghae… saranghaneun mianata”

‘DOR!!!’

Peluru bersarang tepat di sumber kehidupannya, kini jantungnya telah berhenti berdetak untuk selamanya.

Kini, sekali lagi aku melihat orang yang sangat aku cintai meninggal di depan mata kepalaku sendiri…

Bukan Cuma melihat… tapi kini… orang yang aku sayangi meninggal di tanganku….

Semenjak kejadia itu aku merasa  bersalah atas kematian orang-orang yang aku sayangi. Aku selalu merasa lemah dan tak berdaya. Sungguh menyedihkan. Aku tak percaya lagi adanya cinta. Aku telah kehilangan segalanya. Bagiku, hidup ini sungguh tidak adil. Tidak ada lagi kasih saying,taka da lagi hati nurani, bahkan Tuhan pun tak pernah berpihak padaku.

Aku kini telah terbiasa hidup dengan orang-orang berdosa ini, aku pun mulai bisa menyesuaikan diri menjadi bagian dari mereka. Senjata, kekejaman… mereka kini temanku….

This is underworld…

Tiga tahun setelah meninggalnya eunjae, semua sama, taka da yang berubah hingga pada suatu pagi anak buah bos yakuza atau yang kupanggil ‘ayah’ menemukan seseorang di depan gerbang rumah. Mereka lalu membawanya masuk.

Seorang gadis cantik yang sepertinya lebih muda dariku. Setelah tidak sadarkan diri selama 3 jam, akhirnya dia siuman. Setelah banyak menanyai dirinya akhirnya kami tahu sedikit tentang dia.

Namanya lee hanjae, umurnya 16 tahun. Dia bercerita bahwa pada malam hari sebelum dia sampai di rumah ini ada penjahat yang merampok rumahnya. Orang tuanya dibunuh, namun dia berhasil kabur. Tapi para penjahat itu masih terus mengejarnya. Singkat cerita dia lolos dan pingsan di depan rumah ini.

Satu tahun setelah hanjae tinggal di sini dia mulai tahu kehidupan sebenarnya di balik kehidupan biasa di rumah ini. Aneh bagiku dia tidak takut atau kaget. Dia malah tertarik , akhirnya dia juga diajari menjadi seperti kami. Bahkan dia bisa belajar sangat cepat.

Gadis itu.. membuat kami semua tercengang dalam misi pertamanya. Caranya membunuh seseorang membuat semua orang memandang ngeri. Dia sangat lihai memainkan pisau  di tangannya. Dan dalam sekejab, seluruh penghuni rumah ini sudah tak bernyawa, mati mengenaskan di tangannya. Tercabik-cabik pisau yang menari indah dalam genggamannya. Yang tak kulupakan adalah caranya membunuh seorang di rumah itu yang sepertinya pemuda seumuranku. Hanjae memandangi orang itu, dan hal yang sungguh tidak terduga, dia mencium orang itu, membuatnya terbangun kaget. Dia memaksakan lidah orang itu terjulur dan ‘CRASHH’ dia memotonnya. Dia menjilat tetesan darah yang mengalir di ujung bibirnya. Memandang dengan tatapan datar dan.. ‘SRATT’ dia mencabik-cabik tubuh orang itu tanpa ampun. Lalu menusukkan pisaunya tepat di jantung orang itu. Lalu dia tersenyum dan berkata “aku baru tahu rasanya darah segar…” dia tersenyum puas lalu melanjutkan aksinya. Tanpa bantuan kami sedikitpun.

Dan semenjak bertemu dengan hanjae aku menyadari sesuatu yang membuat aku bangkit dari semua keterpurukanku.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Tadinya aku tidak peduli adanya hanjae atau tidak. Namun pribadinya yang misterius malah membuatku tertarik padanya. dia pendiam . tatapan matanya selalu dingin. Tak banyak bicara. Aku agak heran dengannya jadi aku mulai berusaha mengakrabkan diri padanya. memang sedikit sulit, tapi… hasil yang tidak terduga, saat semakin dekat dengannya aku baru sadar dia sangat baik dan menyenangkan. Dan sampai saat ini, hanjae telah menjadi kekasihku.

Hanjae membuatku menyadari banyak hal yang selama ini aku abaikan. Selama ini aku selalu berpikir aku tak punya siapa-siapa, aku berpikir Tuhan pun telah meninggalkanku. Tapi suatu ketika hanjae berkata padaku “do you know? Someone say that God doesn’t smile to him or her. And someone say that God always smile to him or her. But I believe and I will say that God, always by my side”

Ya… aku baru sadar. Apa pun yang terjadi Tuhan akan selalu ada untukku. Jika memang ini jalannya.aku akan menjalaninya. Aku tahu Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik pada umatnya. Semua pikirsn burukku selama ini salah. Seharusnya aku bersyukur bisa selamat di malam itu. Dan kini aku tinggal menyusun cara agar bisa menghancurkan semua kejahatan ini.

AUTHOR’s POV

Beberapa waktu berlalu. Hal yang sangat mengejutkan bagi eunhyuk. Suatu rahasia tentang hanjae.

“oppa… apa aku bisa mempercayaimu?” Tanya hanjae pada suatu ketika.

“ya. Tentu. Kau sudah mengenalku dan kau bisa mempercayaiku” kata eunhyuk.

“ada suatu hal yang perlu kau ketahui… dan berjanjilah ini akan jadi rahasia di antara kita”

“ya. Aku janji”

“aku.. dan semua cerita tentang kedatanganku sampai di rumah ini. Itu hanya cerita yang kubuat-buat” kata hanjae berbisik.

“MWOYA???”

“sssssssssttttt….. jangan keras-keras”

“ne ne.. ayo lanjutkan….”

“jadi begini.. sebenarnya aku tidak tersesat kesini”

“jadi?”

“aku memang sengaja datang kesini”

“tapi katamu … orangtuamu…”

“itu Cuma cerita bohong saja”

“ok.. lalu?”

“aku sebenarnya seorang agen FBI.  Aku menjalankan misi di sini untuk menyelidiki kejahatan di sini”

“tapi.. kamu… kenapa menceritakan ini padaku?”

“kau pikir aku bodoh menceritakan ini pada sembarang orang?”

“mwo?”

“aku tahu kamu sebenarnya. Tentang kehidupanmu dulu”

“bagaimana bisa tahu?”

“aku telah menyelidiki semua hal di sini. Jadi tak usah heran”

“ok.. lalu?”

“aku mungkin bisa membantumu. Membantumu keluar dari semua ini. Aku tahu kamu pasti tidak ingin terus berada di sini”

“tentu..tapi  aku tidak ingin kejagatan ini terus tersembunyi dan berlanjut. Aku tidak suka”

“jika waktunya sudah tepat, kita akan keluar dari sini. Anggota FBI lain akan membantu”

“arraseo”

>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<

Keesokan harinya suatu hal terjadi. Hanjae tidak ditemukan di mana-mana. Eunhyuk mencarinya tapi tidak ketemu. Sampai pada siang hari eunhyuk mendapat kabar dari anak buah ‘ayahnya’ bahwa hanjae kabur dari rumah. Ternyata dia seorang agen FBI yang menyamar. Eunhyuk langsung panik mendengarnya. Dia tahu saat ini hanjae pasti dalam bahaya.  Dia kebingungan bagaimana caranya menolong hanjae.

Dia langsung keluar rumah dengan motor miliknya mencari hanjae. Mencari di setiap sudut kota seoul di mana kira-kira hanjae bisa ditemukan.  Tempat yang sungguh tidak terduga, eunhyuk menemukan hanjae di sebuah gereja kecil di dekat makam. Di sana hanjae terduduk diam sambil memegang kakinya. Ternyata dia terluka. Pasti saat melarikan diri anak buah ‘ayah’ eunhyuk berhasil melukainya.

“hanjae!! Gwenchannayo?”

“oppa… kenapa di sini?”

“aku mencarimu!! Aku khawatir karena kau tak kutemukan di mana-mana”

“aku bodoh sekali oppa… aku ketahuan…”

“ayo ikut aku. Aku akan melindungimu apa pun yang terjadi”

‘DOR! DOR! DOR!’

Tiba-tiba terdengar bunyi tembakan dari arah luar. Eunhyuk mengintip sedikit ke arah luar dan didapatinya ada beberapa anak buah ‘ayahnya’ di luar gereja.

“ya!! Hanjae kita tidak bisa terus di sini! Kita bisa mati mengenaskan di sini”

“kita harus keluar!!”

“tapi kakimu?”

“tidak masalah oppa”

“jeongmal?”

“ne!!”

Mereka berdua pun keluar dari gereja tersebut. Mengendap-endap berusaha menghindari para penjahat itu.

‘DOR!’

Mereka mulai menembak lagi.

“oppa kau tidak bawa senjata?”

“tidak! Aku panik tadi!!”

“ini pakai punyaku cepat”

“ne”

Kini baku tembak tidak bisa dihindari lagi. Hanjae dan eunhyuk berusaha melawan orang-orang itu. Sampai ‘ayah’ eunhyuk datang ke tempat itu membawa lebih banyak anak buahnya dan berhasil menangkap eunhyuk.

“aaaaaaaaa!!!!!!!! Lepaskan aku!!!!!!!!!!!”

“eunhyuk!! Apa-apaan kamu!! Hanjae itu pengkhianat!!!”

“aku tidak peduli!! Aku benci kalian semua!!!!”

“eunhyuk!!!!!!!! Patuhi appa!!!”

“aku bukan anakmu!! Hanjae!! Pergi selamatkan dirimu”

“kejar gadis itu!! Jangan biarkan lolos”

Eunhyuk tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Orang-orang kejam itu menyeretnya kembali ke rumah. Dia hanya bisa terus berharap hanjae baik-baik saja. Tapi hal itu sepertinya terbalik dengan keadaan sebenarnya. Seorang anak buah ‘ayah’ eunhyuk tiba-tiba menyeretnya keluar dari kamarnya yang dikunci oleh mereka.

Mereka membawa eunhyuk keluar dari kamarnya dengan diseret-seret.

“arg!! Lepaskan aku!!” bentak eunhyuk tapi diabaikan oleh orang-orang itu.

Mereka pun sampai di sebuah tempat yang ternyata tempat pembuatan senjata-senjata illegal. Orang-orang itu masih menyeret-nyeres eunhyuk. Sampai di dalam ruangan eunhyuk kaget karena mendapati hanjae sudah berhasil ditangkap.

“hanjae!!!!” teriak eunhyuk.

“oppa…”hanjae hanya bisa menjawab pelan dengan sedikit tenaga yang masih tersisa.

Eunhyuk terus berusaha berontak tapi orang-orang itu tidak melepaskannya. Di hadapan eunhyuk kini ada sebuah tabung kaca yang sangat besar.tabung itu juga penuh berisi air.  Dan hanjae, digantung di atas tabung itu.

“lepaskan hanjae!!!!” bentak eunhyuk lagi.

Bukannya melepaskan hanjae tapi malah menyiksa hanjae. Mereka memukul tubuh hanjae yang sudah penuh luka dengan sabuk kulit. Belasan kali bahkan puluhan kali.

“hanjae!!!!” teriak eunhyuk yang seketika melepaskan diri berusaha menolong hanjae

‘DOR!’

“arggg!!!!!” terdengar erangan eunhyuk saat sebuah timah panas menembus kaki kirinya. Membuatnya ambruk seketika karena sakit di kakinya.

Dengan sekuat tenaga eunhyuk masih berusaha mendekati tabung itu. Tak pedul dengan rasa sakit di kakinya.

“oppa…c..cukup…aku baik-baik saja…”

‘DOR!’

Sebuah peluru lagi-lagi menembus kaki kiri eunhyuk. Membuat eunhyuk semakin merasakan sakit di kakinya.

‘BYURRRRR!!!’

“HANJAE!!!!!!” teriak eunhyuk sangat keras ketika tubuh hanjae dimasukkan ke dalam tabung tersebut. Hanjae sedikit panik dan mengetuk-ketuk tabung kaca tersebut. Berusaha menahan sakit dan berusaha menahan napasnya lebih lama lagi.

“kumohon.. lepaskan dia… kumohon…” pinta eunhyuk kepada ‘ayahnya’ yang sedari tadi menjadi penonton dalam pertunjukan itu.

EUNHYUK’S POV

Ya Tuhan aku harus bagaimana…aku tidak ingn hanjae meninggal seperti ini… lebih baik aku saja yang mati daripada dia…

“lepaskan hanjae.. kumohon… akan kulakukan apa pun asal hanjae dilepaskan… aku rela mati demi dia…”

Hanjae masih berada dalam tabung kaca tersebut. Napasnya semakin habis dan tubuhnya makin melemah. Dia mengetuk-ketuk lagi kaca tabung itu. Aku menoleh padanya. dia membentuk jari-jari tangannya membentuk love dan tersenyum. Dia lalu memejamkan matanya.

“HANJAE!!!!!!!!!! ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku kencang. Aku  lalu merebut salah satu senjata dari seseorang di sana yang cukup besar lalu memukul tabung kaca itu dengan sangat keras dan ‘PYAARR’ kaca itu pecah.

Aku langsung menopang tubuh hanjae yang sudah kaku Lalu. memeluk dirinya sangat erat. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku begitu menyesal tidak dapat melindungi hanjae. Untuk kesekian kalinya aku tidak  bisa menyelamatkan orang yang sangat aku sayangi. Sungguh… kali ini saja Tuhan memberikan sebuah keajaiban… aku tidak ingin kehilangan hanjae. Bisa-bisa aku akan mengisi seluruh hidupku dengan penuh rasa penyesalan.

“eunhyuk! Lepaskan saja gadis tidak berguna ini” bentak orang yang selama ini kupanggil ‘ayah’

“tidak!! Aku akan bersamanya!! Kalian tidak mengerti apa-apa!!”

“oppa…” terdengar suara lemah hanjae yang membuatku sedikit lega. Setidaknya dia masih hidup.

“ne…” jawabku singkat.

“tinggalkan saja aku.. selamatkan dirimu sendiri…”

“tidak akan!!!”

Hanjae masih berada dalam pelukanku. Darah yang mengalir dari luka-luka di sekujur tubuhnya mengalir di tubuhku. Aku menatap matanya yang semakin sayu. Dan menatapnya hanya membuat hatiku makin sakit.

“sudah!! Bunuh saja dua-duanya. Mereka hanya akan menjadi sandungan dalam bisnis kita kalau tidak dihabisi” suara orang yang selama ini kupanggil ‘ayah’ memecahkan suasana yang sesaat hening tadi.

“tapi kami ingin sedikit bermain-main dulu dengan mereka” kata yang lain.

Yang aku pikirkan saat ini hanyalah melindungi hanjae. Tak ada yang lain.

Kini aku mengerti apa maksud mereka dengan kata bermain-main tadi. Mereka menyabet seluruh tubuhku dengan sabuk kulit mereka bertubi-tubi. Sungguh sakit bukan main rasanya. Hanjae yang ada dalam pelukanku hanya bisa menahan air matanya.

“oppa… c..cukup..hentikan..jangan sakiti eunhyuk…” erangnya lemah.

“”aku tak apa..percayalah jagi..” bisikku padanya bersamaan dengan sebuah sabetan yang menyobek kulit punggungku. Aku hanya bisa meringis menahan semua rasa sakit ini. Aku sudah tidak kuat lag melawan mereka. Mereka berusaha memisahkan hanjae dariku tapi aku tak mau. Aku masih terus memeluk dirinya erat-erat.

Dan sedetik kemudian terdengar suara tembakan yang menggema di seluruh ruangan itu. Tembakan-tembakan yang mengoyak tubuhku. Darah yang bercucuran dari sekujur tubuhku kuabaikan saja. Hanya satu yang ada dalam pikiranku. Aku hanya ingin hanjae selamat walau nyawaku taruhannya. Walau aku tahu pasti. Jika waktuku sebentar lagi habis… hanjae pun tidak akan selamat.

“cukup. Permainan ini membosankan. “ kata salah satu dari mereka.

Aku masih terus menahan rasa sakit dalam tubuhku. Aku memejamkan mataku menahan semua rasa sakit ini. Dan ketika kubuka mataku aku melihat dua orang yang membawa sebuah jerigen yang cukup besar. Dan tak kumengerti apa maksud semua ini.

“nikmatilah tiga detik dalam hidupmu” kata ‘ayahku’

Dan mereka menghitung.

Satu…

Mereka menyiram tubuhku dan hanjae dengan minyak tanah yang mereka bawa dalam jerigen tersebut.

Pada hitungan pertama tersebut yang kuingat adalah masa-masa bahagia bersama orang-orang yang sangat kusayangi.. keluargaku. Eunjae.. dan hanjae.. membuatku menyunggingkan seulas senyum tipis di bibirku.

Dua…..

Mereka mulai menyalakan sebuah korek api.

Membuatku teringat akan bayangan-bayangan kelam dalam hidupku. Membuatku mengingat kejadian di mana eunjae dan keluargaku meninggal dengan tragis.

Membuatku semakin merasakan sakit yang kualami. Membuatku merasa ingin menitikkan air mata.

Tiga….

Mereka bersiap menjatuhkan korek api yang sudah menyala itu pada tubuh kami.

Aku menutup mataku, mendekap hanjae lebih dekat.

Dan jika ini memang akan menjadi akhir dalam hidupku. Yang kuinginkan, aku tidak ingin terpisah dari hanjae…

>>>>>>><<<<<<

“bagaimana kalau kalian diam dan mendengar sesuatu yang kalian abaikan dari tadi” hanjae melepas pelukanku. Berdiri dan menatap orang-orang ini dengan tatapan penuh arti. Membuat semua orang berhenti bergerak.

Terdengar suara dentingan yang nyaring dan semua menyadari bahwa itu adalah suara timer bom.

“jika kalian memberiku dan eunhyuk waktu untuk hidup selama 3 detik. Maka aku masih sedikit berbaik hati. Masih tersisa waktu 30 detik  untuk mencari dan menjinakkan bom itu” hanjae menyunggingkan senyum sinis di bibirnya. Membuat semua orang di sini bercucuran keringat dingin.

Waktu 30 detik sangatlah tidak mungkin bagi seseorang untuk menjinakkan sebuah bom. Apalagi jika bukan ahlinya.

“arg!! Kalian semua lebih baik mati di sini!!”  hanjae dengan cepat mengambil pisau yang tersembunyi di saku celananya. Menusukkannya pada seorang yang memegangi tubuhku. Dia menarikku dan menopangku berdiri. Sementara orang-orang sibuk menyelamatkan dirinya.  Saat semua orang menuju tangga, dengan entengnya hanjae berkata.

“bom raksa yang menjalar di bawah tangga. Goncangan akan membuat bom meledak. Selamat bersenang-senang” senyum masih tersungging  di bibirnya membuat semua orang panik.

‘PYAAAAAARRR!!!’ hanjae memecah sebuah kaca di gedung bertingkat itu. Masih menopang tubuhku. Dia membawaku melompat dari lantai 2. Bersyukurlah kami berdua jatuh di rerumputan. Bersamaan dengan jatuhnya kami. Terdengar suara dentuman keras. Kaca-kaca di gedung ini hancur berantakan. Kini semua telah hancur.kami langsung lari menjauh dari tempat ini. Dan  Bom telah meluluhlantakkan tempat ini.

“hanjae..kita selamat..”

“ne…”

“bagaimana kau memasang bom di sini?”

“kemarin aku telah kemari.. ku pikir karena ini tempat pembuatan senjata maka mereka pasti akan kesini. Dan benar saja.”

“yah.. aku tak peduli.. apa kau baik-baik saja?”

“ne”

Samar-samar aku melihat polisi datang ke tempat ini dengan jumlah yang banyak; polisi yang selalu datang saat semua sudah selesai. Pandanganku seketika kabur. Tubuhku telah terlalu banyak terluka.

Dua bulan penuh aku drawat di rumah sakit. Kondisiku cukup parah, tap kini aku sudah baik-baik saja. Dan yang lebih menggembirakan lagi, kini aku mendapatkan keluarga yang sangat baik padaku. Aku tinggal bersama keluarga hanjae. Semuanya kini telah seperti dulu. Tak ada tekanan dalam hidupku. Aku hanya perlu menjalani hidup in dengan senyum. Tuhan yang adil telah memberiku segalanya.

Aku sangat lega.. semua berakhir dengan baik. Ya, seperti yang dikatakan hanjae.. bahwa Tuhan selalu ada di samping kita.. melindungi kita.. kini … aku telah mendapatkan kehidupanku yang bahagia.

END

COMENT PLEASE ~~ THANK YOU J

6 responses

  1. ulfandutt

    Hwaaaa!!! Keren😀

    June 3, 2011 at 1:57 pm

  2. kerennn
    kyk agen rahasia…
    hhe

    June 6, 2011 at 10:49 am

  3. Ika_hyukkie

    kereeeeennnn ff nya ..
    aku suka thor ..
    eh iya aku readers baru ..
    gak apa kan ?

    June 8, 2011 at 11:41 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s