This is my world…

Try To Change It (EunHae Friendship) Chapter 2

Author : Quincy

Title: Try To Change It

Cast:

– Lee Hyuk Jae

– Lee Donghae

– Super Junior

Genre: Frienship

Review:

Chapter 1

________________________________________________________________

SiWon terkaget, tapi ia tidak terlalu memusingkannya. SiWon kemudian kembali ke tempat duduknya, sedangkan DongHae hanya diam di tempat karena jantungnya masih berdetak kencang akibat mengingat masa lalunya. Ia berkeringat dingin, sehingga wajahnya pucat.

Sementara itu~

Hanya berjalan santai menuju luar sekolah. Ia kemudian bersandar di salah satu pohon rindang. “Aih~” desah EunHyuk kesal. Lee sonsaengnim yang adalah Ajussi juga kepala sekolah bagi EunHyuk tak sengaja melihat EunHyuk yang bolos. “Hyuk Jae!” panggil Lee sonsaengnim. “Ah, Ajussi!” kata EunHyuk kaget. “Kenapa kau tidak masuk kelas?” tanya Lee sonsaengnim. “I..ini juga aku baru mau ke kelas,” kata EunHyuk berusaha ngeles. “Hyuk Jae! Jangan lupa kau ajak DongHae ke rumahmu! Awas kalau tidak!” kata Lee sonsaengnim mengancam. “Arasseo,” kata EunHyuk kemudian berjalan menuju kelasnya diikuti oleh Lee sonsaengnim.

Sesampai di kelas.

EunHyuk duduk di sebelah DongHae yang PASTInya hanya diam. Kemudian sonsaengnim pun datang dan memulai pelajaran. Setelah usai pelajaran, murid-murid sudah diperbolehkan pulang. “Lee DongHae! Kau sudah diberitahu Ajussi kan, kalau kau akan ikut ke rumahku!?” tanya EunHyuk memastikan. DongHae hanya mengangguk. “Sekarang kita pulang,” ajak EunHyuk sambil mengambil tasnya. DongHae pun mengikutinya dari belakang.

Saat on the way menuju parkiran, EunHyuk bertemu dengan HeeChul dan HanGeng. “Hei, kunyuk!” sapa HeeChul. “Ingat nanti jam 7, Oke?” kata HanGeng. “Arasseoyo,” kata EunHyuk berhenti sejenak. Jelas saja DongHae yang berjalan di belakangnya ikut berhenti. HeeChul menengok ke belakang EunHyuk. “Nuguya?” tanya HeeChul. “Ini? Lee DongHae murid baru yang bisu di kelasku itu!” kata EunHyuk sambil menyindir. “Hyuk! Jangan bicara begitu donk!” kata HanGeng. “Ah, emang itu kenyataan kok, hyung!” kata EunHyuk. “Ya sudah, aku mau pulang. Daa, sampai jumpa nanti ya!” kata EunHyuk melambaikan tangan kemudian berjalan menuju mobil Renault Samsung 21nya diikuti oleh DongHae.

“Naik! Duduk di depan! Nanti aku yang dikira sopir!” kata EunHyuk. DongHae hanya mengangguk kemudian duduk di depan.

Aigo~

Mewah sekali~

Pikir DongHae.

Sesampai di rumah EunHyuk.

EunHyuk memarkirkan mobilnya. Rumah EunHyuk termasuk golongan kelas A. Maksudnya, kemewahan dan besarnya tergolong SANGAT mewah dan besar. DongHae sedikit terkaget melihat rumahnya EunHyuk. Tapi ekspresi terkejut DongHae sama sekali tak terlihat di mata EunHyuk. Jelas saja, karena wajah DongHae hanya memberikan ekspresi beku. Begitu masuk ke dalam rumah, entah kenapa serasa rumah kosong.

DongHae begitu masuk ke dalam rumah tersebut hanya celingak-celinguk. EunHyuk yang melihat reaksi DongHae langsung bertanya. “Waeyo? Kau bingung kenapa rumah ini tak ada orang?” tanya EunHyuk. DongHae hanya mengangguk. “Orang tua-ku sudah meninggal. Ini warisan orang tuaku,” jelas EunHyuk.

Sendiri di rumah seperti ini?

Apa tak kesepian atau ketakutan?

Pikir DongHae.

EunHyuk kemudian mengajak DongHae ke salah satu kamar. “Ini kamarmu. Kamarku di sebelah kamar yang di sini. Kalau sampai kau merusak barang di sini kau harus ganti rugi!” kata EunHyuk. DongHae kemudian meletakkan tasnya dan melihat ke sekililing kamar.

EunHyuk pun berjalan keluar menuju kamarnya. “Huuft, kenapa aku harus mengingat mereka?” gumam EunHyuk sambil meletakkan tasnya di atas kasur. Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur. “Aigo~” keluh EunHyuk. Ia mulai memejamkan matanya secara perlahan. Ia pun tertidur.

Sementara itu~

Di kamar DongHae.

DongHae masih celingak-celinguk melihat kamar. “Mwoya? Kenapa kamar ini begitu menyeramkan?” gumam DongHae pelan saat melihat ke sekeliling kamar. Tiba-tiba ia bayangan itu terlintas lagi di pikiran DongHae. “Andwaeyo Lee DongHae! Jangan ingat!” teriak DongHae sambil memukul kepalanya. “Hah hah hah,” nafas DongHae terengah-engah untuk berusaha mengenyahkan bayangan yang terus melintas di pikiran DongHae bila melihat tempat yang sepi dan luas.

Setelah beberapa menit lamanya, akhirnya DongHae berhasil menenangkan pikirannya dan bisa bernafas lega. “Hhhhh, tenang Lee DongHae. Tenang!” kata DongHae sambil mengusap-usapkan dadanya. “Lebih baik aku tidur,” kata DongHae kemudian membaringkan tubuhnya pada kasur tidurnya yang sangat empuk itu.

Pukul 06.15 pm.

KRING KRING KRING. Alarm kamar EunHyuk berbunyi. “Hnng,” EunHyuk merentangkan tangannya untuk merenggangkan otot-otot nya. Kemudian ia mematikan alarmnya. “Hm, sudah jam 06.15 pm. Tak kusangka aku bakal tidur selama ini. Aih, aku mandi dulu ah,” kata EunHyuk. Ia pun menuju kamar mandi dan memutarkan kran di bathtub. Ia menunggu air agar bak menjadi penuh dengan menyiapkan persiapan mandinya seperti, handuk, sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi (pastinya!), shampoo, baju untuk karaoke nanti, parfum dan segala macamnya.

Ia kemudian masuk ke kamar mandi memutarkan kembali kran agar air berhenti mengalir. EunHyuk kemudian membuka semua pakaiannya. Dan memasukkan diri dalam bathtub yang berisi air hangat. Setelah selesai berendam, EunHyuk mengambil handuknya kemudian menuju wastafel untuk menyikat gigi. Seusai sikat gigi ia mengambil baju yang dia pilih tadi dan memakainya. Tak lupa dengan parfum khasnya yang berbau lavender.

Setelah bersiap, EunHyuk mengambil Hp-nya kemudian menelpon LeeTeuk. “Yoboseyo? Hyung! Kau sudah siap? Aku sudah mau berangkat nih!” kata EunHyuk. “Arasseo,” kata EunHyuk kemudian setelah mendengar jawaba LeeTeuk. EunHyuk-pun keluar dari kamarnya. Ia mengunci kamarnya rapat-rapat. Setelah itu ia keluar dari rumah dan mematikan lampu ruang tamu dan tak lupa mengunci pintu depan rumah. EunHyuk kemudian memakai kacamatanya dan membuka kunci mobil Renault Samsung 21-nya. “Ga jja!” kata EunHyuk sambil menggas mobilnya.

BRRM.

Sesampai di rumah LeeTeuk, EunHyuk langsung nyelonong masuk tanpa ngelihat siapa-siapa. Begitu masuk, EunHyuk sudah disambut oleh para pelayan LeeTeuk. “Di mana Teuk-hyung?” tanya EunHyuk. “Masih di kamarnya, Tuan.” Kata seluruh pelayan yang jumlahnya kira-kira 15-an secara bersamaan (bisa kebayangkan?). EunHyuk menutup telinga mendengar perkataan nyaring. Ia kemudian naik ke lantai atas, mencari kamar LeeTeuk. Begitu melihat pintu berisi tulisan ‘Teukie Teukie’s room’, EunHyuk langsung membuka pintu dan masuk.

“Hyung, annyeong!” sapa EunHyuk. “Eh, si kunyuk udah dateng toh!” kata HeeChul. “Mana Hyunnie dan SiWon?” tanya EunHyuk yang hanya melihat LeeTeuk, HeeChul, dan HanGeng. “Belum datang. SiWon lagi otw. Kalau Hyunnie lagi siap-siap,” jelas LeeTeuk. Sedangkan HanGeng hanya mengangguk saja. “Arayo,” kata EunHyuk kemudian mencari tempat duduk lalu duduk.

Beberapa menit kemudian.

“Hyung! Mian, telat!” ujar SiWon dan KyuHyun secara bersamaan begitu sampai di kamar LeeTeuk. “Lho? Kalian kok bisa samaan?” tanya HanGeng. SiWon dan KyuHyun menoleh dan menatap secara bergantian kemudian mengangkat bahunya. “Mollayo,” kata KyuHyun. “Ya sudah. Ayo kita berangkat. Ga jja!” kata LeeTeuk sambil mengambil kunci mobilnya dan juga dompet dan Hp-nya. “Ga jja!” teriak semuanya kecuali EunHyuk.

Mereka semuapun langsung menuju mobilnya masing-masing. Kecuali HeeChul yang membawa motor termahal di dunia. Sesampai di tempat karaoke, seperti biasa LeeTeuk memesan Soju. Merekapun bernyanyi-nyanyi ria. Mereka menyanyikan lagu Super Junior yang Bonamana. Setelah puas bernyanyi mereka berencana untuk minum-minum. Tapi, saat EunHyuk akan mengambil botol Soju dan menuangkannya dalam gelas, botolnya sudah ditarik SiWon terlebih dahulu. “YA! Aku mau minum!” bentak EunHyuk. “ANDWAE! Kau sudah minum kemarin! Jadi sekarang kau tak boleh minum!” kata SiWon. Terjadilah rebutan minum antara SiWon dan EunHyuk.

Sementara itu~

Di waktu yang sama.

Di rumah EunHyuk. DongHae terbangun dari tidurnya. Ia merentangkan tangannya. Dia merenggangkan otot-ototnya. “Hnng,” DongHae kemudian melihat jam weker yang dia taruh. “Aigo~ sudah jam segini! Kenapa aku tidur bisa senyenyak ini?” gumam DongHae kemudian berjalan menuju kamar mandi. DongHae membasuh mukanya dengan air. Ia kemudian hendak keluar untuk mencari minuman.

CKREEK.

Mata DongHae terbelalak melihat kegelapan di luar kamarnya. Keringat dingin mulai bercucuran. Nafas DongHae mulai tak teratur. Wajahnya pucat. Sepi! Sama sekali tak ada orang! DongHae kemudian berlari menuju kamar EunHyuk. Grek grek grek! Pintu kamar EunHyuk terkunci, sama sekali tak dapat dibuka. DongHae dengan panik berlari turun, tak peduli dengan apa yang ditabraknya. Ia mencoba membuka pintu depan dan mencari saklar untuk menghidupkan lampu. Pintu depan juga terkunci.

DongHae kembali mengingat masa lalunya. Sulit baginya melupakan masa lalu tersebut. Tiba-tiba air mata mengalir deras dari pelupuk mata DongHae. Dia menggigil ketakutan. Keringat dingin tak henti-hentinya bercucuran. Kakinya terasa lemas, ia terduduk menangkupkan kepalanya kedalam kakinya. Tangannya menutup telinga seakan-akan tak mau mendengar apapun juga. Ia menangis, terus menangis.

Sementara itu,

Di tempat karaoke,

“YA!” bentak EunHyuk pada SiWon yang tetap tak mau memberikan botol Soju tersebut. Sedangkan para hyung dan maknae sudah mulai mabuk. Botol-botol Soju sudah kosong. “Aish! Aku lebih baik pulang!” kata EunHyuk. Kemudian ia mengambil tasnya dan kunci mobil. “Hyukkie~~ ke..hik..kenapa kau pulang..hik?!” tanya LeeTeuk tampak sudah mabuk berat. “Hyung, lebih baik kau pulang. Nanti kau sakit!” ujar EunHyuk kemudian keluar.

EunHyuk langsung masuk ke mobil dan menghidupkannya. “Aish! Jinjja— kesialanku makin hari makin bertambah! Pertama murid baru sialan yang harus tinggal di rumahku! Kedua si kuda itu!!!! Ugh!” umpat EunHyuk kesal. EunHyuk diam sejenak tampak sedang berpikir. “Jjamkanma? Murid baru?” lagi EunHyuk diam sejenak. “OMONA! Aku lupa! Dia masih ada di rumah!” teriak EunHyuk. Dengan cepat ia langsung tancap gas. Takut terjadi apa-apa pada DongHae. Bukan karena ia kasihan terhadap DongHae. Tapi, karena takut sama Lee Ajussi.

Sesampai di rumah,

Dengan cepat EunHyuk memarkirkan mobilnya lalu keluar dan buru-buru mengeluarkan kunci rumahnya. “Aishh! Mana lagi kuncinya!” umpat EunHyuk yang lagi mencari kunci. “Ah, ini dia!” EunHyuk pun langsung membuka pintu depan dan menghidupkan lampu. Dia melihat sekeliling. “DongHae-ssi? Lee DongHae?” panggil EunHyuk perlahan. Kemudian ia melihat seseorang terduduk di bawah tampak ketakutan. EunHyuk sempat tersentak kaget, kemudian ia melihat orang itu, yang ternyata adalah DongHae.

Rambut DongHae acak-acakan, bajunya basah akibat keringat dinginnya. Nafasnya terengah-engah dan wajahnya pucat serta matanya yang sembab akibat menangis. Ia masih menutup telinganya dan masih menangkupkan kepalanya. “DongHae? Lee DongHae?” EunHyuk mendekati DongHae yang masih menggigil ketakutan. Saat hampir disentuh oleh EunHyuk, DongHae tersentak kaget. Ia menjauh dan masih menggigil. “DongHae? Waegeurisoyo?” tanya EunHyuk.

DongHae masih menangis dan menggigil menutup telinganya. Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan menutup telinganya lebih keras saat EunHyuk berusaha berbicara padanya. Saat EunHyuk hendak mengelus pundak DongHae, tiba-tiba DongHae berteriak. “JANGAN SENTUH!” teriaknya menjauh dan terus terisak. EunHyuk terkejut.

Jangan-jangan maksud Ajussi..

Dengan ada ‘masa lalu’ yang buruk itu?

Pikir EunHyuk.

TBC

Jujur aja, aku mengakui kalau ini ff cerita na agak maksa -___-‘

tapi tetep d harap komen.a :DD

8 responses

  1. gby

    kira-kira smpai chapter berapa chingu???

    June 7, 2011 at 1:17 pm

    • gatau,,,authornya nih belum muncul,,,heheheeh…saya cuma admin yang tugasnya ngepost😀

      June 7, 2011 at 2:02 pm

  2. ichi-ichi

    hohohoho .. mau nanya, emang masa lalu.a itu apa sih?

    June 7, 2011 at 1:31 pm

  3. Devie unguviolet

    Knapa tu si hae?? Jd pnsran dg msa lalu nya.. Cpt2 donk chapter 3 nya chingu.hehehe#maksa

    June 7, 2011 at 3:10 pm

  4. han soo mi

    Hweee..bagus..sukses bikin aku tambah penasaran kelanjutannya..lanjuuuuutt!!!😀

    June 7, 2011 at 5:09 pm

  5. Pingback: Try To Change It (EunHae friendship) Chapter 3 « ♛Koreanfiction ♛

  6. Rani Octaviani'Puthri

    Belum tinggal komen yaa ?
    Ahhaa ..😀

    Beuh, kenapa itu ? Donghae kenapa sih ?
    Penasaran, lanjut ke chapter berikutnya dah ..
    Ahhaa ..😀

    June 10, 2011 at 1:37 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s