This is my world…

Try To Change It (EunHae friendship) Chapter 3

 

Author : Quincy

Title: Try To Change It

Cast:

– Lee Hyuk Jae

– Lee Donghae

– Super Junior

Genre: Frienship

Review:

Chapter 1

Chapter 2

________________________________________________________________

EunHyuk merasa ada yang aneh. Tumben-tumbennya ia merasa kasihan pada seseorang. Tangannya bergerak perlahan tanpa ia sadari. Ia memeluk DongHae yang menangis. EunHyuk mengusap-usap kepala DongHae layaknya seorang ibu. “Omma..omma, hiks hiks!” tangis DongHae di dalam pelukan EunHyuk.

15menit kemudian.

Sepertinya DongHae sudah mulai tenang. Ia sudah tak terisak lagi. Ia hanya masih sesenggukan. EunHyuk hanya menatap DongHae kasihan. “Gwenchannayo?” tanya EunHyuk. “…” DongHae hanya mengangguk. DongHae kemudian melepaskan pelukan EunHyuk. Lalu mengusap air matanya yang telah mengenang membasahi pipi DongHae. DongHae bangkit berdiri kemudian membungkukkan badannya 90°. Kemudian belari menuju kamarnya. EunHyuk ikut menuju kamar DongHae.

Saat menaiki tangga, DongHae terhuyung dan hampir jatuh. EunHyuk membantu menopang DongHae. Kemudian mengajaknya ke kamar. “Gwechannayo?” tanya EunHyuk. DongHae mengangguk. “Kau kenapa? Apa kau mengingat masa lalumu?” tanya EunHyuk to the point karena tak suka bertele-tele. DongHae terkaget mendengar pertanyaan itu. “Wajahmu seakan-akan bertanya darimana aku tahu hal itu? Aku Cuma tahu kau punya kenangan buruk akan masa lalumu. Dan aku tak tahu apa itu. Jadi, apa kau mau menjelaskan padaku?” tanya EunHyuk. DongHae menunduk. Ia diam sejenak berpikir apa dia harus menjelaskannya atau tidak. “Yah, kalau kau tak ingin menceritakan juga tak apa, aku tak memaksa kok,” kata EunHyuk. DongHae menggeleng. DongHae membuka mulut hendak mengatakan sesuatu. Tapi, rasanya susah bagi DongHae untuk bicara dengan seseorang.

“Em, ee..” DongHae berusaha untuk berbicara meluapkan semuanya tapi, ia masih tergagap. “Hm?” tanya EunHyuk. “A..aku..” akhirnya DongHae berhasil mengeluarkan satu kata. “Aku akan jelaskan padamu,” kata DongHae pada akhirnya setelah diam selama 10 menit. “Jadi begini…”

FLASHBACK :

10 tahun yang lalu.

DongHae yang sedang asyik bermain di taman bersama teman-temannya, ingin membeli es krim. DongHae dan teman-temannya berjalan menuju tempat pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitar taman. DongHae sudah jadi anak yatim piatu sejak umur 5tahun karena orangtuanya meninggal akibat kecelakaan beruntun yang untungnya saat itu, DongHae tak ikut keluar dengan orang tuanya.

Melihat jam di taman yang sudah menunjukkan pukul 05.00 pm, teman-teman DongHae sudah mulai dijemput oleh masing-masing orang tua mereka. Sedangkan DongHae harus berjalan menuju rumah bibinya yang sangat jahat dan tak pernah peduli dengan DongHae. Saat perjalan, tiba-tiba DongHae merasa diikuti. Ia menoleh ke belakang sejenak. Tapi tak ada siapa-siapa. Ia kemudian berjalan lagi. “HMMPH!” tiba-tiba seseorang membekap mulut DongHae. DongHae terus memberontak.

Ia disuntik bius oleh orang yang membekap mulut DongHae. DongHae mulai merasa berat dan matanya perlahan-lahan tertutup dan semua serasa gelap. Begitu sadar ia sudah berada di suatu tempat. Entah di mana itu. Tempatnya gelap sangat gelap dan besar serta mewah. Begitu sadar DongHae melihat bahwa tangan dan kakinya diikat. Hanya saja mulutnya tidak dibekap atau semacamnya. BRAK. Seseorang mendobrak pintu. DongHae terkejut. “Hoh, kau sudah sadar rupanya!” kata orang itu.

“SIAPA KAU?” tanya DongHae. “Kau anak dari keluarga Lee kan? Yang tinggal di Jeollanamdo Mokpo khn?” tanya orang itu. DongHae hanya diam. “Diam berarti jawabannya iya.” Kata orang itu yang ternyata membawa pemukul di belakang punggungnya. Ia tiba-tiba mengayunkan pemukul itu dan memukul DongHae.

“AKH!” ringis DongHae. “Dengar ya?! orang tuamu sudah berhutang 1 milyar padaku! Dan sebelum mereka mati mereka sempat mengatakan bahwa kaulah yang akan menjadi tebusannya!” kata orang itu kemudian mengayunkan pemukul lagi. Ia terus memukul DongHae tanpa lelah. Terus dan terus, sampai DongHae babak belur. Ia juga menjambak dan menyulutkan puntung rokok ke badan DongHae. Bahkan sampai menyayatkan silet pada punggung DongHae untuk meninggalkan kenangan buruk untuk DongHae. Sampai-sampai waktu sudah menunjukkan tengah malam. BRAK!

Seseorang mendobrak keras pintu yang terkunci itu. “DONGHAE!” teriak orang itu. DongHae tak mengetahui siapa orang itu karena darah yang terus mengalir menutupi matanya. DongHae sudah tak dapat berpikir apa-apa lagi. Perlahan semuanya menjadi gelap.

Begitu dia tersadar, ia sudah berada di rumah sakit dengan perban di mana saja. “DongHae? Kau sudah sadar?” tanya seseorang yang sejak tadi menunggu DongHae tersadar yang juga menyelamatkan nyawa DongHae. DongHae tersadar, ia memundurkan badannya karena takut. “Jangan khawatir, ini aku hyungmu! DongHwa. Lee DongHwa.” Kata DongHwa kakak DongHae. DongHae hanya diam tak berani berbicara. Sejak saat itu, mata DongHae serasa kosong, tak pernah berbicara, bahkan tak pernah tertawa sekalipun.

End of Flashback.

Di sela-sela DongHae bercerita, ia selalu merasa takut. Ia juga menangis bahkan nafasnya terengah-engah. “DongHae-ssi,” panggil EunHyuk yang ternyata tak mampu membendung airmata kasihannya. DongHae mendongak sedikit. “Ini bekas sayatan siletnya,” kata DongHae tergagap kemudian membuka bajunya. EunHyuk terkaget melihat luka di punggung DongHae. EunHyuk merasa tergerak, ia menarik DongHae ke pelukannya. Ia merasa bahwa DongHae pantas mendapatkan kasih sayang.

DongHaepun mulai tenang. Ia terlihat lelah. “Jaljayo,” kata EunHyuk. DongHae-pun tertidur. Setelah itu, EunHyuk langsung berjalan menuju kamarnya. Ia menghempaskan dirinya di atas ranjang kemudian menghela nafas panjang. “Hhhh, tak kusangka masa lalunya begitu buruk,” gumam EunHyuk. “Hoahhm,” EunHyuk menguap. Perlahan matanya terpejamkan. Ia tertidur lelap.

Keesokan harinya.

KRING KRING. “Hnng” EunHyuk tersadar dengan bunyi alarm yang membangunkannya. “Aigo~ aku mengantuk,” kata EunHyuk sambil mengucek-ngucek matanya yang berair. Kemudian ia menuju kamar mandi, dan mandi selama 15 menit. Fresh! Itulah keadaan EunHyuk sehabis mandi. “Hm, aku buat sarapan dulu ah,” kata EunHyuk. Kemudian ia keluar dari kamar dan menuju dapur.

“Waw! DongHae-ssi! Ini kau yang buat?” tanya EunHyuk begitu melihat meja makan yang terletak di dapur itu berisikan makanan-makanan lezat yang terjajar rapi. DongHae mengangguk. Ia kemudian mengambil sendok dan garpu. Mereka berdua-pun makan dengan tenang. “Aigo~ bashita!” kata EunHyuk. Sedangkan DongHae hanya mengangguk.

Dia jadi diam lagi,

Apa mungkin masih trauma ya?

Pikir EunHyuk.

Setelah selesai makan, mereka berdua berangkat ke sekolah. Sesampai di sekolah seperti biasa EunHyuk disambut dengan teriakan histeris para siswi. Tetapi, begitu melihat DongHae keluar dari mobil EunHyuk, para siswi langsung terdiam dan mulai berbisik-bisik. DongHae yang merasakan hal itu menjadi risih. DongHae-pun mempercepat jalannya agar sampai di kelas dengan kilat.

Sesampai di kelas.

DongHae tetap dengan kebiasaannya yang hanya diam, duduk di tempat duduknya. EunHyuk yang melihat DongHae kembali seperti semula menjadi bosan. Oleh karena itu, ia berjalan keluar menuju kelas LeeTeuk. SiWon juga keluar menuju kelas KyuHyun. Beberapa murid yang tampak tak suka dengan kehadiran DongHae menghampirinya.

“YA! LEE DONGHAE! Ikut kita sebentar!” ajak salah seorang dari 4 siswa yang menghampirinya. DongHae mendongak menatap orang-orang yang ada di hadapannya. Ia kemudian melihat kembali buku yang sedang ia baca. “Hei! Apa kau tak dengar? Aku memintamu untuk ikut dengan kami!” kata orang itu kemudian. DongHae bangkit dari tempat duduknya. “Bagus kalau kau mengerti!” kata orang itu lagi. Kemudian DongHae mengikuti ke-4 siswa itu. Mereka ternyata mengajak DongHae ke gudang belakang.

Sesampai di dalam gudang salah seorang dari ke-4 siswa itu mengunci pintu gudang. Seorang lelaki besar yang memakai tindik di kuping dan mulutnya, menarik kerah baju DongHae dan menghempaskannya hingga tersungkur ke lantai. DEG. Keringat dingin lagi dan lagi bercucuran. Jantung DongHae tak henti-hentinya berdebar kencang. “HEI! Dengar ya? kau itu tak pantas masuk sekolah ini!! Atau kau menghasut kepala sekolah dengan ilmu hitam? Apa kau ini bisu sehingga tak bisa berbicara?” tanya lelaki besar yang menghempaskan DongHae tadi.

DongHae hanya diam sementara jantungnya berdebar keras seakan-akan seorang rocker memukul drum sekencang-kencangnya. Seseorang dari ke-4 siswa tersebut menjambak rambut DongHae. Perawakannya tinggi dan kurus. “Hei, jawab pertanyaan orang! Kau ini bodoh ya?” bentak orang itu. “Akh!” ringis DongHae saat rambutnya dijambak. “Jangan kau pikir bisa menghasut HyukJae siswa terkaya di sini menjadi menerimamu sampai-sampai kau bisa bareng dengannya!” bentak seorang lagi. “BETUL! Kau dengar itu!” kata salah seorang lagi. Si lelaki berbadan besar itu kemudian berdiri dari posisi jongkok. “Hajar dia! Biar dia tahu rasa!”

“AKH!” rintih DongHae kesakitan saat dipukul menggunakan bat bisbol. “Hajar terus! Biar dia mampus! Tak sepantasnya orang desa bersekolah di sini!!” teriak si badan besar layaknya seorang bos yang menyuruh anak buahnya. Anak buah dari si badan besar itu terus memukuli DongHae hingga babak belur, sementara DongHae tak bisa melawan. Karena ia selalu mengingat masa lalunya yang buruk itu, sehingga ia tak sanggup untuk melawan.

Sementara itu~

EunHyuk yang baru saja balik dari kelas LeeTeuk karena bel sudah berbunyi agak terkaget melihat DongHae tak ada di tempat duduknya. EunHyuk kaget karena ia tahu kalau DongHae tak mungkin bolos. “SeungRi, apa kau lihat DongHae?” tanya EunHyuk pada teman sebelah DongHae. “Lee DongHae? Dia tadi di ajak keluar sama 4 orang pembuat onar di kelas. Nggak tahu tuh dibawa ke mana!” jelas SeungRi. “Aigo~ gomawo informasinya SeunRi-ah!” kata EunHyuk kemudian berlari keluar. “Ne! Choumaneyo!” kata SeungRi.

AISH!

Orang itu!

Pikir EunHyuk.

EunHyuk kemudian berlari mencari DongHae. Dari halaman depan sekolah, toilet depan, lapangan, toilet belakang, kantin belakang, dan sampailah ia pada gudang belakang. CKREK! CKREK CKREK! Pintunya terkunci. EunHyuk juga mendengar sura orang yang kesakitan. Dengan cepat ia mendobrak pintu.

 

BRAAAK!

 

TBC~

bagaimana? aku yakin ini sangat lebay.. -____-

di mohon komen.a yaaaa~😀

11 responses

  1. han soo mi

    Yaaaaahh..nanggung nih..penasaran lagi -_- huhuhu

    Admin, paksa authornya nyelesein nih ff doong!!! #plak *ditampar author* hehehe.. Habis penasaraaaaann bgt.. Ditunggu yaaa😀

    June 8, 2011 at 2:05 pm

    • sabaaaaaaaaarrrrrrr….nunggu biar ini banyak yang coment dulu😀
      ini dah cepet loh lanjutinnya ^^V

      June 8, 2011 at 2:31 pm

  2. yennie vitrea

    keren..
    Ditunggu yg slanjut.a🙂

    June 8, 2011 at 2:15 pm

  3. Mynica Hae Lanny

    Kasian donghae pny masa lalu yg menyedihkan,. ..
    Ceritanya makin seru. ..
    Lanjuttt

    June 8, 2011 at 2:32 pm

  4. Devie unguviolet

    Kyaaaa… Nanggung chingu. Huft.. Aq pkir msh ad lnjutannya.eeh malah tbc.ckckckck
    bikin pnsaran ajj. ..
    Bgus loh chingu ff nya mpek bngung hrs coment gmna.hhehehe

    June 8, 2011 at 2:58 pm

  5. Ika_hyukkie

    huahhh chingu kerennn banget ..
    si donghae nya kasiann ih ..
    nanti kalo udah ada lanjutannya tolong kasih info lewat fb ya thor ..
    catetan yg part ini juga aku udah di tag ..
    nama nya Ikha magnae ..
    gomawoyo authoorr ~~

    June 9, 2011 at 1:47 am

  6. ditta

    crita’a seru….
    ditnggu ya lnjutan’a…🙂

    June 9, 2011 at 6:33 am

  7. Pingback: Try To Change It (EunHae Friendship) Chapter 4 ~END~ « ♛Koreanfiction ♛

  8. Rani Octaviani'Puthri

    Huhuhu ~
    Serem .. Lanjrut ahh ..

    June 10, 2011 at 1:52 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s