This is my world…

Try To Change It (EunHae Friendship) Chapter 4 ~END~

Author : Quincy

Title: Try To Change It

Cast:

– Lee Hyuk Jae

– Lee Donghae

– Super Junior

Genre: Frienship

Review:

Chapter 1

Chapter 2

Chapter 3

________________________________________________________________

Pintu gudang terbuka, bahkan sampai terlempar ke dalam gudang. “YA! APA YANG KALIAN LAKUKAN!” teriak EunHyuk. Dia kemudian langsung menghajar para siswa pembuat onar itu. Sedangkan DongHae hanya merasakan hal yang sama saat dia diselamatkan oleh kakaknya DongHwa. Kepalanya terasa berat, matanya tertutup darah yang mengalir. Perlahan matanya tertutup. “DongHae! DongHae! Kau tak apa-apa?” tanya EunHyuk.

EunHyuk kemudian membawa DongHae menuju mobilnya. Baru saat ia keluar dari gudang, tak sengaja ia berpapasan dengan Kepala Sekolah alias Ajussi-nya EunHyuk. “HyukJae! Apa yang terjadi? Ada apa dengan DongHae?” tanya Lee Sonsaengnim. “Itu! Yang di dalam yang melakukannya! Aku harus membawanya ke rumah sakit dulu! Ajussi! Aku harap kau juga ikut menyusul nanti setelah mengurus setan di dalam!” kata EunHyuk berlari menuju mobilnya sambil menggendong DongHae. “Ara! Cepat kau bawa dia!” kata Lee Sonsaengnim. Ia kemudian masuk ke dalam gudang. Dia langsung menarik 4 siswa pembuat onar itu menuju ruang kepala sekolah.

“Aigo! Kenapa bisa begini sih!” keluh EunHyuk saat menghidupkan mesin mobil. “Ukh!” DongHae tampak kesakitan. Dengan cepat EunHyuk langsung tancap gas hingga 180km/jam. WUSH!

Sesampai di rumah sakit, DongHae langsung dibawa ke ruang ICU. EunHyuk yang khawatir juga gelisah hanya mondar-mandir, muter-muter, kesana-kemari, pokoknya nggak jelas, bahkan ia juga jungkir balik hanya untuk menghilangkan kegelisahannya *lebay mode on*. Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang ICU bersamaan dengan datangnya Lee Sonsaengnim atau Ajussi. “Dokter, bagaimana keadaan teman saya?” tanya EunHyuk langsung. “Apa Anda keluarganya?” tanya Dokter. “Bukan, aku temannya,” sahut EunHyuk. “Keadaan DongHae-ssi sudah membaik, tapi dia selalu mengigaukan ‘Omma’ nya. Apa Anda bisa menghubungi keluarganya?” jelas Dokter.

“Ajussi, aku dengar kalau DongHae punya kakak namanya DongHwa. Apa Ajussi punya kontaknya?” tanya EunHyuk. “Ah, tunggu sebentar. Sepertinya aku memang menyimpan nomor Hp-nya,” kata Lee Ajussi mengambil Hp-nya dari kantong jasnya. Kemudian mengotak-atik isinya dan menemukan nama kontak ‘Lee DongHwa’. “Ini!” kata Lee Ajussi memberikan Hp-nya. EunHyuk dengan sigap mengambil Hp Ajussinya dan langsung menekan tombol hijau. DRRT DRRT,

 

“Yoboseyo? Benar ini dengan Lee DongHwa-ssi?”

“Yoboseyo? Geurae. Dengan saya sendiri. Ini siapa, ya?”

“DongHwa-ssi! Saya temannya Lee DongHae dongsaengmu. Nama saya HyukJae.”

“Ah! DongHae sudah mendapat teman rupanya. Tapi kenapa nada suaramu terdengar panik?”

“DongHae, dia..”

“Ada apa dengan DongHae?!”

“DongHae sekarang di Rumah Sakit di Seoul, ia terus mengigaukan ‘Omma’nya. Apa DongHwa-ssi bisa kemari sekarang?”

“MWO?! Arasseo! Mungkin 45 menit lagi aku sampai di sana!”

“Ne. Anikiseyo,”

“Anikiseyo,”

 

Tut.tut.tut.

“Bagaimana HyukJae?” tanya Lee Ajussi. “Sudah, katanya 45 menit lagi dia akan sampai di sini,” sahut EunHyuk. “Dokter, DongHae sudah sadarkah?” tanya EunHyuk kemudian. “Belum, dia masih tertidur. Bukan tak sadarkan diri, eh, saya permisi dulu,” kata Dokter. “Ne, Gamsahamnida!” kata EunHyuk. EunHyuk kemudian langsung masuk ke ruang ICU melihat keadaan DongHae.

DongHae terbaring lemah dengan perban di kepala, lengan kanan, dan kaki kirinya. EunHyuk kemudian menarik kursi dan duduk. “Aigo~ kenapa bisa begini?” gumam EunHyuk. Selang 30 menit.

BRAK!

“DONGHAE!” teriak orang yang mendobrak pintu keras dan membuat EunHyuk tersentak. “Ssst! Dia sedang tidur!” kata EunHyuk. “Huuuft, syukurlah. Kau HyukJae?” tanya si pendobrak pintu. “Ne. Kau kakaknya DongHae? Lee DongHwa-ssi?” tanya EunHyuk. “Geurae. Panggil DongHwa-hyung saja,” kata DongHwa. “Kalau begitu kau bisa memanggilku EunHyuk. Karena semua memanggilku begitu kecuali kalau lagi tak berniat memanggil EunHyuk, jadilah mereka manggil aku HyukJae,” jelas EunHyuk. “Oo, arayo. O iya! Kenapa DongHae bisa jadi begini?” tanya DongHwa.

“Dia dihajar sampai babak belur sama anak-anak di kelasku yang sering buat onar. Entah karena apa?!” kata EunHyuk. “Dihajar?!” teriak DongHwa kaget. “Ssst! Tenang sedikit! Ini Rumah Sakit! Aku tahu kamu khawatir sama trauma-nya kan?!” tanya EunHyuk. “Da..darimana kau tahu?” tanya DongHwa. “Dia sendiri yang cerita. Gara-gara aku nggak sengaja ninggalin dia sendirian di rumahku—yah anggaplah rumah itu luas—aku juga mematikan semua lampu di rumahku seperti biasa. Begitu aku baru mau pulang, aku baru ingat kalau aku ninggalin dia sendiri,” jelas EunHyuk.

“Tumben ini anak mau cerita ke orang lain!” gumam DongHwa. Siing, keadaan diam sejenak. Sret, tangan DongHae bergerak. EunHyuk dan DongHwa yang menyadarinya langsung mendekati ranjang DongHae. “DongHae-ya!” panggil mereka bersamaan. Perlahan tapi pasti, mata DongHae terbuka. Ia mengerjap untuk beberapa kali. “DongHae-ah! Gwenchanayo?” tanya EunHyuk. “EunHyuk-ssi? Hyung?” DongHae tampak masih setengah sadar.

“Ukh~” DongHae merasa pusing saat hendak mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. “Sudah, kau tiduran saja,” kata DongHwa. “Gwenchanayo?” tanya DongHwa kemudian. “Hm,” DongHae hanya mengangguk. “Aku panggil dokter dulu ya,” kata EunHyuk. “Ne,” kata DongHwa.

Beberapa menit kemudian.

Dokter datang bersama dengan seorang suster, kemudian memeriksakan keadaan DongHae. Setelah selesai mengecek, Dokter berkata, “Keadaan DongHae-ssi sudah membaik. Ia sudah boleh pulang. Tetapi, ia harus beristirahat selama 1 minggu.”

“Ne, arasseoyo,” kata EunHyuk. Kemudian Dokter-pun keluar dari ruangan. “DongHwa-hyung! DongHae sudah boleh pulang!” kata EunHyuk. “Ne, DongHae-ya, kamu mau pulang sekarang?” tanya DongHwa. DongHae hanya mengangguk memberi jawaban. “Arasseo, kita pulang sekarang. EunHyuk kamu antar dia ke mobil, aq mau ke apotik.” EunHyuk memberikan tanda ‘ok’ dengan jarinya. DongHwa-pun langsung menuju apotik dengan tenang. EunHyuk juga menuntun DongHae menuju ke mobilnya.

Sesampai di rumah EunHyuk.

EunHyuk membawa DongHae ke kamarnya bersama DongHwa. DongHae langsung di suruh minum obat oleh EunHyuk. DongHae hanya menuruti saja perintahnya. “DongHae-ya, hyung pulang dulu ya. Tak apa kan kalau aku tinggal?” tanya DongHwa. DongHae mengangguk kembali. DongHwa kemudian beranjak untuk pulang, tak lupa juga mengucapkan terimakasih pada EunHyuk.

Kini tinggallah mereka berdua dalam diam. Setelah lama berdiam diri akhirnya EunHyuk angkat bicara, “Hae, kamu tidak apa-apa khan?”.

Hae?

Sejak kapan dia memanggilku begitu?

Pikir DongHae dalam hati.

Dia hanya mengangguk lagi. EunHyuk menghela nafas. “Sampai kapan kamu mau berdiam diri seperti ini? Kenapa satu kata pun tidak ada terucapkan dari bibirmu?” tanya EunHyuk berusaha sabar. DongHae menundukkan kepalanya. Ia tahu ia salah terlalu terpuruk akan masa lalu. EunHyuk kembali menghela nafas. “Okay, kalau kamu memang tidak bisa. Aku tinggal dulu ya,” ujar EunHyuk sambil mengacak-acak rambut DongHae. Lagi-lagi DongHae hanya mengangguk.

Esoknya.

Sebelum berangkat sekolah, EunHyuk menyempatkan diri masuk ke kamar DongHae. Ternyata DongHae sudah bersiap-siap akan ke sekolah. “Ya! Sedang apa kau??” tanya EunHyuk sedikit keras. DongHae terkesiap kemudian mengambil papannya dan menulis kata ‘aq sedang siap-siap’. “Untuk apa?” DongHae menulis lagi ‘untuk sekolahlah!’. “Tidak boleh! Kamu harus istirahat seminggu di sini!” kata EunHyuk. ‘Wae?’ tanya DongHae di tulisannya. “Kamu masih sakit! Kalau kamu membantahku akan kukunci kamu di sini!” mendengar ancaman EunHyuk, DongHae langsung ciut dan bungkam. Ia menuruti perkataan EunHyuk kemudian menulis ‘arasseoyo’. EunHyuk tersenyum, “Aku berangkat dulu. Jaga rumah baik-baik.”

EunHyuk akhirnya meninggalkan DongHae di kamarnya. Setelah DongHae yakin bahwa bayangan EunHyuk sudah hilang, dia menghela nafas. “Hhhhhh, kenapa jadi begini. Badanku sakit semua, aigoooo,”

At sekolah.

EunHyuk datang ke sekolah tetap dengan sambutan teriakan para siswi penggemar Hyuk. “Aish, jinjja—teriakan kalian bisa membuatku tuli!” bentak Hyuk pada siswi-siswi tersebut. Sontak mereka terdiam, EunHyuk berjalan menuju kelasnya. Sesampainya di kelas, ia bertemu SiWon. “Hyuk-ah, mana DongHae? Kok tidak bersamamu?” tanyanya langsung begitu melihat EunHyuk datang sendiri. “Kamu ini, aku baru datang juga. Dia sakit. Minggu depan baru bisa sekolah.” Ujar EunHyuk. “Mwo? Lama sekali? Emang dia sakit apa?” tanya SiWon again. “SiWon-ah, berhenti bertanya atau kupotong mulutmu?” ancam Hyuk sadis. SiWon diam, “Ck, kau ini jahat banget. Aku kan Cuma nanya.” “Peduli amat,” jawab Hyuk.

“Aku mau ke tempat Ajussi dulu,” kata Hyuk sambil beranjak bangun dari tempat duduknya. Ia langsung ke ruangan Lee sonsaengnim. “Ajussi~~!” panggil Hyuk. “Wae? EunHyuk-ah?” tanya Lee sonsaeng. “Bagaimana nasib manusia kurang ajar kemarin?” tanya Hyuk to the point. “Sudah beres. Mereka diskor sekarang. Dengan syarat kalau mereka begitu lagi, mereka akan dikeluarkan.” Ujar Lee sonsaeng santai. “Wuah, nomu joha!” sahut Hyuk senang. “Sekarang kembali ke kelas, sebentar lagi bel masuk berbunyi.” “Ne, Lee sonsaengnim,” ujar Hyuk sambil membungkukkan badan kemudian nyengir kuda dan pergi.

Skip time, pulang sekolah.

EunHyuk langsung pulang dan tidak menerima ajakan dari teman-temannya. Sesampai di rumah ia langsung masuk. Bukannya menuju kamarnya, ia malah menuju kamar DongHae, mengecek keadaan DongHae. Ia sedang tiduran sambil membaca buku plus mendengarkan lagu di I-pod nya. EunHyuk menepuk pundak DongHae. DongHae terlonjak kaget, saat dia menoleh ke belakang ia menghela nafas lega. “Kaget ya?” tanya Hyuk. DongHae menggelengkan kepalanya ia menulis ‘bukan kaget lagi, tapi takut.’ EunHyuk tertawa membacanya. “Apa yang harus ditakutkan dari Lee HyukJae si tampan nan kaya ini?” tanya Hyuk dengan pe-de nya mengatai diri sendiri tampan. DongHae menulis lagi, ‘Mukamu yang pantas ditakuti’. Membaca itu, Hyuk membelalakkan matanya. “Mwoya!! Enak saja! Memangnya aku ini setan hah?!” bentak Hyuk menjitak kepala DongHae. DongHae untuk pertama kalinya tersenyum—atau lebih tepatnya nyengir.

Hyuk sedikit kaget melihat ekspresi DongHae. “Kamu nggak punya pemikiran untuk tinggal sendiri?” tanya Hyuk tiba-tiba. Terlihat jelas bahwa DongHae bingung. Dia diam lama kemudian menulis ‘Mollayo, aku tidak pernah memikirkannya’. Siiing~. Lagi-lagi mereka diam. “Arasseo, mungkin kamu memang belum bisa,” kata Hyuk.

Setelah sebulan lebih bersama, Hyuk dan DongHae semakin akrab. DongHae juga sudah berani berbicara pada Hyuk. Tetapi belum pada orang lain. Ekpresinya dan warna matanya sudah tidak kosong lagi. Perubahan yang hebat setelah beberapa tahun DongHae bungkam. EunHyuk sangat senang menyadari bahwa DongHae sudah mulai membaik.  “DongHae-ya, kamu harus berani ngomong sama orang lain juga. Jangan sama aku aja,” perintah Hyuk. “Ta-tapi aku sudah berusaha,” kata DongHae. “Pokoknya kamu harus bisa jadi orang ceria di depan semua orang,” kata Hyuk. DongHae mengangguk semangat.

Akhirnya, lama kelamaan DongHae berani berbicara dengan semua orang. Ia juga menjadi periang dan selalu tersenyum. Selama ini Hyuk sama sekali tidak tahu akan bakat yang dimiliki DongHae. Saat pelajaran seni dance untuk pertama kalinya, Hyuk akhirnya tahu kalau DongHae memiliki bakat dance yang sepadan dengannya. Ia kagum melihat dance DongHae. “Hae-ah, kamu nggak bilang-bilang bisa dance?” tanya Hyuk. “Hehehe, tahu kan dulu aku kayak gimana?” tanya DongHae balik. “Cita-citamu apa ha?” “Aku? Cita-citaku bisa jadi dancer terkenal di Korea, terus ke Internasional,” sahut DongHae. “Cita-citamu tinggi sekali. Tapi kok sama kayak aku sih? Aku juga pingin jadi dancer terkenal.” Ujar Hyuk. “Mana aku tahu, kita debut bareng-bareng yuk nanti?” ajak DongHae. “Ide bagus,”

 

1 tahun kemudian.

“Yak! Mari kita sambut duet dancer pendatang baru yang amat terkenal ini! LEE HYUKJAE dan LEE DONGHAE!!” panggil salah satu MC di sebuah program TV. “KYAAAAAAAAAAA” para fans mereka menjerit histeris begitu melihat Hyuk dan DongHae berjalan ke atas panggung. Bukan hanya karena wajah mereka yang tampan, kemampuan mereka juga tidak kalah.

“Annyeonghaseyo!!! DongHae iyeyo~” “HyukJae imnida!!” sontak para fans menjerit tambah histeris begitu mereka memulai dance mereka.

At salah satu rumah.

Seseorang laki-laki tersenyum melihat acara TV Hyuk dan Hae. “DongHae-ya, akhirnya kamu bebas juga dari penjara dirimu sendiri. Ini semua berkat EunHyuk. Kamu memang hebat Hyuk. Kalian memang partner yang amat cocok,” ujar laki-laki itu. Yang adalah Lee DongHwa kakak DongHae.

 

~END~

 

akhir.a… end juga..😀

ending.a kecepetan ya??

hehe. aku males buat sii…😛

tetep di mohon komentar.aaaa~~~

7 responses

  1. Ika_hyukkie

    haha authorrr aku datang lagiii😄
    ff nya bagus thorr , apalagi cast nya si kunyuk haha🙂 ..
    tapi cepet banget thor ending nya ..
    bikin sekuelnya dong thor ..
    hahaha :p

    June 9, 2011 at 11:21 am

  2. yennie vitrea

    cepet bgt tamat.a
    pengen liat crita2 slanjut.a🙂
    di tunggu!!

    June 9, 2011 at 11:22 am

  3. Devie unguviolet

    Hhaaah… Udh the end y. Kraen msh pnjang..
    Aduhh gmna y bs liat donghae ma eunhyuk dance brg kek di ff psti bgus.hhehe
    good chingu..

    June 9, 2011 at 11:26 am

  4. han soo mi

    Bagus, thor😀
    Tapi kecepeten endingnya..hihihi.. #plak lanjut dong😉

    June 9, 2011 at 12:32 pm

  5. gby

    udah puuuass bacanya. . . hehehe

    June 9, 2011 at 1:32 pm

  6. ditta

    bguz”…..

    msih ad lgi gk..??🙂

    iy,ending’a kecpetan…hehe

    June 9, 2011 at 1:54 pm

  7. Rani Octaviani'Puthri

    Ujungnya nda nyangka ..
    Terburu-buru yaa thor endingnya ..
    hhaa ..😀
    Yesungdahlah, buat ff yang lain thor ..
    *Author : woaa, kamu kira enak bikin ff* hhaa ..😀

    June 10, 2011 at 2:29 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s