This is my world…

Saranghae | One Shoot |

Annyeong #bow. Ini ff pertama saya. Maaf kalo jelek. Hehe. Happy reading^^

Title      : Saranghae

Author : Hye Mi

Cast       : Han Rae Hoon

Choi Si Won

Park Ji  Woo

Genre   : Romance

~Han Rae Hoon POV~

“Appa, aku ingin nonton. Aku mohon, appa. Boleh ya? Jebbal.” Kataku pada appaku.

“Andwae! Kita kan ke Jakarta baru 1 minggu lagi. Appa tetap tidak mengizinkanmu pergi ke sana! Apalagi kau pergi sendirian.” Jawab appaku dengan nada tinggi. Ya, saat ini aku berada di Singapura. Tujuan keluargaku ke sini karna oppa ku baru saja menikah dengan seorang yeoja berwarga kenegaraan Singapura. Aku di Singapura sudah sekitar 4 hari yang lalu.

Aku hanya bisa menundukkan kepalaku dan menangis di hadapan appaku. Setiap hari aku sudah memohon pada appaku agar aku diizinkan menonton konser Kimchi. Akhirnya aku menyerah. Aku membalikkan badanku dan aku berlari ke kamarku. Tepatnya kamar tamu di rumah kakak iparku. Di kamar, aku memandangi tiket konser Kimchi yang tergeletak di atas meja belajarku. Tiket ini begitu mahal. Aku membelinya dengan cara menyisakan uang jajanku setiap hari. Dan tak ada pilihan lain, jika aku tak ingin rugi, aku harus menjual tiket ini pada orang lain. Saat aku akan mengiklankan tiket Kimchi di internet, tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarku.

“Oke. Appa izinkan kamu ke Jakarta.” Kata appaku di ambang pintu.

“Jeongmal? Ah, gomawo, appa.” Kataku sambil memeluknya erat.

~keesokan harinya~

Akhirnya appaku mengizinkanku untuk melihat secara langsung konser itu. Entah angin apa yang lewat dan membuat appaku berubah pikiran. Saat aku sedang asik memandang tiket itu, tiba-tiba handphone ku berdering. Kemudian aku mengambil handphone ku yang aku letakkan di atas tempat tidurku.

From    : Min Ri

Hoon-ah, tadi malam aku mendapat kabar Siwon oppa tak bisa datang untuk memeriahkan konser Kimchi. Mian aku baru memberi kabar hari ini, tadi malam pulsaku habis.

Tanpa kusadari handphone ku jatuh ke lantai. Aku benar-benar tak percaya. Siwon oppa tak datang. Aku begitu mengidolakannya. Ini benar-benar kesempatan besarku untuk bisa bertemu denganmu. Tapi apa, oppa? Kau tak datang? Wae, oppa? Wae? Aku menangis. Lebih kencang dari tadi malam. Huhu. Oppa.

~sore harinya~

Aku berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat. Aku merasa senang, tapi di sisi lain aku juga sedih. Terang saja, Siwon oppa tak bisa datang. ‘Kau tak datang oppa? Wae?’ teriakku dalam hati. Tanpa kusadari air mataku jatuh. Awalnya sedikit, tapi lama-lama hatiku merasa sesak hingga akhirnya aku terisak, sampai-sampai namja yang duduknya tepat di sebelahku memberi selembar tisu untukku.

“Gomawo.” Kataku pada namja itu sambil menerima tisu yang ia berikan padaku. Aku memperhatikan tangannya sekilas. Sepertinya aku pernah melihat bentuk tangan yang seperti itu. Seperti milik… Ah, andwae! Bukan dia. Tak mungkin dia ada di sini. Lagipula banyak yang tangannya seperti namja itu.

“Cheonmaneyo.” Jawabnya. Suaranya mirip sekali. Ah, tapi apa mungkin dia itu… Ah, bukan! Bukan dia Han Rae Hoon. Pabo! Kemudian aku mengusap pipiku yang basah menggunakan tisu dari namja yang berada di sebelahku. Tapi karna aku masih penasaran dengan namja itu, aku pun memperhatikannya dari samping. Aku terheran-heran melihatnya yang daritadi menggunakan hoodie jaket, menutupi wajahnya menggunakan masker dan kacamata hitam.

~Han Rae Hoon POV end~

~Park Ji Woo POV~

Aku berangkat dari bandara Changi di Singapura menuju bandara Soekarno Hatta di Indonesia. Aku berangkat menggunakan hoodie jaket, topi, masker dan kacamata hitam. Aku masuk ke dalam pesawat menuju Indonesia. Aku mencari tempat duduk nomor 8, tak berapa lama aku menemukan tempat dudukku. Kemudian aku duduk di sebelah yeoja yang sepertinya sedang sedih. Beberapa menit setelah pesawat yang aku tumpangi take off, aku mendengar suara isakan tangis seorang yeoja. Kyaaa!!! Ternyata yeoja yang duduk di sebelahku ini menangis. Aku tak kuasa mendengar seorang yeoja menangis. Kemudian aku mencari tisu yang berada di dalam tasku lalu kuberikan selembar untuknya.

“Gomawo.” Katanya sambil menerima tisu pemberianku.

“Cheonmaneyo.” Jawabku. Tiba-tiba jantungku berdegup kencang, ya, sangat kencang dari biasanya. Entah mengapa ini bisa terjadi kepadaku. Akhirnya yeoja ini mulai berhenti. Dan sepertinya yeoja ini sedang memperhatikanku. Mungkin ia heran mengapa aku memakai hoodie jaket, topi, masker dan kacamata hitam terus-menerus tanpa melepasnya.

~Park Ji Woo POV end~

~Author POV~

“Gomawo.” Kata Han Rae Hoon pada Park Ji Woo.

“Cheonmaneyo.” Balas Ji Woo.

“Mm… Bolehkah aku bertanya padamu?”

“Mwo?”

“Mengapa kau daritadi tak melepas topi, capuchon (capuchon: penutup kepala yang ada di hoodie jacket), dan kacamata hitammu?”

Ji Woo hanya tersenyum pada Han Rae Hoon. Ia lupa bahwa ia masih menggunakan masker sehingga Hoon tampak bingung dengan sikap namja yang duduk di sebelahnya.

“Namamu siapa?”

“Park Ji Woo imnida.” Jawabnya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Hoon.

“Han Rae Hoon imnida.” Sambil menjabat tangan Ji Woo. Hoon merasa nyaman setelah ia menjabat tangan Ji Woo. “Kau mengingatkanku pada seseorang.” Ucap Hoon spontan.

“Siapa?”

“Choi Siwon. Salah satu member Super Junior.”

“Masa? Mungkin hanya perasaanmu saja.”

“Ya, mungkin hanya perasaanku saja karna dia tak datang ke konser Kimchi besok malam. Aku terlalu mengidolakannya sampai-sampai aku menangis karnanya tadi.”

Ji Woo tak menjawab perkataan Hoon.

~Author POV end~

~Han Rae Hoon POV~

~Malam harinya~

Akhirnya sampai juga di Jakarta. Karna aku takut sendirian di rumah, akhirnya aku berniat untuk menginap di sebuah hotel di Jakarta. Sesampainya di penginapan aku langsung check in. Ternyata kamarku berada di lantai 7. Aku langsung memasuki lift dan memencet tombol 7 . Sesampainya di lantai 7 aku mencari kamar nomor 710. Tak lama kemudian aku sampai di depan kamarku. Ah, rasanya benar-benar tak sabar untuk segera merebahkan tubuhku di atas kasur. Aku langsung memasuki kamarku, mencopot alas kakiku dan menaruhnya di tempat sepatu, kemudian aku meletakkan koperku di tempatnya. Karna aku benar-benar merasa lelah, aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur dan aku pun tertidur.

~Esok harinya~

Aku terbangun dari tidurku kemudian aku melirik jam tanganku yang masih kupakai di tangan kiriku.

“Aigoo! Jam 10! Aku harus membeli hadiah untuk Siwon oppa.” Aku langsung beranjak ke kamar mandi lalu mengisi bathup dengan menggunakan air hangat. Setelah air mengisi separuh bathup aku langsung mandi. Saat itu aku benar-benar lupa bahwa Siwon oppa tak bisa datang ke konser Kimchi. Aku baru sadar setelah aku keluar dari toko arloji.

“Ah, pabo! Kenapa aku bisa lupa kalau Siwon oppa tak bisa datang? Pabo kau Han Rae Hoon!” Ucapku pada diriku sendiri.

Akhirnya aku kembali ke hotel yang jaraknya tak terlalu jauh dari toko arloji dengan berjalan kaki.

~Malamnya~

Ini dia momen yang aku tunggu-tunggu! Walau tanpa Siwon oppa. Tak apa lah. Tanpa ku sadari hadiah yang akan kuberikan untuk Siwon oppa masih kusimpan di dalam tasku. Aku baru sadar saat aku akan mengambil tiketku di dalam tasku.

“Aigoo! Hadiahnya kubawa! Pabo! Dia kan tak datang. Kalau kutitipkan aku tak yakin jika arloji ini akan sampai ke tangannya!” Tiba-tiba ada seorang namja yang menabrakku dari belakang. “Ah! Hei! Kalau jalan hati-hati! Jangan menabrak orang! Apa kau tak lihat aku di sini? Haa?” Dia hanya mengisyaratkan bahwa ia meminta maaf padaku. Apa namja ini bisu? Dia menggunakan masker, kacamata hitam, topi dan hoodie jacket. Hoodie jacket nya seperti milik Ji Woo. Ah, masa dia Ji Woo?

~Selesai konser~

Ah, bagus sekali! Sungguh, aku benar-benar tak menyesal bisa datang ke konser sebagus ini. Andai, Siwon oppa… Ah, biarlah! Han Rae Hoon! Bisakah kau sejenak melupakannya? Dada ini rasanya sesak jika terus-menerus memikirkannya. Tapi rasanya Siwon oppa datang ke konser ini. Tapi jika datang, kenapa dia tak tampil tadi? Ah, payah kau Han Rae Hoon! Sudah jelas-jelas dia tak datang. Sudahlah Han Rae Hoon!

Kemudian aku ingin sekali rasanya berfoto dengan member Super Junior. Akhirnya diam-diam aku menyusup ke backstage.

~Setelah berfoto~

Huh, untung memori kamera eommaku ini belum terlalu penuh. Bisa-bisa dimarahi eommaku nanti. Aku pun mencari tempat duduk kemudian iseng-iseng aku melihat hasil fotoku dengan member Super Junior. Tiba-tiba ada seseorang yang menutup mataku dengan menggunakan tangannya dari belakang.

“Han Rae Hoon, tebak siapa aku?” katanya. Aku berpikir sejenak untuk mengingat namanya. Suaranya benar-benar familiar. Tapi entah siapa dia. “Hoon-ah, mengapa kau diam saja? Kau lupa denganku? Padahal kemarin kita bertemu dan ah, iya tadi aku benar-benar tak sengaja menabrakmu. Mian. Kau begitu marah padaku ya tadi?” katanya lagi. Aku mengingat-ingat semua kejadian yang kualami kemarin dan tadi. Menabrakku tadi? Aih, tiba-tiba aku teringat Ji Woo.

“Kau Ji Woo.”

“Ani. Kau taunya aku ini Ji Woo? Haa? Sebenarnya aku bukan Ji Woo. Mian telah membohongimu.” Aku semakin dibuat bingung olehnya.

“Kalau kau bukan Ji Woo, lalu siapa?”

“Tebak dulu. Kau lupa di pesawat kau ini menangisi siapa? Haa?”

Aku tersentak kaget. Di pesawat? Aku menangisi Siwon oppa. Apa dia… “Siwon? Choi Siwon?” kemudian ia melepaskan tangannya dan aku langsung menoleh ke arahnya. “SIWON OPPA!!!” Aku pun memeluknya erat seolah tak ingin melepaskan pelukan ini. Aku benar-benar bahagia hingga aku meneteskan satu demi satu air mataku yang sedari tadi kutahan agar tak menetes. Dan yang membuatku bahagia lagi, ia pun juga membalas pelukanku.

“Kau menangis lagi? Aku tak datang menangis, aku datang juga menangis. Kau ini bagaimana?”

“Mianhae, oppa. Aku terlalu bahagia sehingga aku terharu.” Kataku sambil melepaskan pelukanku pada Siwon oppa. “Oppa, kenapa kau tak tampil tadi?”

“Mian, tadinya aku mau tampil, tapi aku tak boleh terlalu lelah karna aku masih harus syuting. Sebenarnya tujuan utamaku ke sini adalah tampil bersama member SuJu yang lain. Tapi aku sudah berjanji pada managerku, jika aku ke sini, aku tak boleh tampil. Tapi aku tetap datang untuk memberi semangat member SuJu yang lain.” Ceritanya panjang lebar.

“Oh, begitu. Bisakah kita berfoto, oppa?”

“Ne^^.” Jawabnya sambil memberikan senyuman manisnya padaku. Kemudian kami pun berfoto dengan berbagai pose dan berpindah-pindah tempat. Saking asyiknya kami berfoto, kami tak menyadari bahwa memori kamera eommaku penuh. Aih, biarlah dimarahi eomma yang penting bisa berfoto sepuasnya dengan Siwon oppa.

“Yah, mianhae oppa. Memori kameranya habis.”

“Jinjja? Hahaha.” Jawabnya sambil tertawa lebar. Aku pun memasukkan kamera eommaku ke dalam tasku. Saat memasukkannya, aku melihat hadiah yang kubeli tadi siang.

“Oppa, aku punya hadiah.” Kataku sambil mengeluarkan hadiah itu dari tasku.

“Apa ini?” tanyanya sambil menerima pemberianku.

“Buka saja. Tapi jangan di sini. Di penginapan oppa saja.”

“Ah, ne. Gomawo, chagi.”

Aku tersentak saat mendengar dia memanggilku chagi. “Mwo? Chagi?”

Tiba-tiba wajahnya berubah menjadi wajah orang yang sedang bingung. “Ne, Hoon-ah. Saranghae.” Kemudian ia mengecup lembut bibirku. Aku benar-benar tak percaya akan semua ini. Tuhan, jika ini mimpi cepatlah bangunkan aku dari tidurku, jika ini nyata hentikan waktu ini sejenak.

“Oppa, kau benar-benar menyukaiku?”

“Ne. Sejak kita pertama bertemu. Apa kau mau menjadi yeojachinguku?”

“Secepat itukah, oppa?”

“Ne, aku takut kau meninggalkanku nantinya.”

“Nado saranghae, oppa.” Jawabku tanpa pikir panjang. Kemudian ia memelukku erat, aku pun membalas pelukannya.

——————————————————————————————————–

Mian. Kecepeten ya jadiannya? Hehehe. Jangan lupa komen ya yang udah baca. Gomawo.

One response

  1. ranniesobu

    Apakah saya menjadi yang pertama lagi ?
    Ahhaa ..😀 senangnya ..

    Apa thor ? Kecepatan, tak apa, kan emang judulnya oneshoot ..
    Aduh duh, enaknya, mau dong kaya Han Rae Hoon ..
    hhaa ..😀
    Meskipun kecepatan tapi ujungnya nda ketebak ehh .. hhaa ..😀
    Nice ff thor ..🙂

    July 1, 2011 at 6:37 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s