This is my world…

Tell Me Goodbye | One Shoot |

Title                       : Tell Me Goodbye

Author                  : Ai_ELF

Genre                    : Romance, Tragic

Rating                   : PG-15

Cast                       :

– Song Rye Sha

– Lee Donghae

– Cho Kyuhyun

Length                  : One Shoot

Song Fict             : Tell Me Goodbye by BIGBANG

Disclaimer          : I’m only own the plot of this story. The characters are belongs to themselves. So, do not copy this story without permission.

About FF              : Well this ff is a request from  Ika Arysa Song. I hope you like it J 

Warning              : Author males kasih pov ni..:P jadi silakan dikira-kira itu pov siapa. Kalo kurang jelas silakan tanya. Ini nantinya aka nada lumayan banyak pergantian POV… tapi tenang aja.. jelas kok itu POV siapa ^^… okay….let’s read and enjoy this fanfiction J 

 

 

 

Tell me goodbye,

tell me goodbye those hands that embraced me  

Tell me goodbye,

tell me goodbye seem to be letting go if forgetting me will give you freedom

Baby Tell me goodbye, tell me goodbye 

 

 

Aku menangis karenamu…

Hatiku sakit karenamu…

Bisakah kau kembali ke dalam pelukanku?

Sebentar saja…

Hanya sejenak…

Aku merindukanmu…

Segala tentang dirimu selalu terbayang dalam pikiranku…

Jangan…

Aku tidak ingin mendengarnya…

Kumohon… aku mencintaimu…

Lebih dari aku mencintai diriku sendiri…

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Aku Song Rye Sha…

                Aku memang terlihat seperti gadis biasa lainnya…

                Namun diriku yang sebenarnya…

                Aku seorang…

“Ryesha… lihat! Ada tugas untukmu!” Seorang memanggilku. Ternyata dia temanku,Donghae.

“Tugas?” Tanyaku singkat.

“Ini… kamu harus menjemput gadis ini.”

“Hmm… baiklah. Aku pergi dulu.”

“Hati-hati!”

Bagaimana?

                Aku ini seorang Angel…

                Ya… malaikat yang bertugas menjemput manusia yang ‘telah habis waktunya’

                Malaikat pencabut nyawa.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Bulan mulai menampakkan keagungannya. Dengan gagah dia bersinar di hari yang semakin gelap. Cahaya yang kemerahan menghiasi langit petang ini. Ryesha berjalan dengan santai menuju tempatnya untuk ‘menjemput’ gadis yang dibicarakannya dengan Donghae tadi. Tidak lama kemudian dia sampai di sebuah rumah yang megah. Dia mengeluarkan sayapnya yang berwarna hitam dan transparan. Dia mulai melayang rendah,mengepakkan sayapnya dan terbang mendekati rumah megah itu. Dia berhenti sejenak,menatap jendela di hadapannya. Tampak seorang gadis sedang menangis di dalam sana. Tangannya menggenggam sebuah pisau yang kelihatannya tajam. Dan sedetik kemudian gadis itu menggoreskan pisau itu ke pergelangan tangannya. Dia mengulanginya,kini lukanya semakin dalam. Dia menggigit bibirnya menahan sakit yang dia rasakan. Darah segar mengalir dari pergelangan tangannya. Kini dia mulai merasakan pandangan matanya mulai kabur. Matanya berkunang-kunang dan segalanya semakin gelap.

“Gadis bodoh.” Gumam Ryesha sambil menerobos masuk jendela kamar gadis itu.

Gadis itu sudah tidak sadarkan diri. Dia semakin lemah ketika Ryesha menggenggam tangannya. “Kau bodoh. Mati itu sakit. Caramu juga salah. Jangan di pergelangan tapi di leher. Lebih cepat mati,kau tahu?!”

“K..kau…S..Siapa…?” Tanya gadis itu terbata-bata dengan sedikit kesadaran yang masih tersisa.

“Tidak usah kenalan. Kau mau mati kan? Kukabulkan!”

Ryesha menganggkat tangannya—mengibaskan sabit tajam yang dia genggam—menyeret roh gadis itu keluar dari sang empunya. Dengan mata yang berkilat-kilat Ryesha membawa roh anak itu menuju dunianya yang baru. Dan tugasnya malam itu telah selesai. Ryesha kembali mengepakkan sayapnya dan mulai terbang menjauh. Dia menengok sejenak ke rumah itu. Dilihatnya dua orang paruh baya membuka pintu kamar gadis tadi. Merengkuh tubuh gadis yang sudah tak bernyawa itu. Menangis sejadinya.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Malam ini berakhir sama seperti biasanya. Berakhir penuh tangis dan kesedihan. Aku seorang malaikat pencabut nyawa… aku tidak seharusnya peduli pada orang-orang itu karena itu memang tugasku. Namun,ada kalanya aku juga merasa menjadi yang paling bersalah di dunia ini. Aku terkadang merasa bahwa aku merenggut segala mimpi dan harapan seseorang. Di saat mereka sedang berjuang untuk mimpi dan harapannya,aku malah harus menjalankan tugasku untuk ‘menjemput’ mereka. Aku terkadang menyalahkan diriku sendiri. Segalanya begitu berat bagiku. Tugas ini bukanlah suatu hal mudah.

“Kau kenapa?” Tanya Donghae yang tiba-tiba sudah ada di sampingku. Well, dia juga malaikat sepertiku.

“Tidak ada apa-apa.” Jawabku singkat.

“Kau bohong… Kau memikirkan hal yang sama lagi kan?”

“Bagaimana bisa tahu?”

“Aku berteman denganmu sudah lama. Kau tak bisa mengelabuhiku.”

“Yah,kau benar Lee Donghae.”

“Ayolah… Kau tidak bersalah sama sekali.”

“Tapi…”

“Sudahlah. Takdir manusia hanya Tuhan yang tahu. Hidup-mati senang-sedih tawa-tangis itu semua hal biasa. Bukan karena kau yang mencabut nyawa orang-orang itu lalu kau yang bersalah.”

“Begitukah?”

“Tanpa keraguan.”

“Terimakasih Donghae-ya… Kau selalu bisa menghiburku.”

“Teman selalu ada untukmu.”

Donghae memelukku erat. Aku hanya diam merasakan kehangatan pelukannya. Aku selalu bisa tentram jika berada di dekatnya. Rasanya hangat dan begitu nyaman. Segala bebanku hilang saat aku bersandar di pundaknya. Dan aku bersyukur karena Donghae lah yang menemaniku menjalankan tugasku di dunia ini.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Keesokan harinya seperti biasa aku dan Donghae berangkat ke sekolah. Kami memang tinggal bersama,jadi kemanapun selalu bersama.Kami juga bersekolah di sekolah yang sama. Aku tinggal di bumi untuk menjalankan tugasku sebagai malaikat. Aku dan Donghae juga menyamar,menjadi anak sekolah layaknya manusia biasa. Dan pagi ini ketika sampai di sekolah ternyata sekolah sudah ramai. Aku dan Donghae bersekolah di ATA senior high school of Korea. Di kelas semua anak memandang hanya ke satu arah. Dan membisikkan sesuatu—-yang entah apa itu—sama sekali tidak terdengar olehku.

 

“Ada apa sih?” Tanyaku pada seorang temanku yang bernama Junghee.

“Itu ada murid baru.” Jawabnya.

“Siapa?”

Dia menjawab sambil menunjuk dan mengerucutkan bibirnya. “Tuh…”

Kini aku juga memandang ke arah yang sama dengan teman-temanku. Aku melihat seorang namja—yang bisa dibilang cukup tampan dalam sekali memandang. Wajah namja itu terlihat sendu namun memancarkan ketenangan. Dia samasekali tidak memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Dia—yang terlihat dengan tampang yang seharusnya menunjukkan sifat dewasa—ternyata SIBUK BERMAIN GAME!

Bel masuk berbunyi nyaring dan semua kembali ke tempat duduk masing-masing. Semua mengikuti pelajaran dengan tenang. Dan saat itu barulah aku tahu dari guru yang mengajar bahwa murid baru itu bernama Cho Kyuhyun. Dia baru pindah dari Amerika namun dia asli Korea. Dia memang sedikit pendiam namun otaknya jenius. Cemerlang! Dia bisa menjawab semua soal dengan benar hanya dalam hitungan detik. Dia juga mengindahkan bentakan seorang guru yang melarangnya bermain game dengan menjawab semua pertanyaan dari guru itu dengan sempurna. Dia menakjubkan sekali. Wow!

Saat jam istirahat semua murid segera berhamburan keluar. Di kelas hanya tinggal aku,Donghae,dan Kyuhyun—yang tentu saja sibuk bermain game.

“Kalian tidak keluar juga?” Kyuhyun tiba-tiba membuka mulut memecah keheningan.

“Maksudmu kami?” Tanyaku.

“Tentu saja. Siapa lagi?” Tanyanya lebih menekankan pada diri sendiri.

“Tidak tertarik.” Sela Donghae dingin.

“Ngomong-ngomong siapa nama kalian?”

“Aku Song Rye Sha.”

“Lee Donghae.”

“Kau cantik,Ryesha-ssi.”

“M…mwo?”

“Aku biasanya hanya suka gadis-gadis dalam game. Tapi untukmu ada pengecualian.”

“…” Dan aku hanya bisa diam mendengar perkataannya.

“Kamu mau jadi pacarku?” Tawar Kyuhyun tiba-tiba—yang membuat Donghae tersedak—walaupun ia tidak sedang minum atau makan apapun.

“M…MWOYA???” Tanyaku kaget bukan main.

“Kau pacarku sekarang.” Katanya tegas.

“Apa-apaan?!! Aku kan belum jawab!” Bentakku.

“Setauku aku tidak minta pendapatmu.” Jawabnya seenaknya.

“Hey hey…sudah masuk.” Donghae membuatku menahan emosiku.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Semenjak Kyuhyun mengatakan dia menjadi namjacinguku aku selalu diikutinya kemanapun aku pergi. Sial. Dia jadi menyebalkan sekali. Pulang sekolah dia mengantarku,pagi hari dia menjemputku,saat istirahat selalu di sampingku. Dia jadi mengekor kemanapun aku pergi. Dan semakin lama aku mengenalnya barulah aku tahu bahwa dia seorang otaku. Pantas saja dia selalu membicarakan tentang computer,game,dan hal-hal seperti itulah! Dan yang membuatku kagum,dia ternyata bercita-cita menjadi desainer!

“Jagi…” Panggil Kyuhyun.

“Apa?”

“Aku mau buatkan pakaian untukmu.”

“Benarkah?”

“Iya… hmm… aku mau buatkan pakaian malaikat untukmu!”

“M…malaikat?”

“Iya. Aku ingin buatkan untukmu. Kamu itu seperti malaikat. Wajahmu itu malaikat banget loh!”

“B…benarkah?”

“Iya.”

Apa katanya??? Pakaian malaikat???

Wajahnya berseri-seri saat mengatakan ingin membuat pakaian malaikat untukku. Dia tersenyum manis padaku lalu mulai menggambar rancangan pakaian malaikat untukku.  Dia sungguh terlihat tampan sekali. Aku masih ingat betul wajahnya saat dia bilang aku seperti malaikat… iya Kyu… Aku memang seorang malaikat… bagaimana jika kau tahu hal ini…? Kyu… Aku sudah benar-benar mencintaimu… Tapi kenyataan aku seorang malaikat… bagaimana mungkin…

“Lihat! Jagiya~”

“Kenapa?”

“Apa ini bagus?”

“Mana sini.”

“Ini…ada sayapnya juga ^^”

“Ah….iya bagus sekali,Kyu.”

“Aku akan segera membuatnya untukmu!”

“Ne ^^”

“Tunggu ya^^ ini special untukmu,jagi”

Kyunhyun tersenyum manis padaku lalu mengecup lembut bibirmu. Kemudian dia berlari pergi sambil melambaikan tangannya padaku. Dia masih menyunggingkan senyum manis padaku,dia menggenggam erat kertas berisi desain pakaian malaikat untukku. Dia berlari menyusuri koridor sekolah. Rambutnya yang hitam berkilauan tertimpa sinar matahari. Semua tentang Kyuhyun terbayang jelas dalam benakku,senyumnya yang sendu dan begitu hangat,tawanya yang khas,segalanya. Ah,ternyata aku memang benar-benar sudah jatuh cinta padanya.

“Ryesha…” Seseorang menepuk pundakku pelan.

“Ah…Donghae! Ada apa?”

“Kau dapat tugas lagi…”

“Hmm…” Aku hanya bergumam dengan wajah murung.

“Ryesha…” Donghae menyebutkan namaku tidak seperti biasanya. Dia juga murung.

“Apa?”

“Orang yang harus kau jemput…”

“Siapa?”

“Dia… Kyuhyun.”

“Kyuhyun? Wah… Banyak orang yang bernama Kyuhyun!”

“Cho Kyuhyun. Namjacingumu,Ryesha…”

“K…Kyu??? Apa maksudmu? Jangan bercanda!”

“Aku serius… Sungguh…”

“Kau bohong,kan? Lee Donghae! Bicara jujur padaku!”

“Apa ada sorot kebohongan dalam mataku,Ryesha?”

Aku hanya bisa memandang Donghae dengan pilu. Kutatap matanya dalam-dalam. Cahaya yang terpancar dari matanya itu menunjukkan dia memang berkata jujur.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Hari ini aku sungguh tidak bersemangat. Sama sekali tidak bergairah untuk menjalani hidup. Bagaimana bisa aku semangat jika aku tahu bahwa satu minggu lagi tepat di hari ulang tahunku dan Kyuhyun—yang kebetulan sama—aku harus ‘menjemput’ Kyuhyun. Tidak! Aku tidak bisa! Aku ingin berhenti saja menjadi malaikat seperti ini. Ini terlalu menyakitkan…

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

“Jagiya~” Kyuhyun menepuk pelan punggung Ryesha.

“K…Kyu?” Jawab Ryesha gugup.

“Kenapa? Kamu sedang tidak enak badan?” Dan sedetik kemudian Kyuhyun menempelkan dahinya pada  dahi Ryesha untuk mengecek suhu tubuh Ryesha.

“A…aku tidak apa-apa kok!” Ryesha menjauh dari Kyuhyun karena dia akan sangat malu jika Kyuhyun melihat wajahnya yang merah.

“Eh…pakaiannya sudah hampir selesai dibuat!” Kyuhyun berkata dengan semangat.

“Oh ya? Aku tidak sabar ingin lihat hasilnya. Pasti sangat bagus kalau kamu yang buat!” Ryesha menanggapi tidak kalah semangat.

“Aku buatkan yang terbaik untukmu.” Terang Kyuhyun sumringah.

“Hmm… Kyu…”

“Iya?”

“Kamu sangat ingin menjadi desainer?”

“Iya! Itu kan cita-citaku. Aku juga sangat ingin jadi programmer handal.”

“Kyu… bagaimana kalau itu tidak tercapai?”

“Tentu aku akan sangat sedih,kecewa,dan marah!”

“Hmm… Kyu… Kau benar-benar menginginkannya?”

“Iyalah! Selama ini aku selalu berusaha keras untuk mencapai apa yang aku inginkan. Dan kelak aku ingin menjadi seorang yang sukses. Aku ingin semuanya bisa tercapai sesuai keinginanku.”

“Bagaimana jika tidak bisa?”

“Ya! Kamu bicara apa,jagi? Aku pasti bisa. Aku yakin kok.”

“Aku hanya mengandaikan saja.”

“Tenang saja,jagi~! Aku pasti bisa menjadi orang sukses.”

“Iya. Aku tahu itu. J”

“Aku pergi dulu ya,bajunya sedikit lagi selesai.”

Kyuhyun memeluk Ryesha sejenak kemudian pergi meninggalkan Ryesha yang masih terpaku dalam kekalutan hatinya. Dia benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi. Apakah dia harus segera kehilangan Kyuhyun?

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Aku merasa begitu lemah…

Aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa…

Kyuhyun… aku sangat mencintainya. Bagaimana mungkin aku harus ‘menjemput’ dirinya. Aku tidak bisa! Aku tidak ingin menghancurkan mimpi-mimpinya. Dia begitu optimis dan penuh semangat. Dia sangat berharap bisa mencapai segala yang dia inginkan. Aku tidak mungkin bisa melihatnya hancur. Aku tidak mungkin bisa melihat Kyuhyun menderita dan putus asa.

Kali ini aku benar-benar membenci hidup ini. Aku merasa akulah yang benar-benar bersalah. Aku lemah! Aku bodoh! Aku jahat! Aku menghancurkan mimpi dari seorang yang sangat aku cintai. Sungguh, ini hal paling menyedihkan yang pernah kualami.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

“Kyuhyun~ ayo makan dulu…”

“Tidak,eomma… Aku makan nanti saja.”

“Nanti kamu sakit,Kyu.”

“Aniya~ aku tidak akan sakit hanya karena tidak makan sekali saja.”

“Kau ini keras kepala.”

Aku tidak peduli pada eomma yang sedari tadi menyuruhku untuk istirahat sejenak dan makan. Aku harus menyelesaikan ini. Baju ini harus jadi,lusa! Ya… lusa adalah hari ulang tahun Ryesha—dan aku juga.

Aku mengangkat baju ini. Sebuah mini dress. Rencananya aku akan mengajaknya makan malam lusa. Aku akan memberikan baju ini padanya pagi hari di sekolah karena aku ingin melihatnya mengenakan ini saat makan malam. Pokoknya baju ini harus selesai malam ini juga. Tinggal sedikit sentuhan akhir dan baju ini akan sangat sempurna.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

“Ryesha…kau kenapa? Jangan murung terus…”

“Donghae! Apa kau tidak mengerti perasaanku?”

“Aku tahu… tapi kamu harus tegar. Kamu harus menghadapi hal ini.”

“Aku takut! Aku tidak bisa Lee Donghae! Aku lemah! Aku tidak tegar!”

“Aku tahu kau bukan gadis seperti itu,Ryesha. Aku percaya padamu kau bisa tahu mana yang terbaik bagi hidupmu.”

“Aku tidak tahu! Aku tidak bisa berpikir lagi!”

“Ryesha…dengarkan aku… Besok kau memang harus ‘menjemput’ Kyuhyun. Kekasih yang sangat kau cintai. Tapi… jadikanlah besok adalah hari terbaik untuknya.”

“Bagaimana mungkin???”

“Kau mengerti maksudku,Ryesha. Kau tahu bahwa hidup ini penuh misteri. Manusia tidak akan pernah bisa melihat apa yang akan terjadi. Tapi kau tahu bahwa Tuhan telah memberikan jalan pada masing-masing umatnya.”

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan!”

“Hidup ini tidaklah mungkin selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Terkadang luka dan air mata akan menjadi perhiasan dalam hidup kita. Perhiasan yang diberikan oleh Tuhan sebagai hadiah. Kita hanya bisa menerimanya—walaupun kita bisa mengubahnya—dengan susah payah tentunya. Kau ingat… hadiah ini tidak selalu bagus. Ada yang bahkan kita tidak suka. Tapi hadiah,apakah kita akan mengembalikannya? Tentu tidak,Ryesha. Itu sudah takdir untuk kita. Hadiah yang bahkan mungkin sangat buruk pun harus kita terima.”

“Kenapa?? Tidak suka kenapa harus diterima???”

“Semua ada hikmahnya… kesakitan dan luka hanya sesaat. Tapi kebahagiaan bisa untuk selamanya. Berpikirlah positif, Ryesha… “

“Tapi… bagaimana kalau dia mengalami penyesalan?”

“Penyesalan bagaimana?”

“Kau tahu kan,Donghae… Setiap roh yang dijemput bisa mengalami penyesalan…”

“Iya…aku tahu.”

“Aku tidak mau Kyuhyun mengalami penyesalan karena dia bisa menderita!”

“Aku tahu…Jadi bagaimana maumu?”

“Aku tidak mau menjemputnya. Aku mau dia membenciku saja! Aku mau dia melupakanku!”

“Terserah kau mau bagaimana… aku hanya mau bilang. Perpisahan tidak harus berakhir dengan tangis dan kesedihan. Berpisah dengan cara yang baik adalah sebuah pilihan tepat.”

“Apa maksudmu?”

“Kau akan mengerti seiring berjalannya waktu.” Donghae meninggalkanku yang kebingungan dengan perkataannya yang penuh misteri tersebut. Dia semakin membuatku bingung saja.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Keesokan harinya ketika Ryesha baru saja sampai di depan kelasnya suasana masih lenggang. Namun di depan pintu sudah ada Kyuhyun menunggunya—yang membuat dirinya kaget.

“Annyeong~” Sapa Kyuhyun hangat.

“Mau apa ke sini?” Ryesha menanggapinya dengan ketus.

Dengan senyuman manis yang tersungging di bibirnya,Kyuhyun mengulurkan sebuah bingkisan, “Hmm…aku mau memberikan ini…”

“Apa ini?”

“Pakaian yang ku janjikan… kenakan ini besok ya… aku akan menunggumu di restoran di jalan jeju jam 7 malam.”

“Kau pikir aku mau,huh?”

“Kenapa? Bukankah besok hari ulang tahun kita? Aku mau merayakannya dengan makan malam… Kamu mau kan?”

“TIDAK!”

“Wae? Ada apa dengan dirimu Ryesha?”

“Apa? Aku tidak butuh baju ini. Ambil saja!”

“Ryesha…Aku membuat ini hanya untukmu…”

“Dengankan aku Cho Kyuhyun.” Ryesha menekan nada bicaranya, “aku tidak suka kau. Aku harap kau pergi dari kehidupanku!”

“M…mwo??? K…kenapa? Aku tahu kau mencintaiku,Ryesha!”

“Apa? Cinta? Aku tidak butuh cinta dari dirimu!”

“Tapi…”

“Anggap kau tidak pernah mengenalku.”

“Ryesha… maaf… aku bersalah padamu? Aku minta maaf… kenapa kau jadi begini?”

Hening…

Tak ada jawaban dari Ryesha.

“Baiklah kalau itu maumu… sungguh… aku tidak mengerti kenapa kau jadi begini. Satu hal yang perlu kau tahu. Aku tulus mencintaimu. Sepenuh hatiku hanya untukmu,Ryesha. Aku hanya kecewa jika kita berpisah seperti ini… ini … caramu ini… terlalu menyakitkan…”

‘DEG’

Pernyataan Kyuhyun barusan membuat Ryesha merasakan tekanan yang sangat berat dalam dadanya. Dia merasa dadanya menjadi sesak.

“Permintaan terakhirku… terima baju ini… aku membuatnya khusus untukmu. Tolong… aku benar-benar ingin memberikannya untukmu… dan… Jika kau mau berubah pikiran… aku selalu menerimamu… karena aku mencintaimu…”

Kyuhyun pergi dengan langkah gontai. Dengan wajahnya yang semakin terlihat sendu dia mulai menjauh. Menghilang dari pandangan Ryesha.

‘Kyu…maafkan aku…aku tidak bermaksud…aku hanya…aku tidak bisa menerima ini…terlalu sakit…’ Ryesha hanya bisa berbisik dalam hatinya. Dia juga merasakan sakit seperti Kyuhyun. Dia memeluk bingkisan berisi baju dari Kyuhyun dengan erat. Perlahan-lahan matanya terasa panas dan dia tidak bisa lagi menahan air matanya.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

“Kau belum mengerti ternyata…” Donghae tiba-tiba mengagetkanku.

“Mengerti apa?”

“Tentang yang kita bicarakan kemarin.”

“Entah. Aku bingung dengan perkataanmu. Aku tidak mengerti.”

“Bukan. Kau bukannya tidak mengerti. Tapi kau berusaha tidak mengerti.”

“A…apa maksudmu?”

“Kau tidak mau membuka hatimu dengan kenyataan ini.”

“Aku tidak begitu.”

“Kau pikir kau pandai mengelak? Tidak.”

“Apa maksudmu sebenarnya? Sudahlah jangan ikut campur!”

“Kau butuh waktu sejenak. Tenangkan hatimu dan renungi segala yang aku katakana kepadamu. Aku yakin kau bisa mengerti dan bisa berpikir tentang segalanya. Apa yang telah kau lakukan,apa yang tidak boleh kau lakukan dan apa yang harus kau lakukan.”

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Ryesha akhirnya memutuskan untuk membolos hari ini. Dia pulang ke rumah. Seharian dia hanya mengurung diri di kamar—menuruti perkataan Donghae. Seharian dia menangis. Menangis menyesali perbuatannya terhadap Kyuhyun.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Girl you know when you lose your smile

I will place the blame on myself

Those words, and even the light

I will lose sight of everything else 

Yo and it’s so, so Sad it just ain’t happening Wish it could be better  

Sorry to scrapping But I just can’t let ya Shouldn’t be less than happy  

I said look at me I couldn’t live with myself seeing you lacking  

The things you deserve Baby you was a part? Must believe that it hurts that lead this world

 I feel the aching through my body it just takes a bigger part of me to be let you go

  I wish that one soul 

your voice, pained and fading away, away…

erased completely by the wind, stay, stay… 

all these things, I can’t take it, those tears, don’t cry for me for your sake I’ll never look back again 

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Ryesha…

Kenapa?

Apa salahku Ryesha…?

Apa aku menyakitimu,Song Rye Sha?

Aku hilang arah tanpamu…

Aku tidak bisa hidup tanpamu…

Aku begitu lemah tanpamu…

Kenapa kau begini?

Kau tidak memberikan penjelasan padaku…

Kau tidak mendengar saat kusebut namamu…

Kau tidak mencegah saat aku berjalan menjauh darimu…

Kenapa,Ryesha? Kenapa?

Ryesha… sekali saja dengarkan aku…

Dengarkan bahwa aku mencintaimu…

Aku berjalan menyusuri jalanan yang semakin sepi. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Hatiku telah hancur berkeping-keping. Aku hanya ingin memilikinya,Song Ryesha—gadis yang amat aku cintai. Aku tidak peduli lagi bagaimana sekitarku. Aku berjalan menembus hujan sembari menenggak soju dalam genggamanku. Kurasakan pandanganku berputar dan tubuhku terasa panas. Akupun memutuskan duduk di sembarang tempat. Aku menyandarkan tubuhku pada sebuah mobil tua berwarna hitam yang sedang diparkir. Sejenak kemudian kurasakan ada air yang menetes di pipiku—tandanya hujan mulai turun. Hujan turun semakin deras,membuat air mataku juga ikut hanyut bersama semua tetesan air hujan itu. Aku menangis semakin keras. Hatiku menjerit,hatiku hancur dan sungguh terluka. Air mataku terus mengalir deras,aku tidak peduli bahwa aku seorang laki-laki. Ini terlalu menyakitkan bagiku. Sungguh aku tidak akan begini terluka jika aku tahu alasan mengapa Ryesha berbuat seperti itu padaku—setidaknya aku bisa memperbaikinya.

Malam semakin larut namun hujan tidak berhenti. Bibirku membiru dan kulitku berkerut. Tubuhku kedinginan dan mulai melemah. Tapi ternyata sakit yang kurasakan di hatiku lebih mendalam daripada sakit yang dirasakan tubuhku saat ini.

Aku memutuskan terus berjalan menuju rumahku yang memang tidak terlalu jauh. Aku berjalan sempoyongan karena pengaruh soju dan juga karena tubuhku gemetar menahan dinginnya hujan yang terus menerpa. Aku tidak tahu lagi bagaimana penampilanku saat ini,namun dapat kupastikan bahwa aku sangat kacau. Aku segera menuju kamarku sesampainya di rumah. Sama sekali tidak peduli pada pertanyaan yang dilontarkan orang tuaku. Kubanting pintu kamarku dengan kasar lalu kukunci kamarku rapat-rapat. Aku berjalan menuju balkok dan menatap langit dengan tatapan sendu.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Malam berlalu dengan lambat…

Segalanya terasa begitu hampa,baik bagi Kyuhyun ataupun Ryesha…

Entah bagaimana ini adalah sebuah kebetulan,mereka berdua kini sedang menatap langit malam dari kamar masing-masing. Mereka mendongak ke atas, mengedarkan pandangan mereka pada langit yang bersih tanpa bintang.

Segalanya terasa begitu hampa dan menyedihkan. Malam terasa semakin dingin dan hening. Tak ada suara jangkrik,tak ada bintang yang memamerkan cahayanya. Segalanya mewakili perasaan mereka berdua yang gundah dan tanpa arah.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————– ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

Ryesha masih menatap langit malam dengan pandangan yang nanar. Dia terus memikirkan Kyuhyun. Antara ingin meminta maaf,namun juga tidak ingin bertemu Kyuhyun karena tujuannya memang ingin membuat Kyuhyun membencinya. Dia seorang malaikat. Dia tahu benar apa yang akan terjadi jika dia gagal. Arwah manusia itu tidak bisa dengan mudahnya diantar ke surga. Dan Ryesha takut jika Kyuhyun akan mengalami ‘penyesalan’. Yang disebut penyesalah adalah ketika arwah tidak ingin meninggalkan bumi karena ada ‘urusan’ yang belum dia selesaikan. Biasanya jika keinginan seseorang saat hidup belum tercapai maka dia akan mengalami ‘penyesalan’. Juga jika ada arwah yang tidak ingin meninggalkan orang yang dia cintai. Ryesha takut Kyuhyun kecewa karena impiannya menjadi programmer handal akan membuatnya mengalami ‘penyesalan’ dan dia akan menjadi arwah penasaran. Ryesha juga takut Kyuhyun tidak ingin meninggalkan dirinya. Ya,tidak dipungkiri lagi bahwa Kyuhyun memang tidak bisa meninggalkan Ryesha.

Iya! Itu kan cita-citaku. Aku juga sangat ingin jadi programmer handal

Iya. Aku ingin buatkan untukmu. Kamu itu seperti malaikat. Wajahmu itu malaikat banget loh!

Selama ini aku selalu berusaha keras untuk mencapai apa yang aku inginkan. Dan kelak aku ingin menjadi seorang yang sukses. Aku ingin semuanya bisa tercapai sesuai keinginanku

Tiba-tiba segala tentang Kyuhyun tersirat dalam benak Ryesha. Segala tutur katanya terngiang dalam telinga Ryesha. Membuat kepalanya menjadi sedikit pusing. Dia lalu kembali teringat kata-kata yang dia dengar dari Kyuhyun tadi pagi.

Baiklah kalau itu maumu… sungguh…

Aku tidak mengerti kenapa kau jadi begini.

Satu hal yang perlu kau tahu. Aku tulus mencintaimu.

Sepenuh hatiku hanya untukmu,Ryesha. Aku hanya kecewa jika kita berpisah seperti ini…

Ini … caramu ini… terlalu menyakitkan…

Ryesha menggenggam erat gaun hadiah dari Kyuhyun. Dia melihat ke langit. Dia lalu tersenyum.

‘Kyuhyun… maafkan aku karena menyakitimu… aku telah mengerti segalanya… aku mencintaimu Cho Kyuhyun…’

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Di rumahnya masing-masing,Ryesha dan Kyuhyun memandang langit. Mereka mengarahkan pandangan mereka pada sebuah benda yang bersinar terang membelah kegelapan langit malam. Sekelebat cahaya meluncur dari langit dengan kecepatan tinggi.

‘Bintang jatuh…’ Bisik mereka berdua secara bersamaan.

Mereka memejamkan mata,mendekap dada mereka dengan kedua tangan,menunduk dan mulai mengucapkan sesuatu.

‘Tuhan… Kau yang mahabaik. Engkau tahu segalanya. Aku hanya ingin menjalani hidup dengan kebahagiaan… jika luka ini adalah hadiah dari-Mu,maka aku yakin Kau telah menyiapkan yang terbaik untuk hidupku selanjutnya…’

Dan malam yang hening itu dihiasi dengan doa dari Ryesha dan Kyuhyun. Segalanya tentang kisah mereka adalah hadiah dari Tuhan. Entah apa yang akan terjadi pada mereka.

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Aku telah memutuskan apa yang harus kulakukan. Aku telah mengerti tentang segala yang dikatakan Donghae. Aku berharap keputusan ini tepat.

Aku menatap diriku di cermin. Aku mengenakan gaun warna putih buatan Kyuhyun. Aku tersenyum simpul menatap bayangan diriku dalam cermin. Kemudian aku melangkah keluar kamar.

“Jadi…Kau pergi?”

“Donghae…aku sudah memutuskan…”

“Aku tahu keputusanmu pasti adalah yang terbaik.”

“Semoga saja…”

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

Waktu sudah menunjukkan pukul 6:45 PM. Ryesha dan Kyuhyun berjalan meninggalkan rumahnya masing-masing—dengan tujuan sama yaitu tempat untuk makan malam.

Kyuhyun sebenarnya tidak terlalu berharap,namun dia masih tetap mempertahankan hatinya untuk tetap datang.

Kyuhyun menggenggam erat sebuah kotak kecil di tangannya,ada pita yang menghiasi kotak tersebut. Kotak berisi cincin yang merupakan hadiah untuk Ryesha. Dia segera memarkirkan mobilnya sesampainya di restoran tempatnya mengajak Ryesha makan malam.  Namun ketika dia akan masuk restoran,sebuah pemandangan kecil menyita perhatiannya dan membuat dia langsung berlari ke tempat itu.

***

Ryesha semakin mempercepat laju kakinya. Dia tidak ingin terlambat menemui Kyuhyun. Dia menatap kaget ketika dilihatnya pemandangan yang cukup ganjil di depan restoran tempatnya akan makan malam dengan Kyuhyun. Dia melihat seorang Cho Kyuhyun tergeletak di jalanan dan dikerumuni banyak orang.

Melihat semua ini Ryesha segera tersadar dan mengepakkan sayapnya yang kini membuatnya hadir sebagai malaikat—tidak tampak oleh manusia lainnya—kecuali Kyuhyun yang akan ‘dijemput’ olehnya.

***

Kyuhyun menggenggam erat sebuah kotak kecil di tangannya,ada pita yang menghiasi kotak tersebut. Kotak berisi cincin yang merupakan hadiah untuk Ryesha. Dia segera memarkirkan mobilnya sesampainya di restoran tempatnya mengajak Ryesha makan malam.  Namun ketika dia akan masuk restoran,sebuah pemandangan kecil menyita perhatiannya dan membuat dia langsung berlari ke tempat itu.

Kyuhyun menghampiri seorang gadis kecil yang berhenti di tengah jalan. Melihat ada mobil dengan kecepatan tinggi melaju menuju ke arah sang gadis kecil,dengan sigap Kyuhyun menghampiri gadis itu. Namun sesaat kemudian ada benturan hebat antara mobil dengan Kyuhyun. Kyuhyun tergeletak di jalanan dengan berlumuran darah. dia tertabrak mobil tersebut karena menyelamatkan anak kecil tadi.

 

“Kyuhyun…” Ryesha mendekati Kyuhyun yang sudah tergeletak dengan berlumur darah namun masih sadar.

 

“R…Rye…Sha…” Jawab Kyuhyun terbata-bata.

“Kyu…Maafkan aku. Dengar. Aku mencintaimu. Sungguh aku juga mencintaimu.”

“Ryesha…”

“Aku begini karena aku adalah malaikat penjemput roh… dan kini tugasku sangat berat. Yaitu menjemput dirimu Kyu…Maafkan aku…”

“Oh…j…jadi…b…begitu…”

“Aku tidak ingin kau terluka. Aku tidak ingin kau kecewa karena aku harus segera…”

“A…ani..aku tidak apa-apa…mungkin…takdir…Tuhan memang berkata demikian…”

“Kyu…Maaf…”

“Aku senang… ternyata bajunya sungguh pas… dan sayap itu muncul sungguhan… kau… memang malaikatku…Song Ryesha…”

“Kyu…Jeongmal saranghae…Saranghaneun mianata…”

“Mungkin memang harus begini…Ryesha…aku sudah merelakan segalanya…”

“Kyu…”

“Terimakasih… pertemuan ini tak akan aku lupakan… pertemuan singkat yang indah… walaupun singkat tapi aku bersyukur…hhh… aku … bisa… mengenalmu…”

“Kyu…”

“Ryesha… Ini untukmu…pakailah ini…” Kyuhyun menyerahkan kotak kecil yang sedari tadi digenggamnya. Ryesha membukanya kemudian menangis melihat hadiah itu. Dia langsung mengenakan cincin itu di jari manisnya.

 

Ryesha menggenggam tangan Kyuhyun. Dan mendekatkan wajahnya,dia mengecup lembut bibir kyuhyun. Dia perlahan terbang di atas Kyuhyun. Membawa roh Kyuhyun bersamanya menuju surga.

 

Kyuhyun memejamkan matanya dan menghembuskan napas terakhirnya. Bukan helaan napas yang mengandung rasa sedih namun helaan napas yang lega.

Kini Ryesha telah mengantarkan Kyuhyun ke alamnya. Ya… mereka memang berpisah di dunia ini. Namun Ryesha yakin. Suatu saat nanti mereka akan bersama untuk selamanya. Berkumpul dengan kebahagiaan di surga.

Satu hal yang Ryesha mengerti. Bahwa perpisahan tidak harus selalu diakhiri dengan kata selamat tingal namun bisa berakhir dengan kata terimakasih. Karena sebuah pertemuan yang indah akan sangat berkesan dan tak pernah terlupakan. Kata terimakasih adalah yang paling tepat.

Ya… Ryesha dan Kyuhyun berterimakasih atas segalanya. Dengan pertemuan yang singkat namun indah ini,mereka berterimakasih atas hal itu. Pertemuan yang singkat bahkan lebih baik daripada tidak pernah bertemu. Kenangan tentang kisah ini akan selalu tersimpan dalam hati masing-masing dari mereka. Dan kisah ini diakhiri dengan kebahagiaan. Suatu saat nanti kisah ini akan kembali terajut dalam kehidupan Ryesha dan Kyuhyun. Ya… Dalam kehidupan selanjutnya. Kehidupan yang tak akan berakhir. Mereka dalam damai kisah cinta yang indah…

***

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥——————————————————————————————–

 

Finally…

END…

Buat Ryesha eonnie…semoga suka sama ff ini ^^

Mian kalau mengecewakan.

Tapi saya berharap ff ini tetap di coment. Kalau ada yang kurang silakan kritik dan saran disampaikan. Saya ga pernah menolak. Malah terima dengan senang hati kalau ada yang mau coment banyak. Sekali lagi terimakasih buat yang mau baca J

Yang masih jadi silent readers… cepet2 tobat ya ^^

Kasian author yang udah buat ff… setidaknya dengan cara bagaimana pun kamu harus sedikit meninggalkan jejak. Itu sudah melegakan.

Sekali lagi terimakasih ^^

Annyeong… J

5 responses

  1. tes dulu… koneksi internetnya kuat gak ya buat komen…

    July 6, 2011 at 11:27 am

  2. pertama, mau ngoreksi length dulu… ini namanya one shot, bukan one shoot, oke? ^^

    pertama ngeklik, wah, header blog kita sama ^^

    oke, masuk ke komennya
    eonnie suka loh, ceritanya. walau pun cerita dengan tema ini tentu saja sudah sering dan sangat ketebak, tapi tetap suka *emang dasar suka sama makhluk non-manusia*
    paling emosi waktu ryesha sok-sok marah dan nyakitin kyuhyun. ih, udah tau mau mati, dibaik-baikin, kek, dibuat bahagia gitu menjelang ajalnya ==”

    ada beberapa yang mau eon kritik, maaf sebelumnya…

    1. karakter ryesha kurang mistis… saat membaca, eon tidak merasakan aura ‘malaikat mautnya’, mungkin karena cara bicaranya terlalu ‘remaja’ dan gampang banget jatuh cinta sama manusia

    2. ryesha awalnya agak jual mahal sama kyu, tapi tahu-tahu aja dia udah cinta sama kyu sampai nggak tega nyakitin dia. kurang tepat aja timingnya, jadi eon agak bingung, kapan dia mulai jatuh cintanya?

    3. karakter kyu sedikit kurang konsisten. awalnya, dia dengan sepihak mengetag ryesha sebagai pacarnya, tapi setelah itu, kurang terasa aura ‘neon nekkoya’-nya. maksudnya, dia kayak yang awalnya cool dan pemaksa, kenapa ujung-ujungnya jadi isti begitu? cuma sekedar saran, mungkin harusnya dia dibuat marah waktu ryesha sok mutusin dia, jangan cuma sekedar sedih dan menangis

    4. bagian yang menurut eon ambigu adalah: ryesha itu nggak tega nyabut nyawa kyuhyun atau nggak mau kyuhyun mati? beda lho… nggak tega nyabut nyawa kyu, berarti dia bisa aja nyuruh donghae ngegantiin tugasnya tapi kyuhyun tetap mati, kalau nggak mau kyuhyun mati berarti ya siapa pun nggak boleh mencabut nyawanya

    yaaaa~~ kayaknya cukup sekian dari eonnie… kalo ai udah baca komen ini, tlg mention eon ya, ada yang mau eon tanyakan soalnya ^^
    kamsahamnida…

    July 6, 2011 at 11:29 am

    • lhahh,,,reply-anku ga masuk
      eonnie makasih udah mau sempetin baca ^^
      header? eonn pake header ini?? mian eonn aku gatau ><

      hmm…(bingung mau bilang apa)
      makasih eonn…:D gatau ni mau bilang apa…commentnya emang bener sangat😀
      nunggu2 ada yang mau comment kaya gini…

      oke aku mention

      July 7, 2011 at 2:54 pm

  3. wahahahaaaa… maen ke sini aaahhh… ehehehe .___.v
    sip sip sip..^^
    seneng yah dah dikomen aya eon.. XDD
    aye udah ngomen di fb yaa.. ehehehe..
    mian gaje, emang diriku gaje.. #plakk
    ya sudahlah, abaikan saja komen gaje ini *dilempar batu ma yadong* XDD

    July 8, 2011 at 10:02 am

    • haahaha…
      sssttt.. ih apatoh ><
      iyaaa…xDDD
      wkwwkwk
      iya..ikan gaje.. gaje???? haejae !!! :DDD
      jangan sebut2 yadong disini T^T

      July 10, 2011 at 3:57 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s