This is my world…

[oneshot] Me And My Flower

Me and My Flower

Author : Minraddict

Cast :

-TOP BIGBANG (As Choi Seunghyun)

-Kwon Soonhye (OCs)

-Minho SHINee (As Choi Minho – Seunghyun little brother)

Genre : Romance,huh?

Rating : PG (?)

Length : Oneshot

Backsound :

2NE1 – Lonely

T.O.P (BIGBANG) – Oh, Mom (?)

BIGBANG – Haru Haru

Rihanna – Take a bow (?)

Disclaimer : All cast and plot is mine. *kedip kedip*

Summary : Sendirian hanya dengan bunga? Menanti dirinya selamanya? Cinta itu buta.. dan kau masih tetap mencintainya. Karena ia sudah tiada dari sisimu.

DISARANKAN UNTUK MENDENGARKAN LAGU LAGU BACKSOUND!!! ==

++++++++++

Seunghyun POV

Kutatap fotonya nanar, walaupun di wajahnya tertampak senyuman terindah yang pernah kulihat.

“Soonhye-ie~” gumamku pelan. Hufftt… disini terasa sepi.

Flashback

Kubuka buku buku usang milik peninggalan keluargaku.

“Fuuuh” kutiup semua debu yang menempel disalah satu buku.

Kulihat tulisan dibuku itu. “Eomma ilgi” bacaku pelan. Eomma ilgi artinya Diary eomma-ku

Kubuka perlahan buku itu, lembar per lembar kubaca isi isi yang ada.

Dan mataku berhenti pada sebuah foto.

Foto eomma dan appaku, appaku memeluk leher eomma dari belakang.

Mereka tersenyum bahagia, sangat bahagia. Sayangnya… disana tidak ada aku.

“Oppa.. kau sedang melihat apa?” seseorang memelukku dari belakang.

“Eh? Ani.. hanya peninggalan lama”

“Wah.. ahjumma choi dulunya cantik ya.. ahjussi juga. eh, aku salah… Ahjussi hanseom~ sama seperti anaknya yang hanseom” Soonhye duduk disampingku.

“Kalau anaknya sih.. memang udah dari dulu” ucapku bangga.

“Seunghyun oppa, mulai deh..” cibirnya pelan.

“Hahaha~ kau ini…” kuacak rambutnya pelan.

“Kau tidak alergi lagi?” kutatap dirinya yang lagi asik melihat buku buku usang ini. yang kutahu, ia alergi debu.

“Aniyo~ aku sudah sehat” ia tersenyum, kemudian menatap mataku dalam.

Otomatis kudekatkan wajahku ke wajahnya.

5 cm…

4 cm…

3 cm…

2 cm…

1 cm…

BRAK

Pintu dibuka dengan kasar. Dengan sadar kujauhkan wajah ku.

“Hyung! Aku punya berita… buruk” Dongsaengku masuk dengan nafas yang tergesa gesa.

“Ada apa Minho-a?”

“E..eomma dan appa…m.. meninggal”

Mendengar itu mataku langsung membulat. “K..kau yakin?”

“Iya.. mereka kecelakaan tadi pagi saat berangkat bekerja. Bus besar menabrak mobil mereka..” tutur Minho, dongsaengku.

Kutundukkan kepalaku,air mata hampir mengalir di pipiku.

“Oppa…” Soonhye memegang pundakku.

“Aku turut berduka cita..” bisiknya tepat di depan telingaku.

End of Flashback

Aku sudah kehilangan orangtuaku sejak berumur, 17 tahun.

Saat itu Soonhye masih 16 tahun dan Minho 15 tahun.

Kuambil bunga yang masih segar sejak bertahun tahun yang lalu.

Bunga berwarna pink keputihan, pink warna kesukaanku, dan putih warna kesukaan Soonhye. Kedua warna itu tercampur menjadi 1 di bunga ini.

Dan… aku juga kehilangan dongsaeng kesayanganku, Minho.

Flashback

Aku sudah mulai meng-ikhlaskan kedua orang tuaku kepada tuhan.

Semoga mereka hidup tenang disisiNya.

Dan sudah 5 bulan mereka pergi. Meninggalkanku dan Minho.

“Soonhye-a~” kini kami (aku dan Soonhye) tidur tiduran diatas padang rumput yang indah.

“Ne?”

“Jika aku bunga… kau jadi apa?”

“Kau bunga? Aku akan tetap menjadi manusia.. manusia yang bisa mencintai seseorang”

“Ohh..” gagal sudah rencanaku buat nge-gombal.

“Ha.. kau mau menggombal ya?” ia merapikan posisinya menjadi duduk.

“A..aniyo” ucapku kaku. “Hahaha, bicaramu aja seperti itu..”

“Baiklah aku ngaku..”

“Ngomong ngomong kau suka warna apa?” ia menatapku lembut.

“Eum, pink?” kuangkat bahuku.

“WUAHAAHAHAHAHA!!!” ia tertawa sangat keras. Tanpa babibu kucium bibirnya agar diam.

“Eh?” matanya membulat. Kemudian matanya menutup serasa menikmati ciuman ini.

Kututup juga mataku, kemudian melepaskannya.

Kulihat pipinya memerah, ia memalingkan mukanya.

Aku tersenyum. “Jangan memalingkan wajah seperti itulah..” kupegang dagunya dan membuat wajahnya menghadap ke wajahku.

Aku berdiri, kemudian mengambil sebatang bunga. Bunga yang warnanya Pink bercampur Putih.

“Untukmu..” kuberikan bunga itu untuk Soonhye. “Hmm… Gomawo..?”

“Cheonma… jaga bunga itu baik baik, itu tanda kita bersatu..”

Ia tersenyum, kemudian memelukku erat. “Gomawo Choi Seunghyun~”

Kami pulang dgn bergandengan tangan, tanpa sengaja aku melihat namja berambut hitam kecoklatan menunggu untuk menyebrang kearah kami.

“Hyung!!” terpancar senyumannya yang indah, aku berhenti untuk menunggu Minho.

Minho berlari untuk menyebrang, tiba tiba ada mobil ngebut kearah Minho.

BRAAAKK

“Minho-a!!” Dapat kulihat tubuh Minho terlempar beberapa meter. Mungkin puluhan.

Aku berlari menuju Minho tergeletak, Soonhye mengikutiku dibelakang.

“Minho-a….”

Tubuh Minho sudah mengalir cairan merah, atau yg disebut Darah.

Banyak luka disekujur tubuhnya. “H..hyung..” tangannya yang berbalut darah memegang tanganku.

Senyuman tipis terletak manis dibibirnya. “B..buatlah..c..calon..keluarga kita bahagia..hyung” Minho menggenggam erat tanganku.

“Eh, nugu?” kuangkat sebelah alisku, tanda aku tidak mengerti.

“Ia ada dibelakangmu…”

Refleks kutengok belakang, maksudmu… Kwon Soonhye, Choi Minho?

Kutatap lagi Minho dalam. Disini sangat bising, banyak orang bertanya tanya.

“H..hyung..”

“Ne?”

“S..selamat..t…tinggal” Minho meninggalkan senyumannya. Tangannya yang menggenggam tanganku erat kini makin lama makin melemah.

“Tunggu! Kumohon Minho-a! Jangan tinggali aku sendirian!!” kupeluk tubuh Minho dan mengguncang guncang tubuhnya.

Aku tidak peduli dengan diriku yang basah karena darah.

Ia… satu satunya keluargaku yang tersisa! Haruskah ia meninggalkanku sendirian?!

Kulepaskan pelukanku, ia…. sudah pergi meninggalkanku.. sendirian.

End Of Flashback

Air mataku kini menetes. Makin lama.. air mata itu makin deras dan mengalir di pipiku.

Ku usap air mataku yang terjatuh, dan kembali berjalan melihat lihat isi rumah usang ini.

Rumah usang ini.. adalah rumahku dahulu. Setelah semuanya pergi meninggalkanku sendirian. Aku pindah ke apartement yang kecil. Eum, tidak terlalu kecil juga sih.

Dapat kulihat sofa kesayangan Soonhye dan Minho terbungkus dengan plastik dan berdebu.

Aku sudah tidak ingat… berapa tahun aku meninggalkan rumah ini.

Terlintas bayanganku kepada Soonhye yang duduk di sofa sambil mengemil snack kesukaannya.

Flashback

“Oppa! Ayo duduk!! Filmnya sudah dimulai!” Soonhye menepuk nepuk sofa disebelahnya

“Eh benarkah? Baiklaah~ awas ya kalau kau takut” aku duduk disampingnya.

Berpuluh puluh menit berlalu, film yang kami tonton adalah film horor. Dan kami nonton dirumah .__. Ngga sempet beli tiket.

Tiba tiba scene horor muncul, “KYAA! Oppa~ aku takut…~” Soonhye memelukku erat, kubalas pelukannya.

“Tenang aja… Soonhye-ie~ ada aku disini..”

++++++++++++++++

“Nyum.. nyum..” kulihat Minho asik mengemil sesuatu.

“Minho-a! Kau makan apa?” kudekati Minho yang duduk disofa.

“Snack kentang hyung.. kau mau?” ia menyodorkan snacknya. “Aku mau!!” tangan seseorang mengambil snacknya Minho dan duduk disampingku.

“Kelihatannya kalian demen banget duduk disini..”

“Nyaman hyung~” Minho masih mengunyah.

“Ne, benar kata Minho. Sofa ini terlalu nyaman..” Soonhye mengangguk mantap.

End of Flashback

Sofa yang sama… sifat yang sama.. hahaha.

Kumasuki kamar tidur lamaku.

Krek

Tanpa sengaja kakiku menginjak sebuah kertas, lebih tepatnya sebuah foto.

Foto lama yang sangat rusak… dan masih ada bekas bakar-an dulu…

Flashback

“Oppa…. aku harus pindah ke Amerika besok..” Soonhye berdiri dihadapanku, senyum manisnya tetap dikeluarkan.

“Waeyo? Kau membenciku..?” kutundukkan kepalaku.

“Aniyo.. aku harus kembali menyelesaikan sekolahku disana..”

“Sampai jumpa oppa…” ia pergi meninggalkanku, tapi tangannya kutahan. Kutarik hingga tubuhnya memeluk tubuhku.

“Saranghae….” bisikku pelan.

“Nado..” ia tersenyum dan menatap mataku, kucium bibirnya lama.

Ia melepaskan ciumannya, “Good bye, baby” ucapku melambaikan tangan. Ia tersenyum dan pergi…

Sendirian…. sangat sepi…

2Minggu kemudian…

Sudah 2 minggu Soonhye tidak memberi kabar apapun.

Kini aku khawatir kepadanya…

Ada apa dengan Soonhye?

Soonhye POV

“Eomma….” panggilku lirih.

Eomma menatapku lembut sambil tersenyum, “Apa nak?”

“Jika nanti keadaanku memburuk, tolong panggil Seunghyun untuk datang kesini.. dan jika aku sudah tiada… tolong berikan ini kepadanya..” kuberikan amplop putih bermotif hati berwarna pink.

Eomma menatap amplop ini, kemudian mengangguk. “Baiklah nak.. yang penting kau senang..”

“Gomawo eomma~” eomma memelukku.

++++++++

Author POV

Tuuuut~

Alat detak jantung terlihat bergaris lurus.

“Sadar Soonhye-a!!” eomma soonhye mengguncang guncang tubuh Soonhye.

Beberapa dokter datang untuk memeriksa Soonhye, “Maaf ahjumma.. ahjumma tunggu di luar ya” ucap seorang suster. Eomma Soonhye keluar dan memanggil Seunghyun.

“Seunghyun-a~ Soonhye membutuhkanmu sekarang, datanglah kerumah sakit Dangshin segera…” Eomma soonhye menutup telpon. Ia menggenggam erat tangannya dan mulai berdoa.

Seunghyun POV

K…kenapa Soonhye berada di rumah sakit?!

Kuambil jaketku dan kunci mobil, kujalankan menuju rumah sakit dengan kecepatan 50 km/jam – 60 km/jam. Bahkan lebih.

Kuparkirkan mobilku diparkiran dan berlari menuju ruangan Soonhye dirawat.

Eommanya sudah memberitahukan dimana letaknya.

“Ahjumma!” kulihat eomma Soonhye menunduk dan berdoa.

“Seunghyun-a~” eomma soonhye manatapku sedih.

Beberapa dokter dan suster keluar. “Maaf nyonya… agasshi tidak bisa diselamatkan..” mendengar kata kata itu.. eomma soonhye menangis.

“Tunggu, apa?” kumasuki ruangan Soonhye dirawat.

Dapat kulihat sebuah tubuh ditutupi kain putih.

Kubuka kain putih itu. “Soonhye-ie~” gumamku lirih.

Tubuhnya tergulai lemah. Bibirnya membiru, dan wajahnya sangat pucat.

“Kumohon soonhye!! Bangunlah!” ku guncang tubuhnya, berharap ia bisa terbangun dan memelukku seperti dulu.

“Hanya kaulah bungaku! Bunga yang membuatku bersemangat hidup!! Kumohon Soonhye!!” air mata mulai mengalir di pipiku.

Tetes demi tetes air mata yang mengalir itu menetes di wajah Soonhye yang pucat.

Ia tidak merespon, “Kau sudah pergi….” gumamku memegang erat tangannya.

“Seunghyun-a~ ini ada surat dari Soonhye.” Eommanya memberikan amplop berwarna putih dan bermotif hati pink.

Dear Seunghyun-ie~

Maaf jika kamu membaca surat ini saat aku sudah tiada.

Dan maaf juga karena aku membohongimu..

Aku terkena penyakit kanker otak. Stadium tertinggi.

Saat waktu aku mengatakan harus pindah ke Amerika itu, kehidupanku sudah mulai melemah.

Dan sudah saatnya aku pergi…

Susah mengatakannya, kumohon jangan tangisi aku..

Saranghae~

-Soonhye Kwon-

Air mata mengalir lagi membaca surat yang diberikan Soonhye.

Sh*t kenapa kau baru memberitahu kepadaku Soonhye?!

“Istirahatlah… yang tenang..” kukecup bibirnya pelan, dan menutup lagi kain yang sebelumnya menutupinya.

+++++++

“Arrrggghhh!” kuhancurkan (?) semua barang yang berada didekatku.

Kuambil salah satu foto aku dan Soonhye, berdua tersenyum bahagia.

Kuambil juga korek api. Kunyalakan korek api itu.

“Mian Soonhye-a~” kubakar foto itu dan memadamkan apinya. Sehingga foto itu masih ada sisa.

Kuambil koperku dan berjalan keluar rumah ini.

“Selamat tinggal…. kenangan”

Semua sudah pergi, yang tersisa hanyalah diriku sendiri.

Kutatap bunga kenanganku. Masih segar, walaupun sudah berminggu minggu.. bahkan berbulan bulan.

“Jika bunga ini masih hidup… Masih ada jiwa Soonhye di sisiku..” pikirku pelan. Aneh? Memang.

Kukecup bunga itu, dan memasukkannya dalam kantong plastik dan berjalan pergi.

Pergi menuju apartement baru, yang lebih kecil dari rumahku.

End of Flashback

Foto yang masih tersisa…

Kutatap bungaku, Bunga yang selalu menemaniku. Bunga itu adalah jiwa Soonhye, belahan jiwaku.

“Soonhye-ie~ Minho-a~ eomma… appa” kupanggil mereka pelan.

……

Sunyi.. tidak ada suara yang menyahutku. Mereka semua sudah ada di Heaven

Aku berjalan keluar dari kamarku, menuju ruang keluarga.

Dapat kudengar suara mysterius. Mataku mencari cari asal suara itu.

Sebuah bayangan datang kearahku. Bayangan itu…. Soonhye.

“Soonhye-ie!” kupanggil namanya, ia makin mendekat.

Rambutnya yang panjang terurai. Tangannya yang menembus tubuhku menyentuh pipiku.

ia tersenyum. Senyuman yang sudah kutunggu selama 6 tahun.

“Nado~” wajahnya mendekat, CUP~

Bibirnya terasa di bibirku. Bagaimana bisa?

Ia melepaskan kissnya. Aku terdiam beku. “B..bagaimana bisa?”

“Eh?”

1 bayangan datang lagi, bayangan itu berlari kearahku. Dapat kulihat tangannya direntangkan.

Heh, aku tau siapa hantu ini. “Minho-a!!” walaupun tubuhnya menembus tapi dapat kurasakan ia memelukku sekarang.

ucapnya manyun.

“Hahaha.. Kau ini..” ingin sekali kuacak rambut Minho. Tapi… ia seorang ‘roh’.

Kualihkan pandanganku menuju ruangan ini. Dan saat aku kembali menatap ke dua roh ini… mereka sudah tidak ada disini.

“Mungkin bukan waktunya..” gumamku pelan.

+++++++++++++++++++

Kutatap bunga cinta antaraku dgn Soonhye.

“Mianhe..” kutaruh bunga itu dilantai.

Kuambil pisau yang ada disakuku.

SRET

Seketika leherku berlumuran darah. “AARRRGGHH!” Rasa sakit menyelimuti diriku.

Makin lama pandanganku menggelap, dan gelap.

+The end+

ENDINGNYA!!! T^T

Ngegantung ngga sih? RCL ya~788_929819_5117022_n.jpg

4 responses

  1. omo! sedih banget satu perssatu pd meninggal😥

    July 11, 2011 at 3:18 pm

    • ^^ makasih udah baca+komen FF kita🙂
      sring2 main kesini ya

      July 30, 2011 at 4:41 am

  2. pantas,,,korean fiction yg di fb pada hiatus semua,,
    Rupanya beralih keblog🙂
    Keren ff nya,,
    Jempol buat authornya

    July 29, 2011 at 9:38 am

    • iya cingu^^
      bukan hiatus sih…cuma sibuk aja …:)
      jadi ngisinya di blog…
      sering2 main + komen2 ya🙂

      July 30, 2011 at 4:40 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s