This is my world…

BEFORE THE DAWN

 

 

Title: BEFORE THE DAWN

AUTHOR: Ai_ELF

CAST:

– Hangeng

– Donghae

OTHER CAST:

Other Members Of SUJU

GENRE:

FANTASY, ACTION

RATED: PG-15

Length: One Shot

Disclaimer: I only own the plot of this story. The characters are belongs to themselves. So do not copy without permission.

 

 

-PROLOG-

 

Malam yang sunyi …

Udara dingin menusuk seluruh tubuh…

Burung-burung gagak yang membawa kegelapan terbang di sekeliling kami, seolah mereka ingin berbicara pada kami…

Atau hanya perasaan kami saja…

Jam berdentang, tengah malam telah menghampiri…

Udara yang semakin dingin membelai lembut tubuh kami…

Teriakan burung-burung masih memenuhi kesunyian malam…

Kami merasa ditarik ke tempat itu…

Tempat yang menyilaukan dengan cahaya yang sangat terang…

Perlahan kami mendekat…

Cahaya yang semakin terang membuat kami memejamkan mata…

Sedetik kemudian kami membuka mata perlahan…

 

 

Hangeng’s POV

Entah sejak kapan aku berada di tempat ini. Tempat yang sunyi dan tak berpenghuni. Aku masih bimbang apakah ini hanyalah mimpi atau kenyataan yang sangat khayal. Aku masih mengingat diriku sedang berjalan bersama teman-temanku. Donghae,Ryeowook,Kyuhyun,Yesung,Eunhyuk,dan Heechul.

Yesung’s POV

Aku tiba di sebuah tempat aneh. Yang terakhir ku ingat aku baru saja pulang dari sekolah bersama teman-temanku yang lain. kami berjalan dan sesaat kemudian melihat cahaya terang yang menyilaukan. Kami mendekat dan tiba-tiba cahaya itu seolah menarik kami ke tempat ini. Entah tempat asing apa ini.

Donghae’s POV

Aku terpental ke dalam sebuah tempat yang belum pernah kulihat sebelumnya. Seperti mimpi tapi ini sungguh sebuah kenyataan. Aku memperhatikan sekelilingku. Tempat yang tampak kumuh dan tak berpenghuni. Apakah aku masih berada di bumi, itulah pertanyaan terbesarku.

Heechul’s POV

                Di mana aku ini…

Aku kehilangan teman-temanku, atau mereka yang kehilangan diriku? Aku berjalan tanpa arah di dalam bangunan kumuh ini. Tak kutemukan siapa pun. Tak ada jawaban walau aku berteriak hingga suaraku serak. Tak ada seorang pun kutemui walau aku mengelilingi tempat ini.

Ryeowook’s POV

Sakit rasanya, aku jatuh di sebuah tempat yang sangat asing. Dan aku hampir saja terjatuh saat kusadari aku terjatuh di tepi atap gedung bertingkat. Aku begitu terkejut ketika menatap langit, langit sore yang kemerahan , dan terpampang jelas dalam pandanganku bahwa di langit ini ada 3 matahari yang bersinar terang. Tempat apa ini? Di mana ini sebenarnya? Jelas ini bukanlah bumi. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa hanya ada aku seorang di sini?

Eunhyuk’s POV

“ARG!!! SESORANG JAWAB AKU!!!!!!!!!!!!!! MENGERTILAH AKU BUTUH JAWABAN!!!!!!!”

Aku terus berteriak , berharap seseorang bisa mendengarku. Tapi tampaknya nihil. Tempat ini mungkin benar-benar kosong. Hampa… tak ada  kehidupan di sini. Dan pengharapanku untuk mendapat bantuan sia-sia.

 

Kyuhyun’s POV

Mungkin tempat ini memang asing dan sepertinya kosong. Tapi aku masih belum yakin sepenuhnya. Jika ada aku di sini, ada aku yang bisa masuk ke dalam tempat ini… mungkin bukan aku saja, mungkin ada orang lain di sini…

 

-PROLOG END-

 

Author’s POV

Hangeng, Donghae,Ryeowook,Kyuhyun,Yesung,Eunhyuk,dan Heechul…

Mereka masuk ke dalam sebuah tempat yang mungkin belum pernah mereka bayangkan sebelumnya…

Dan ketika mereka terhanyut dalam pikirannya masing-masing, meeka tersadar ketika ada sebuah suara yang asing di sekitar mereka.

“SELAMAT DATANG DI TEMPAT INI. TEMPAT YANG AKAN MEMBUAT KALIAN SEDIKIT BERMAIN BERSAMA DALAM PERMAINANKU,” suara yang asing itu membuyarkan lamunan mereka semua.

“Hangeng, Donghae,Ryeowook,Kyuhyun,Yesung,Eunhyuk,dan Heechul… bukankah tempat ini menyenangkan? Haha… kalian akan tahu betapa menyenangkannya tempat ini bagiku. Karena orang yang terjebak di sini harus melakukan perintahku untuk bisa keluar.”

Mereka bertujuh masih terdiam menanti penjelasan yang entah dari mana datangnya itu. Masih bingung terhadap apa inti pembicaraan ini.

“Aku tahu kalian semua pasti bingung. Ketahuilah bahwa ini bukanlah tempat biasa… kalian bertujuh ada di tempat yang berbeda-beda di dalam satu bangunan ini. Dan bagi kalian yang ingin terbebas… patuhi perintahku.”

“Ya!!! Siapa kau!! Kau membawaku dan sahabat-sahabatku ke sini ha?!!! Di mana mereka??? Kembalikan kami ke tempat kami semula!!!!!” Teriak Hangeng.

“Bersabarlah karena sudah ku bilang bahwa bagi siapa pun yang ingin keluar dari tempat ini harus mengikuti permainanku. Aku ingin memberitahu kalian bahwa ini bukan bumi tempat kalian biasa tinggal. Tapi ini adalah dunia game.”

“Dunia game apa maksudmu????!!!” Tanya Donghae.

“Seperti game pada umumnya, game atau permainan. Dan permainan yang paling kusukai adalah permainan dengan sedikit kekerasan. Jika di dunia nyata kalian mendapat poin, di sini kalian juga akan mendapat poin di tiap tahap permainan. Mari kita berkumpul agar semua jelas”

‘BLAR!!’

Dan sejenak kemudian Hangeng, Donghae,Ryeowook,Kyuhyun,Yesung,Eunhyuk,dan Heechul sudah berada di satu tempat yang sama masih dalam bangunan itu. Mereka saling memanggil dan mengkhawatirkan kondisi satu sama lain. Mereka menengok ke satu arah di mana tiba-tiba muncul cahaya yang sangat terang. Samar-samar muncul seseorang dengan baju hitamnya. Menyunggingkan senyum licik ke arah mereka bertujuh.

“Siapa kau?” Yesung angkat bicara melihat sosok orang asing itu.

“Aku? Aku pemilik dunia ini.”

“Lalu? Kenapa kami berada di sini? Kembalikan kami ke dunia nyata!!” Bentak Heechul.

“Tenang… kalian harus sabar. Hmm… kalian sudah tahu bahwa ini adalah dunia game. Dan ibaratkan saja seperti permainan catur. Pasti pemain butuh pion untuk bermain.”

“Apa hubungannya dengan kami???” Potong Eunhyuk.

“Hmm… aku juga begitu. Butuh ‘pion’ untuk bermain. Dan aku memilih kalian untuk ‘dimainkan’ bagaimana?”

“Apa maksudmu ha?!! Jangan banyak bicara !!! keluarkan kami!!” bentak Hangeng sambil mencengkeram kerah baju orang asing itu.

“Tidak bisa… sudah terlanjur kalian di sini. Tak akan keluar sebelum berhasil menang dalam permainanku,” jawab orang itu dengan entengnya sembari melepaskan cengkeraman Hangeng.

“Kalau itu maumu. Bagaimana permainannya? Jika kami bisa menang, berjanjilah untuk mengeluarkan kami semua,” kata Donghae akhirnya.

“Semua katamu? Aku tidak bilang akan membebaskan kalian semua. Aku ibaratkan kalian seperti pion catur bukan? Yah… begitu kira-kira permainannya. Seperti pion yang saling memakan. Dan SKAK!! Hanya akan ada satu saja pemenang. Pemenangnya yang berhasil menghabisi lawannya. Bagaimana? Mengertikah kalian? Ini akan jadi permainan menyenangkan … hahahahaahah”

“Tidak!!! Kau!!! Kami tidak akan menuruti permainan ini!!!” Teriak Donghae.

“Itu bukan keputusan terakhirmu.”

“Aku tidak ingin di sini selamanya… tapi aku tidak mau menjadi ‘pion’ yang menghabisi teman-temanku demi diriku sendiri,” kata Yesung.

“Begitukah? Hingga senja besok. Itu waktu yang kalian miliki. Hanya ada 2 pilihan. Pertama, jadilah pion jika ingin bebas. Aku hanya akan membebaskan 1 orang saja. Kedua, tunggu saja ajalmu. Jika senja di hari esok telah lewat maka kalian tidak akan keluar selamanya. Keputusan di tangan kalian!! Camkan itu!! Hahahahaha…”

Seketika orang itu lenyap. Meninggalkan mereka bertujuh yang masih terdiam.

Mereka semua masih terdiam dalam waktu yang lama hingga Heechul memecah keheningan.

“Aku tidak mau selamanya di sini. Aku akan cari jalan keluar,” kata Heechul sembari pergi meninggalkan yang lain.

“Aku ikut!!” susul Eunhyuk.

Mereka berdua pun pergi mencari jalan keluar. Namun semua jalan tertutup. Hingga malam tiba dan mereka berdua kembali lagi di tempat yang lainnya.

“Tempat ini!! Arg!!! Aku tidak mau terperangkap selamanya!!!!” teriak Hangeng sambil memukul teralis besi di sampingnya.

>>>>>>>><<<<<<<

Mereka semua kembali diam. Hanyut dalam pikiran masing-masing. Masih terbawa dalam kebingungan mereka. Masih bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Seberapa keras mereka mencoba, mencoba segala cara untuk keluar dari tempat mengerikan itu tapi mereka tetap tidak bisa keluar. Nihil. Apa pun yang dilakukan sia-sia.

>>>>>>><<<<<<< 

Diam…

Dan diam…

Mereka melalui detik demi detik hanya dengan berdiam diri…

Apa yang terjadi, segalanya yang tak pernah mereka tahu…

Dan alasan mengapa mereka berada di tempat itu pun menjadi pertanyaan terbesar mereka…

Di tempat yang sunyi itu…

Di mana mereka bisa mendengarkan detak jam dengan sangat keras…

Di tempat yang hening itu…

Di mana ketika mereka menengok ke dalam hati…

Mereka bisa mendengarkan teriakan hati mereka yang sudah ingin terbebas…

Dan hanya dengan satu saja pemikiran itu…

Semua yang ada di antara mereka telah BERUBAH…

>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<< 

 

Because I listen to my heart beat one by one
Because I listen to my heart heart heart to to my heart heart

If I can’t get you no matter how hard I try
You aren’t the one, i feel like a beggar
I-I, can’t let you go like this, its suffocating
And I don’t know what to do

Why Why … Why Why … Why Why …

Before the dawn.. Before the dawn..
My heart isn’t obsessed
Before the dawn.. Before the dawn..
I want to capture you no matter what

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

“Jika memang harus. Akan kulakukan” kata Hangeng tiba-tiba.

“Mwo? Apa maksudmu?” Tanya sungyeol keheranan.

“Jika aku harus menjadi pion untuk bisa keluar. Maka aku akan menjadi pion” kata Hangeng dengan tatapan lurus ke arah luar.

“Hangeng, apa maksudmu?” Tanya Donghae yang juga keheranan.

“Jika ini sebuah permainan. Maka aku akan memenangkannya,” jawab Hangeng.

“Kau tidak akan melakukannya. Kami tahu itu,” pekik Ryeowook.

“Sebegitu yakinkah kau?” Tanya Hangeng sinis.

“Apa maksudmu?” Tanya Eunhyuk.

“Maksudku? Bukankah sudah jelas?” Hangeng balik bertanya.

“Kenapa kita tidak mencari jalan keluar bersama-sama?” kata Ryeowook

 

>>>>>>>>>> <<<<<<<<<<<<<

Before the dawn.. Before the dawn..
My heart isn’t obsessed
Before the dawn.. Before the dawn..
I want to capture you no matter what

Those two lips that whispered love
Those two eyes that close at the right chance
The sides fly to me heart, I’ll be there by you side (huh)

I became used to only looking at you
Lingering around you, I feel like a beggar
I want to let go of everything now, and thats suffocating
And I don’t know what to do

Why Why … Why Why … Why Why

***

“Jika memang cuma ini pilihannya , maka akan kulakukan sesuai keinginan orang itu. Aku tidak mau selamanya di sini,” kata Hangeng.

Dan entah apa yang ada dalam pikiran dari masing-masing mereka. Kini mereka benar-benar telah kehilangan akal sehatnya. Berusaha mengalahan satu sama lain. Dan berusaha menyelamatkan diri mereka masing-masing. Membuat seulas senyum licik yang tersungging di bibir seorang yang mengawasi mereka semakin melebar. Dan tanpa mereka tahu. Pilihan ini. SALAH.

Diantara rasa ingin saling mengalahkan itu ternyata masih tersisa sedikit pengorbanan. Mungkin tidak sedikit. Ini bahkan sangat banyak.

‘Jika memang ini pilihannya. Lebih baik aku saja yang mati daripada melihat temanku mati di tanganku’ kata Ryeowook dalam hati sebelum nyawanya telah direnggut Hangeng.

“Hangeng!! Kau tidak benar-benar ingin melakukan ini!!” bentak Donghae sambil menangkis pukulan Hangeng.

“Aku benar-benar yakin atas apa yang menjadi pilihanku!!” jawab Hangeng.

“Kau lihat? Mereka semua. Sahabat kita… kau sadar? Mereka tidak seharusnya mati begini. Tidak seharusnya kau menghabisi nyawa mereka semua!!!” teriak Donghae sambil mendorong Hangeng hingga tersungkur.

“Aku tidak peduli!! Aku ingin bebas!!” Bentak Hangeng.

Kini di tempat itu hanya tersisa mereka berdua,keduanya masih mengatur napas masing-masing. Masih terhanyut dalam pikiran masing-masing.

“Haha…ternyata seperti itu akhirnya…” Sebuah suara yang berat datang dari arah belakang. Mengejutkan Hangeng dan Donghae. orang asing berjubah hitam itu lagi rupanya.

“Siapa kau sebenarnya dan apa maumu??” Tanya Hangeng kasar.

“Siapa aku? Aku pemilik dunia ini. Aku yang mengatur segalanya yang akan terjadi di sini,” jawab orang itu.

“Keluarkan kami dari sini!!” bentak Hangeng dengan penuh emosi.

“Permainan ini menyenangkan,” jawab orang itu.

“Ini sama sekali tidak menyenangkan!! Kau pikir kami mainan?” bentak Donghae.

“Tapi kalian memang sudah menjadi mainanku. Dan kini, semoga kalian menikmati hidup kalian di sini” jawab orang itu dengan senyum licik.

DONGHAEdan Hangeng saling berpandangan. Mereka melihat sekeliling dan mendapati sebuah beton yang sangat besar dan terikat rantai de kedua sisinya.

“Jika begini,kami tidak akan segan membunuhmu” kata Donghae dengan nada yang dingin.

Mereka berdua menarik beton tersebut,menarik dari kedua sisi dan mendorongnya sekuat tenaga. Mendorongnya hingga orang asing itu terdorong oleh mereka berdua.

***

Dan seketika orang itu lenyap entah ke mana.

Sementara hari menjelang senja,waktu mereka hamper habis. Apa benar hanya ada satu orang yang bisa selamat?
mereka berdua berlari ke setiap arah di dalam ruangan itu. Menapaki setiap tangga yang mereka temui. Membuka setiap pintu yang mereka datangi.

Matahari yang bersinar kemerahan semakin tenggelam. Dengan sisa tenaga yang mereka miliki, dengan tubuh yang penuh luka, mereka tidak menghiraukan itu. Yang ada dalam pikiran mereka berdua hanyalah cara untuk selamat. Bagaimanapun mereka inging terbebas dari tempat itu.

Mereka berhenti di sebuah ruangan yang gelap. Di sana ada sebuah jendela. Mereka lalu mendekat ke arah jendela tersebut. Memandang keluar jendela.

“Kita harus keluar!!!!” Teriak Hangeng. Dia menghentak-hentakkan teralis besi yang menghiasi setiap sudut jendela tersebut. Terus mengguncangnya. Namun, semua sia-sia. Tak ada hasilnya walau apa pun yang mereka lakukan.

Mereka berdua memandang ke arah langit di luar sana. Sangat jelas bahwa matahari kian tenggelam. Hangeng hanya bisa menitikkan air mata. Menyadari segalanya telah terlambat. Kini semua tinggal harapan. Harapan untuk bisa melihat dunia luar yang tak akan pernah tercapai.

Semua yang Hangeng lakukan sia-sia. Dia kehilangan segalanya,kini dia menyesali perbuatannya telah membunuh teman-temannya. Karena ini semua hanya permainan. Orang asing itu mengibaratkan mereka sebagai pion catur. Namun satu hal yang tidak mereka sadari, permainan catur membutuhkan dua sisi pion. Hitam dan putih. Jika mereka bereteman,itu sama artinya mereka bertarung melawan pion di sisi yang sama. Bukankah permainan yang sia-sia? Pada akhirnya tidak ada pemenang. Semuanya akan berakhir sama.

***

Kini waktu sudah tak bepihak pada mereka…

Dan ketika sang waktu telah berhenti berputar untuk mereka di hari esok…

Maka harapan pun hanya tinggal harapan…

Dan mereka pun tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada hidup mereka…

Apakah masih ada kesempatan bagi mereka melihat dunia luar sekali lagi…

itu hal yang sangat mustahil…

Dan untuk selamanya mereka terjebak dalam dunia itu. Dunia yang penuh dengan kegelapan.

Mereka hanya bisa terpuruk di tempat itu…

Mungkin inilah yang disebut menunggu ajal tiba…

 

-END-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s